Venezuela Krisis, Daging Ayam 14,6 Juta, Wamenlu: Kami Diserang

Redaksi

Minggu, 2 September 2018 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anyi Gomez (19), seorang wanita Venezuela yang hamil dari negara bagian Monagas, menawarkan untuk mencuci jendela mobil di Brasil. (Foto: Nacho Doce/Reuters)

Anyi Gomez (19), seorang wanita Venezuela yang hamil dari negara bagian Monagas, menawarkan untuk mencuci jendela mobil di Brasil. (Foto: Nacho Doce/Reuters)

Jakarta (Netizenku.com): Mata uang Bolivar Venezuela nilainya ambruk hingga hampir tidak berharga, menyusul krisis moneter (Krismon) yang parah.

Nilai US$1 kini bisa setara lebih dari 6,3 juta Bolivar, yang setara paling mahal Rp14.500.

Pemerintah Venezuela mengaku ada kekuatan imperialisme kapitalis yang tengah menyerang negara mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekuatan itu juga yang menyebabkan mereka saat ini tengah menderita krisis ekonomi.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Venezuela untuk wilayah Asia, Timur Tengah dan Oceania, Ruben Dario Molina yang sedang berkunjung ke Indonesia.

Menurutnya, ada pihak-pihak yang tidak senang ketika Presiden Venezuela Nicolas Maduro, mulai menjalankan sistem ekonomi mandiri dengan azas sosialisme.

\”Kami diserang karena kami sedang menjalankan rencana kebebasan ekonomi. Setiap negara harus punya akses terhadap kekayaan negaranya sendiri. Yang paling parah kami diserang saat kita sedang mulai berusaha mengurangi kemiskinan,\” tuturnya di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (2/9/2018).

Menurut Ruben ada sebuah blok ekonomi yang beranggotakan negara Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa yang menyerang Venezuela.

Menurutnya, mereka tak suka jika rakyat Venezuela mendapatkan akses terhadap kekayaan negaranya sendiri.

\”Kami di Venezuela juga untuk mendapatkan obat-obatan dan makan itu sangat sulit. Karena adanya blok ekonomi keuangan politik dan gerakan diplomatis terhadap Venezuela,\” ujar Ruben.

Tak hanya itu, menurutnya media-media asing kenamaan juga ikut berpartisipasi. Diungkapkannya, banyak media yang memberitakan kondisi yang tidak benar terhadap Venezuela.

\”Mereka (Media) bilang kalau di Venezuela ada diktator, ada penyelundupan narkoba. Mereka menuduh kita telah melakukan pembunuhan. Itu merupakan cara mereka untuk memanipulasi dan tidak mengizinkan kalau rakyat Venezuela memiliki hak,\” tukas Ruben.

Baca Juga  Sekda Tubaba Tekankan Optimalisasi dan Digitalisasi Retribusi untuk Perkuat PAD 2027

Dia yakin, tujuan dari negara tersebut ingin menggagalkan rencana pemerintah Venezuela menguasai kekayaan alamnya berupa minyak bumi melalui prinsip sosialisme.

Mereka ingin agar kekayaan alam di Venezuela tetap bisa dikuasai oleh segelintir individu.

\”Mungkin masih ingat apa yang terjadi di Kuba selama 50 tahun. Pihak yang memblok itu juga sedang mengaplikasikan ke Venezuela secara pelan-pelan sejak 3 tahun yang lalu. Mereka bilang Venezuela itu ancaman keamanan bagi AS, sebuah negara punya kekuatan militer dan ekonomi,\” urai Ruben.

Daging ayam 14,6 juta

Sebelumnya, pada Senin (20/8/2018), Presiden Venezuela Nicolas Maduro menerbitkan mata uang baru, untuk mengendalikan inflasi negara itu, yang tahun ini menurut perkiraan IMF akan mencapai 1.000.000% (satu juta persen!).

Mata uang Bolivar Venezuela begitu ambruk nilainya jadi hampir tidak berharga, menyusul kemerosotan ekonomi yang parah.

Nilai US$1 kini bisa setara lebih dari 6,3 juta Bolivar (sekali lagi: itu untuk hanya satu dolar AS, yang setara paling mahal Rp14.500).

Nilai yang mata uang rendahnya gila-gilaan itu mungkin hanya bisa dibandingkan dengan mata uang dolar Zimbabwe pada masa Robert Mugabe -yang di saat puncak hiperinflasi pada 8 November 2008, bahkan nilai tukar US$1 sama dengan 669 miliar Dolar Zimbabwe.

Jadi mungkin orang Venezuela masih bisa mengatakan, bahwa nilai mata uang mereka masih 1.000 kali lebih tinggi dibanding mata uang Zimbabwe di saat terburuk ekonomi negeri itu.

Betapa pun, nilai Bolivar Venezuela yang begitu rendah itu akan membuat Anda jika misalnya sekadar hendak membeli daging ayam atau telor, harus mengangkut uang Anda dengan gembolan (disarankan uang kertas saja, bukan uang logam).

Baca Juga  Dugaan Dana BOS Dipotong 6 Persen Selama 2019-2024, Sahdana Desak Audit SMK Way Kanan

Itu karena Venezuela belum mencetak uang kertas dengan nilai miliar atau triliun seperti Zimbabwe masa itu.

