Umar Buka Event Sharing Time Megalithic Millennium Art

Redaksi

Rabu, 22 Januari 2020 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad, SP membuka secara langsung Event Sharing Time Megalithic Millennium Art yang dilaksanakan di Taman Budaya Kota Uluan Nughik, di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Rabu (22/1) sekitar pukul 09.00 Wib.

Sebelum membuka kegiatan budaya bertaraf internasional tersebut, bupati bersama penggiat seni dan budayawan manca negara yang berasal dari Amerika, Jepang, Inggris, Malaysia, Jerman, Kanada, dan Rusia, dan budayawan nasional, wakil bupati Fauzi Hasan, Wakil Gubernur Lampung periode 2014-2019 Bachtiar Basri, Sekdakab Tubaba, Kapolres Tubaba AKBP. Hadi Saepul Rahman, Ketua DPRD Ponco Nugroho, waka II S Joko Kuncoro, pejabat eselon, tokoh adat, tokoh masyarakat, masyarakat dan pelajar tersebut disuguhi dengan overture kulintang, musik Q-Thik, tari sembah, dan tari nenemo.

Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad mengatakan Pemkab Tubaba memiliki visi besar dan ini direspon mending Mbah Suprapto Suryodarmo dengan mengajak seluruh ilmuan, seluruh budayawan, seluruh seniman yang berasal dari seluruh dunia hadir ke Tubaba dalam merespon  menjadikan Tubaba khususnya Kota Uluan Nughik sebagai Kota Budaya yang berbasis ekologi, dan \”Kita akan menjadikan Tubaba khususnya Kota Uluan Nughik sebagai Kota Budaya yang berbasis ekologi, dalam memperkuat itu kita telah menyusun langkah dan strategi,\” kata Umar dalam sambutan saat membuka Sharing Time:Megalithic Millennium Art, Rabu (22/1).

Baca Juga  Pilkati Serentak Tubaba 2026, Para Bakal Calon Jalani Verifikasi Administrasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Umar, Sharing Time Megalithic Millennium Art ini digagas hasil berdiskusi dengan Alm. Mbah Prapto Suryodarmo, bahkan beliau menggagas satu titik tanda hasil kegiatan ini yang akan menjadi kenangan untuk masa-masa yang akan datang dengan menempatkan batu-batu besar (Megalitik) di Lassegok (Hutan Larangan) di Tiyuh Karta Kecamatan Tulang Bawang Udik.

\”Ribuan tahun lalu, manusia jarang menggagas tempat-tempat yang bersifat megalitikum. Nah, olehkarenanya kita ingin menandai relasi hubungan manusia dengan alam ini dengan sebuah tanda yang kita tempatkan di Lassengok,\” papar Umar.

Hal ini, lanjut Umar, merupakan sebuah konsep mitologi masyarakat Nughik untuk menjaga kelestarian alam, menjaga pepohonan, menjaga sumber-sumber air, menjaga bantaran sungai dan lainnya yang pada intinya bagaimana menjaga relasi hubungan antara manusia dengan alam untuk sebuah kelestarian alam semesta.

\”Selain itu juga telah lahir sesosok makhluk yang kita sepakati diberi nama \”Bunian\”, keberadaanya akan menjaga pepohonan, sumber-sumber air dan kelestarian alam. Tutur-tutur ini akan menjadi skema pembelajaran di sekolah dasar dan menengah di Tubaba,\” kata dia.

Baca Juga  Harga Pangan Turun, Tubaba Catat Indikasi Deflasi Juli 2026 dengan IPH Minus 2,36

Usai membuka kegiatan, bupati dan ilmuan, seluruh budayawan, seluruh seniman yang berasal dari berbagai negara, dan nasional menuju Lassengok di Tiyuh (Desa) Karta Kecamatan Tulangbawang Udik.

Di titik inilah bupati melakukan Penyiloan (Gerbang) mempersilahkan masuk seluruh tamu yang datang dari seluruh belahan dunia.

