BERBAGI

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) tidak meliburkan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup pemkab setempat dalam situasi merebaknya Virus Corona Desease (Covid-19) di Indonesia. Namun, Pemkab meniadakan apel harian dan mingguan serta rapat-rapat yang mengumpulkan orang ramai sejak 17 Maret 2020 hingga 29 Maret 2020 mendatang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tubaba, Herwan Sahri, SH.M.AP mengatakan Pemkab tidak meliburkan para pegawainya, hanya meniadakan apel dan rapat-rapat hingga 14 hari ke depan. Hal ini dilakukan dalam upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) di Kabupaten tersebut.

“Upaya pencegahan sudah ditindaklanjuti bupati melalui Surat Edaran (SE) Nomor : 100/114/I.01/ TUBABA/2020 tentang pencegahan virus corona di Tubaba,” kata dia kepada Netizenku.com di Kantor Bupati Tubaba, Senin siang (16/3).

Herwan mengatakan, dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di Tubaba tersebut, Pemkab Tubaba telah mengambil langkah-langkah seperti meliburkan kegiatan peserta didik dari tingkat PAUD hingga SMP, dan SMA hingga 14 hari ke depan dengan belajar di rumah, meniadakan apel bagi PNS, tidak memperkenankan ada kumpulan-kumpulan yang mengumpulkan massa banyak, pengerahan massa, dan sebagainya.

Selain itu, lanjut dia, Pemkab Tubaba juga tengah menyiapkan peralatan kesehatan untuk mencegah dan mendeteksi suhu tubuh para pegawai di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup pemkab setempat. Sehingga jika didapatkan pegawai yang suhu tubuhnya hingga 38 derajat celcius akan langsung diisolasi.

“Kita tengah menyiapkan peralatan ini seperti sabun anti septik, masker, dan pengukur suhu tubuh. Ini baru bisa berjalan pada Jumat (20/3) karena barangnya langka dan kita membelinya dari luar daerah, sementara Jumat baru tiba di Tubaba,” papar Herwan.

Untuk menyiasati ditiadakannya rapat-rapat, pihaknya tetap melakukan koordinasi antar satker melalui grup WhatsApps dengan menyampaikan point-point pentingnya, serta kontak person secara langsung.

“Jadi kita manfaatkan IT yang ada yang disesuaikan dengan kondisi wilayah di Tubaba. Sehingga operasional kegiatan pemerintahan tetap jalan, tidak ada yang namanya libur pegawai. Tapi, harapannya para PNS bisa membawa diri dimana kita harus hadir dan dimana kita tidak boleh hadir,” tegasnya.

Sekda menambahkan, untuk pencegahan penyebaran di kalangan masyarakat umum, pihaknya juga telah menginstruksikan kepada seluruh pengurus masjid untuk tidak menggunakan sajadah yang permanen.

“Karpet yang ada untuk dibuka atau disimpan, sementara jamaah masjid untuk membawa sementara membawa sajadahnya masing-masing,” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam surat edaran bupati yang disampaikan kepada kepala OPD, dan Camat se-Tubaba, para pihak diminta untuk melakukan (1) Tidak melaksanakan rapat-rapat, apel dan kegiatan pengumpulan massa, (2) melakukan berbagai kegiatan upaya membatasi penularan virus corona, (3) mengurangi kegiatan di luar rumah dan tempat keramaian.

Selanjutnya, Kepala OPD, Camat, dan seluruh ASN agar tetap melakukan perilaku hidup, bersih,sehat, rajin cuci tangan, makan makanan sehat dan bergizi, serta rutin berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh, (5) jika terjadi gejala gangguan kesehatan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, (6) tingkatkan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, dan (7) camat meneruskan surat edaran ini ke seluruh kepalo tiyuh di wilayah kerja masing-masing. (Arie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here