Terbakar Meriam Bambu, Bocah di Semaka Meninggal

Redaksi

Selasa, 20 April 2021 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semaka (Netizenku.com): Peristiwa tragis menimpa bocah 7 tahun bernama Aditya Mahendra pelajar SD warga Pekon Soponyono, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Pasalnya setelah dua hari dirawat karena mengalami luka bakar akibat meriam bambu, bocah tersebut meninggal dunia tadi malam Senin (19/4).

Kapolsek Semaka, Iptu Pambudi Raharjo, mengungkapkan peristiwa terbakarnya korban terjadi pada Minggu, 18 April 2021 sekitar pukul 10.00 WIB di Dusun Batuan, Pekon Sukajaya, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, saat korban bermain meriam bambu atau biasa disebut \”long\”.

\”Luka bakar yang diderita korban, pada bagian kaki dan tangan serta dada dan bagian wajah korban atau hampir seluruh bagian tubuh korban, kecuali bagian punggung korban,\” ungkap Iptu Pambudi mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Oni Prasetya SIK, Selasa (20/4).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian pada Minggu tanggal 18 April 2021 pukul 08.30 WIB, korban Aditya Mahendra diajak oleh orang tua angkatnya bernama Khoirudin ke bengkel sepeda motor yang masih kerabatnya di Dusun Batuan, Pekon Sukajaya, Kecamatan Semaka.

Baca Juga  Diduga Ilegal Logging, Polisi Temukan 15 Balok Kayu Sonokeling di Hutan Register 39

Saat Khoirudin bersama mekanik bernama Giri sedang membenahi sepeda motor, kemudian korban diajak bermain oleh anak keponakannya untuk bermain meriam bambu atau biasa disebut long.

Saat bermain meriam bambu berisi minyak tanah, meriam bambu tersebut terpental setelah meledak dan tumpah hingga mengenai tubuh korban, lalu api menyambar mengakibatkan korban terbakar dengan luka bakar yang cukup serius.

Korban Aditya Mahendra sebelumnya sempat dibawa ke RS Panti Secanti Gisting untuk mendapatkan perawatan, namun diberi obat kemudian korban kembali dibawa pulang ke rumah orang tua angkatnya di Pekon Soponyono, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.

Baca Juga  Satu Korban Terseret Ombak di Pantai Muaradua Ditemukan

\”Pada hari Senin 19 April 2021 sekitar pukul 22.30 WIB, korban Aditya Mahendra meninggal dunia di rumah kediaman orang tua angkatnya akibat luka bakar yang dideritanya tersebut,\” jelasnya.

Lanjut Kapolsek, berdasarkan keterangan orang tua angkatnya, bahwa orang tua kandung korban Aditya Mahendra merupakan warga Desa Pagar Dewa, Kabupaten Tulangbawang.

\”Setelah orang tua kandungnya tiba, jenazah korban telah dikebumikan di TPU Pekon Soponyono,\” ujarnya.

Guna mencegah peristiwa tersebut terulang, Kapolsek menghimbau masyarakat untuk memperhatikan anak-anaknya agar tidak bermain meriam sejenis ataupun petasan karena akibatnya sangat merugikan bahkan mengakibatkan kematian.

\”Mari bersama-sama memperhatikan anak-anak kita, jangan bermain meriam bambu ataupun petasan dan sejenisnya,\” imbaunya.

Sementara itu menurut Khairudin selaku orang tua angkat korban, bahwa ia mengajak anak service sepeda motor di tempat keponakannya. Anaknya keponakannya menyambut untuk mengajak bermain dan korban lari ke belakang rumah sehingga tidak terpantau olehnya.

Baca Juga  Pemkab Tanggamus Kembali Salurkan Ribuan Paket Bansos

\”Saya tanya keponakan, dia bermain apa. katanya main petasan dari bambu,\” kata Khairudin di rumah duka.

Lanjutnya, berselang waktu yang agak lama, korban datang meminta pulang. Namun karena pekerjaan belum selesai, sehingga korban kembali ke belakang rumah untuk kembali bermain.

\”Dalam waktu beberapa menit, istri keponakan saya memanggil sambil memekik. Saya lari dari depan ke belakang melihat anak saya sudah penuh api, setelah dipadamkan langsung dibawa ke pihak medis, namun karena jarak yang jauh sehingga dirawat di rumah,\” ujarnya.

Ditambahkannya, korban memang berbadan besar namun umurnya baru menginjak kelas 1 SD, sebelum meninggal ia mengigau diduga badannya kepanasan.

\”Mungkin kepanasan, pas tidur dia ngigau dan tadi malam meninggal,\” tutupnya. (Rapik/len)

Berita Terkait

Bau Busuk, Warga Baros Keluhkan Lambannya Pengangkutan Sampah di TPSS
Jaga Kondusifitas, Polres Tanggamus Gelar Apel Cipkon
PPP-PKS Bersaing Ketat Perebutkan Kursi Legislatif Tanggamus
Diduga Kelelahan Anggota KPPS Kecamatan Airnaningan Meninggal Dunia
Sekda Tanggamus Terima Penghargaan Sistem Merit Pengisian JPT
Beda Pilihan Caleg, Oknum Kakon Airbakoman Tantang Duel Warga
Distribusi Logistik, KPU Tanggamus Prioritaskan Daerah Terisolir
Rutan Kotaagung Ikutkan 10 WBP dalam KBM Pendidikan Kesetaraan

Berita Terkait

Jumat, 1 Maret 2024 - 18:33 WIB

Pelunasan Bipih Tahap Kedua di Buka 13 Hingga 26 Maret, Ini Syarat dan Mekanismenya

Jumat, 1 Maret 2024 - 15:24 WIB

Marindo Resmi Dilantik Jadi Pejabat Bupati Pringsewu

Kamis, 29 Februari 2024 - 17:50 WIB

Pemprov Lampung Gelar Asistensi Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Kamis, 29 Februari 2024 - 17:38 WIB

Gubernur Arinal Minta Maksimalkan PON XXI Sumut-Aceh

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:10 WIB

Puji Dorong JCH Segera Lengkapi Syarat Pelunasan Tahap II

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:05 WIB

Ribuan Peserta Diprediksi Ramaikan Lampung Half Marathon 2024

Selasa, 27 Februari 2024 - 22:42 WIB

Gubernur Arinal Gaet Investor Tingkok

Selasa, 27 Februari 2024 - 15:36 WIB

Pemprov Lampung Rakor Penanganan Dampak Banjir

Berita Terbaru

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, ketika melantik Marindo Kurniawan. Foto: Luki.

Lampung

Marindo Resmi Dilantik Jadi Pejabat Bupati Pringsewu

Jumat, 1 Mar 2024 - 15:24 WIB

Tulang Bawang Barat

Tim Evaluasi Kemendagri Nilai Kinerja Pj Bupati Tubaba Sangat Baik

Jumat, 1 Mar 2024 - 13:09 WIB