\”Penyiloan ini artinya silahkan, kata kata yang disebut orang ketika berada di gerbang. Dan Penyiloan ini oleh Mbah Prapto pada waktu itu disebut sebagai gerbang bumi bagian selatan, dan Keith Miller dari Irlandia mewakili manusia yang berada di bumi bagian utara telah hadir dan memberikan ucapan selamat. Dan secara simbolis juga telah memberikan kerbau kepada masyarakat adat di Tubaba yan menjadi bagian dari peradaban bumi bagian selatan dan kebetulan kita berada di wilayah tropis,\” ulasnya.

Dampak dengan adanya prosesi megalitikum di Lassengok bagi masyarakat, lanjut Umar, untuk menjadi nilai bagi masyarakat sehingga tidak hanya berbicara pada kemajuan tekhnologi yang dikenal dengan 4.0, tentang industri yang maju dan canggih,  akan tetapi sebenarnya masa depan tetap membutuhkan udara yang sehat, makanan yang sehat, butuh lingkungan yang sehat.

Baca Juga  Tubaba Optimis Banper 2.250 Ha Direalisasikan Awal Musim Hujan

\”Olehkarenanya, kita perlu memberikan apresiasi terhadap bagaimana hubungan manusia dengan alam ini,\” ulas pria ramah ini.

Bupati menambahkan, untuk menumbuhkan nilai-nilai ini kepada masyarakat, yang paling efektif melalui jalan pendidikan yakni memberikan nilai ini kepada anak yang masih mengeyam pendidikan di SD dan SMP. Bahkan, upaya ini juga telah dilakukan melalui pendidikan non formal seperti Tubaba Camp, Tubaba Cerdas, Guru Penggerak, Pesantrian Tubaba, dan Sekolah Seni Tubaba,\”Nilai-nilai itu ada Nemen (Bekerja keras), Neddes (Tidak kenal menyerah), Nerimo (Tahan banting), serta nilai kesederhanaan, kesetaraan, dan kelestarian,\” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi dilangsungkan berbagai kegiatan yang berkearifan dan bersentuhan langsung dengan alam diantaranya pelepasan kura-kura, pelepasan bibit ikan di sungai, penanaman bibit kayu dan penyerahan seekor hewan kerbau kepada tokoh adat yang diwakili oleh Herman Artha ketua Federasi Masyarakat Adat Marga Empat Tubaba dan diakhiri dengan Joget Amerta yang diikuti sejumlah tamu mancanegara.(Arie)

Berita Terkait

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan
HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat
Bupati Tubaba: Hilangkan Sekat, Satukan Komando untuk Percepat Pembangunan
Bupati Tubaba: Disiplin Kunci Raih Cita-cita
Naik Vespa Bersama Komunitas Motor, Bupati dan Wakil Warnai Upacara HUT ke-81 RI di Tubaba
Bupati-Wabup Tubaba Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden
Kapolres Tubaba Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Targetkan Rp50 Miliar Berputar di Tiyuh, Tubaba Genjot Permodalan Lewat TubabaQ Berdaya

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:23 WIB

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:25 WIB

Gubernur Lampung Ikuti Upacara Detik Detik Proklamasi Secara Virtual

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Gubernur Lampung, Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat melalui Pembangunan yang Nyata

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Pengusaha Jambi Laporkan Dugaan Penipuan Proyek Fiktif Rp465 Juta ke Polda Lampung

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Konflik PT BSA Memanas, Wahrul Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Putra Jaya Umar, Antara Kebun, Petani, dan Tanggung Jawab Sebagai Wakil Rakyat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pulung Kencana Berseru, Putra Jaya Umar Siap Kawal Jalan hingga Sumur Bor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Peduli Lingkungan, Mahasiswa Universitas Malahayati Edukasi Dasawisma Yosorejo Bikin Ecobrick

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:24 WIB

Tulang Bawang Barat

HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:24 WIB

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 165 | Rabu, 19 Agustus 2026

Rabu, 19 Agu 2026 - 08:09 WIB

Lampung

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:23 WIB