Tingkat Kepatuhan Prokes Bandarlampung 76-100 Persen

Redaksi

Rabu, 21 Juli 2021 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung membubarkan kerumunan warga di warung angkringan Jalan Pangeran Antasari, Senin (10/5) malam. Foto: Netizenku.com

Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung membubarkan kerumunan warga di warung angkringan Jalan Pangeran Antasari, Senin (10/5) malam. Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandarlampung, Suhardi Syamsi, mengatakan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan sudah cukup baik pada saat sebelum dan sesudah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diterapkan pemerintah pusat.

Pernyataan Suhardi Syamsi didukung data Satgas Penanganan Covid-19 Nasional yang menyebutkan pada periode 12-18 Juli 2021 tingkat kepatuhan memakai masker 76-90% sementara tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan 91-100%.

Satgas Penanganan Covid-19 Nasional membagi wilayah tingkat kepatuhan protokol kesehatan berdasarkan zona yaitu Zona Merah (Tingkat Kepatuhan ≤ 60%), Zona Oranye (Tingkat Kepatuhan 61-75%), Zona Kuning (Tingkat Kepatuhan 76-90%), Zona Hijau (Tingkat Kepatuhan 91-100%).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya pikir sudah cukup baik tapi kita juga tidak boleh menutup mata. Ada memang sebagian kecil yang belum patuh terhadap kebijakan pemerintah,” kata dia di Bandarlampung, Rabu (21/7).

Baca Juga  Rayakan HUT ke-344, Warga Bandar Lampung Sukses Bikin Kota Jadi 'Pelangi' Pagi-Pagi

Suhardi Syamsi mengatakan dalam upaya penegakan disiplin protokol kesehatan, personel Satpol PP selalu mengedepankan cara-cara persuasif dan langkah preventif tapi juga sekaligus mengedepankan rasa humanis.

“Tapi kalau kemudian tidak bisa kita atur ya kita akan berlakukan sesuai peraturan perundang-undangan jika dalam situasi keadaan darurat,” ujar dia.

Kasus Kematian Naik

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, mengatakan meski tingkat kepatuhan protokol kesehatan masyarakat tinggi namun hal itu tidak menurunkan tingkat penularan dan kematian pasien Covid-19.

“Kalau pemakaian protokol kesehatan sudah cukup baik tapi dalam kondisi terkena Covid-19 mereka tidak cepat-cepat ke rumah sakit,” ujar dia.

Edwin Rusli mengatakan pada umumnya masyarakat yang terpapar Covid-19 mendatangi rumah sakit sudah dalam kondisi parah.

“Jadi kadang-kadang tidak tertolong lagi di rumah sakit,” kata dia.

Edwin Rusli Sebut Bandarlampung Zona Merah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, menghadiri acara WASH HCF di Ruang Kirana Lantai II Hotel Whiz Prime, Selasa (6/7). Foto: Netizenku.com

Di samping kondisi pasien Covid-19, lanjut dia, rumah sakit di Bandarlampung juga mengalami situasi kekurangan oksigen dan obat-obatan. Pasokan oksigen ke rumah sakit masih sering terlambat.

Baca Juga  Sidang Paripurna HUT Bandar Lampung Diwarnai Aksi Molor Anggota Dewan

“Kalau obat ada di rumah sakit tapi oksigen jadi kendala. Kita hemat-hemat, ada pasien butuh oksigen 10 liter kita kasih 5 liter, itu kalau rumah sakit sudah mau habis oksigennya. Tapi sebisa mungkin kita tidak melakukan itu kalau misalnya oksigennya sudah ada,” ujar dia.

Pada masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, 21-25 Juli 2021, Dinas Kesehatan juga semakin meningkatkan penelusuran atau tracing terhadap warga yang kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19.

Edwin Rusli mengatakan tingginya penularan Covid-19 di Kota Bandarlampung tidak menutup kemungkinan jika Covid-19 varian Delta sudah menyebar di Lampung.

“Sejauh ini kata Pak Menteri Kesehatan sudah ada varian Delta tapi kalau kita sih belum pernah melakukan penelitian ada Delta atau tidak. Kalau kata menteri sudah ada,” tutup dia.

Sebelumnya Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan pemahaman masyarakat terhadap protokol kesehatan sangat besar dalam keberhasilan menekan kasus selama periode relaksasi perpanjangan PPKM Darurat.

Baca Juga  Bandar Lampung Color Run 2026 Targetkan 2.000 Peserta

“Hal ini bisa menjadi berat karena keberhasilannya bergantung dari seberapa kompak komitmen masyarakat karena Jika hanya sebagian masyarakat yang disiplin, namun sebagian lagi abai, tentunya ini tidak akan berhasil,” kata Prof Wiku dalam konferensi pers virtual terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia, Selasa (20/7) malam.

Prof Wiku meminta pemerintah daerah untuk selalu mengakses data kepatuhan protokol kesehatan di wilayahnya masing-masing yang dapat diakses melalui website resmi pemerintah, covid19.go.id.

“Kepatuhan dapat dipantau hingga tingkat desa atau kelurahan, untuk itu tidak ada lagi alasan bagi pemerintah daerah untuk tidak menindak tegas wilayahnya yang masih termasuk dalam kategori kepatuhan rendah,” ujar dia.

Masyarakat juga diimbau untuk ikut serta memantau agar meningkatkan kewaspadaan diri dan saling mengingatkan. (Josua)

Berita Terkait

Jalan Sehat HUT Bandar Lampung Siapkan Hadiah Rumah dan Mobil
Rayakan HUT ke-344, Warga Bandar Lampung Sukses Bikin Kota Jadi ‘Pelangi’ Pagi-Pagi
Bandar Lampung Color Run 2026 Targetkan 2.000 Peserta
HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Pemuda Panca Marga Raih Penghargaan di Momen Menuju Indonesia Emas
Sidang Paripurna HUT Bandar Lampung Diwarnai Aksi Molor Anggota Dewan
HUT ke-344 Bandar Lampung, Eva Dwiana Fokus Atasi Banjir dan Benahi Infrastruktur
HUT Bandar Lampung ke-344, Wali Kota Eva Dwiana Minta Pemuda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan
Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:17 WIB

Menelisik Jejak Kaki-Tangan Dadan Cs di MBG Lampung

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:19 WIB

Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:39 WIB

Dramaturgi Geleng-Angguk MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:53 WIB

Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:55 WIB

Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”

Rabu, 29 April 2026 - 13:27 WIB

Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Senin, 27 April 2026 - 10:28 WIB

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?

Berita Terbaru

Bandarlampung

Jalan Sehat HUT Bandar Lampung Siapkan Hadiah Rumah dan Mobil

Kamis, 25 Jun 2026 - 13:32 WIB

Lampung Barat

POP III Lampung Barat Jadi Ajang Persiapan Porprov 2026

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:55 WIB

Pringsewu

Pagelaran Budaya Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 di Pringsewu

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:52 WIB

Pringsewu

DWP Pringsewu Gelar Rakor dan Pelatihan Wirausaha

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:50 WIB