Untuk menunjukkan sejauh hiperinflasi telah mencengkeram negara ini, fotografer Reuters Carlos Garcia Rawlins membuat berbagai foto, seperti makanan sehari-hari dan barang-barang rumah tangga yang disandingkan dengan jumlah uang yang dibutuhkan untuk membelinya.

Di gambar atas, Anda sudah tahu berapa harga daging sapi. Kita lanjutkan dengan daging ayam.

Daging ayam seberat 2,4 kg di ibukota, Caracas, harganya setara US$2,22, atau Rp 32.000. Namun dalam mata uang Bolivar Venezuela, harganya 14.600.000 (empat belas juta enam ratus ribu!) Bolivar.

Uang yang dibutuhkan untuk membeli daging ayam seberat 2.4kg adalah Rp32 ribu, tapi dalam mata uang Venezuela adalah 14,6 juta Bolivar, yang tidak akan bisa masuk dompet.

Pada Kamis lalu, harga satu gulung tisu toilet adalah sebesar 2.600.000 (2,6 juta) Bolivar.

Mungkin ada yang berpikir, ketimbang menggunakan kertas toilet itu, ya uangnya saja…

Harga satu gulung tisu toilet adalah sebesar 2,6 juta Bolivar -kertas tisu itu dan uang kertas yang diperlukan untuk membelinya, ketika disandingkan mungkin akan membuat Anda berubah pikiran sebelum pergi ke warung.

Anda perlu 3 juta Bolivar untuk membeli 10 buah wortel. Padahal dalam mata uang rupiah, kurang dari Rp7.500.

Diperlukan uang sekitar 3 juta Bolivar untuk membeli wortel-wortel ini.

Orang-orang Venezuela telah menimbun persediaan sembako di rumah-rumah mereka, sebelum pemberlakuan mata uang baru, karena cemas bahwa sistem perbankan yang sarat beban dan membingungkan bisa membuat perdagangan mustahil terjadi dan barang-barang bisa langka.

Baca Juga  Tubaba Gandeng Tel-U, Sulap Sampah dan ZISWAF Jadi Kekuatan Ekonomi Berbasis AI

Nah, bagaimana dengan 1kg beras? Anda bisa memperolehnya dengan harga 2,5 juta Bolivar (sekitar Rp6.000).

Alicia Ramirez (38), seorang karyawati kantoran, berbicara kepada Reuters di sebuah supermarket di kota Maracaibo, di bagian barat negeri itu.

\”Saya datang untuk membeli sayuran, tetapi saya pulang saja karena tidak mau mengantre sepanjang itu. Orang-orang menjadi sinting,\” tandasnya.

Untuk membeli sebungkus pembalut keperluan perempuan, Anda membutuhkan uang 3,5 juta Bolivar (yang kalau dirupiahkan, setelah dikonversi ke dolar Amerika terlebih dahulu, sekitar Rp8.000)

Untuk membeli sebungkus pembalut wanita saja Anda membutuhkan uang 3,5 juta Bolivar.

Harga sekilo tomat? Bisa mencapai 5 juta Bolivar (atau sekitar Rp11.000).

Harga sekilo tomat? Bisa mencapai 5 juta Bolivar, yang lebih berat dari satu kilogram.

Hari Senin diumumkan sebagai hari libur nasional dan internet banking pun berhenti beroperasi selama beberapa jam. Lalu serangkaian uang kertas baru diterbitkan.

Sebelum itu, Bolivar lama masih laku, namun dengan nilai begitu payah, sehingga, contoh lagi, untuk satu kilogram keju yang dengan Dolar Amerika bisa dibeli dengan 2,5 dolar, atau sekitar Rp20.000, Anda perlu membawa uang Venezuela sebanyak 7,5 juta Bolivar.

Harga satu kilogram keju ada 7.500.000 Bolivar -keju itu bisa hancur kalau trtimpa uang yang diperlukan untuk membelinya. Untuk kebutuhan si kecil, popok bayi, harganya 8 juta Bolivar.

Popok dapat dibeli seharga 8.000.000 Bolivar jumlah uangnya kalau ditumpuk begitu empat kali lebih besar dari barangnya. (dtc/bbc)

Berita Terkait

Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026
Tubaba Gandeng ATR/BPN Integrasikan Data Pertanahan, Bidik Optimalisasi PAD
Sekolah Rakyat Tubaba Siap Dibangun, 2.520 Anak Keluarga Kurang Mampu Bakal Dapat Pendidikan Gratis

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 17:15 WIB

Gubernur Mirza: Pemimpin Harus Pahami Pasal 33 UUD 1945 untuk Sejahterakan Rakyat

Jumat, 11 September 2026 - 19:03 WIB

Pemprov Lampung Bentuk FKLPID, Perkuat Sinergi Dunia Industri dan Pendidikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:00 WIB

BULOG Pastikan Bantuan Pangan Beras Menjangkau Masyarakat Lampung Selatan

Jumat, 11 September 2026 - 01:50 WIB

APBD Perubahan 2026 Lampung Difokuskan Perkuat Program Prioritas dan Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 11 September 2026 - 01:48 WIB

Gubernur Mirza Dorong KDMP Pangkas Rantai Distribusi Beras di Lampung

Jumat, 11 September 2026 - 01:45 WIB

Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI ke Jawa Tengah

Jumat, 11 September 2026 - 01:43 WIB

Pemprov Lampung Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau dan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 01:28 WIB

Gubernur Lampung Dukung FGD Nasional Jalan Tol Digelar di Lampung

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:41 WIB