Tegas, Gubernur Lampung Segera Tertibkan Perambah TNBBS

Suryani

Minggu, 27 April 2025 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rahmat Mirzani Djausal pada acara Tatap Muka Gubernur Lampung, Foto: Istimewa.

Rahmat Mirzani Djausal pada acara Tatap Muka Gubernur Lampung, Foto: Istimewa.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengunjungi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), tepatnya di Lapangan Balai Dewa, Pekon Suka Marga, Kecamatan Suoh, Lampung Barat pukul 9.00 wib, Minggu (27/4/2025). Gubernur langsung menggelar rapat tertutup.

Lampung Barat (Netizenku.com): Rapat diikuti Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, dan Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, mantan Kepala TNBBS Ismanto serta Bupati Lambar Parosil Mabsus. Diketahui rapat membahas meningkatnya interaksi negatif antara satwa liar dan manusia di kawasan hutan konservasi.

Usai rapat tertutup Gubernur Mirza menggelar dialog bersama warga setempat. Pada kesempatan itu dirinya menyampaikan komitmennya untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kehutanan, dalam menangani persoalan perambahan di TNBBS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terkait kawasan TNBBS yang menjadi pengawasan pemerintah provinsi. Ke depan kita berharap ada kolaborasi yang lebih kuat antara Pemprov dan TNBBS,” ujar Gubernur.

Dalam pemaparannya, Gubernur menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi TNBBS saat ini, di mana perambahan semakin masif. “Dari laporan yang saya terima, saat ini sekitar 7.000 hektare lahan di kawasan TNBBS telah dirambah. Ini tentu sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa sejak zaman nenek moyang, kawasan ini sudah dijaga dan dilindungi. Bahkan, masyarakat di Suoh selama ini telah berperan penting menjaga kelestarian hutan, sehingga mendapat pengakuan dunia sebagai warisan alam yang berharga.

Baca Juga  Mukhlis Basri Perjuangkan Peningkatan Bandara M. Taufiq Kiemas dan Pelabuhan Kuala Stabas di DPR RI

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya perambahan membuka banyak lahan baru yang merusak habitat satwa. Gubernur menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan keseimbangan ekosistem.

“Kalau orang tua kita dulu tahu mana makanan harimau, mana makanan gajah. Sekarang, karena semua dirambah, satwa kehilangan habitat dan sumber makanannya. Ini memperparah konflik antara manusia dan satwa,” jelasnya.

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini tetap menjaga kelestarian alam. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga keselamatan lingkungan, hidup berdampingan dengan alam, dan melestarikan warisan berharga ini.

“Alam telah memberikan banyak kepada kita. Maka, sudah seharusnya kita menjaga dan merawatnya,” tambahnya.

Sementara, Komandan Korem 043/Gatam, Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, menyatakan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Lampung siap mengambil langkah konkret untuk menangani permasalahan perambahan hutan di kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

“Segala langkah dan tindakan akan segera kita bahas dan diskusikan. Dalam waktu dekat, akan ada aksi nyata mulai dari sosialisasi hingga upaya menjaga kawasan hutan dan daerah penyangganya,” tegas Brigjen Rikas dalam pertemuan bersama masyarakat.

Ia menambahkan, TNI akan meminta dukungan penuh dari masyarakat, khususnya di wilayah Suoh dan sekitarnya, untuk ikut terlibat aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Kami akan melibatkan semua pihak, baik dalam operasi perlindungan satwa maupun upaya konservasi lainnya,” lanjutnya.

Baca Juga  Punya Golden Tiket ke Istana, Mukhlis Malah Pilih Upacara Bersama Rakyat

Brigjen Rikas juga mengungkapkan bahwa program penanganan ini akan ditingkatkan ke level provinsi, sehingga kebutuhan operasional seperti jumlah personel, peralatan, hingga logistik dapat dihitung dan dipersiapkan secara maksimal.

“Tentu, kita juga akan mencari solusi agar masyarakat adat yang sudah lama tinggal di kawasan ini tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik, tanpa harus merusak lingkungan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung strategi yang sudah dirancang, serta berharap semua pihak memiliki pemahaman yang sama dalam menjaga keseimbangan alam.

“Insya Allah, setelah kunjungan ini, kegiatan nyata akan segera kita laksanakan. TNI, bersama jajaran pemerintah daerah, siap untuk mengawal dan mendesak pelaksanaan program ini,” tutupnya.

Hal senada disampaikan, Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem alam, khususnya di kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Ia mengingatkan bahwa pemenuhan kebutuhan manusia tidak boleh menjadi alasan untuk merusak lingkungan.

“Kita harus paham bahwa keseimbangan alam harus dijaga. Kadang manusia, demi memenuhi kebutuhan dasar, justru mengganggu keseimbangan itu. Seandainya gajah atau harimau bisa bicara, mereka juga akan mengatakan bahwa mereka hanya berusaha bertahan hidup,” ujar Helmy dalam pertemuan bersama masyarakat.

Ia menekankan, sosialisasi kepada manusia penting dilakukan untuk menjaga kesadaran, namun kepada satwa liar hal tersebut tentu tidak mungkin.

Baca Juga  Dorong Kawasan Kuliner Makin Hidup, Bambang Kusmanto Usulkan Parkir Resmi

“TNBBS ini kawasan khusus, di dalamnya hidup flora dan fauna endemik, yang hanya ada di sini. Jika mereka berkurang, siapa yang harus disalahkan? Kita, manusianya,” tegasnya.

Helmy juga menggambarkan bagaimana kerusakan terjadi: satwa liar seperti harimau yang seharusnya mencari makanan di hutan, kini kesulitan karena habitat mereka diburu dan dirusak. “Kalau pakai bahasa anak muda, siapa yang salah? Manusia atau harimau?” tanyanya retoris.

Menurut Helmy, interaksi negatif antara manusia dan satwa liar di kawasan ini makin sering terjadi akibat perambahan hutan. Karena itu, ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif akan terus dilakukan melalui sosialisasi yang intensif, patroli bersama, serta langkah rehabilitasi kepada warga yang masih bertahan di kawasan terlarang.

“Kita akan melakukan pendekatan yang baik agar masyarakat sadar dan dengan sukarela meninggalkan kawasan. Selain itu, kami juga berharap pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan atau peluang ekonomi alternatif agar masyarakat tetap sejahtera tanpa merusak alam,” tutup Kapolda.

Terpisah, masyarakat Suoh mendukung penuh ada penertiban perambah di Kawasan TNBBS. Sejumlah tokoh masyarakat seperti Darso dari Pekon Srimulyo dan Taksan dari Pekon Gunung Ratu, menyampaikan aspirasi agar pemerintah bertindak tegas terhadap perambah.

“Kami mendukung kebijakan pemerintah tentang perlindungan satwa dan manusia,” kata mereka.(*)

Berita Terkait

Punya Golden Tiket ke Istana, Mukhlis Malah Pilih Upacara Bersama Rakyat
Dorong Kawasan Kuliner Makin Hidup, Bambang Kusmanto Usulkan Parkir Resmi
Reses di Pesisir Barat, Mukhlis Basri Kawal dan Awasi Program Pembangunan APBN
Henry Yosodiningrat Khawatir Keselamatan Tersangka Febri Adriansyah
Mukhlis Basri Perjuangkan Peningkatan Bandara M. Taufiq Kiemas dan Pelabuhan Kuala Stabas di DPR RI
Anak Kembar dari Keluarga Kurang Mampu Asal Krui Lolos ke UI, Mukhlis Basri Berikan Apresiasi Langsung
POP III Lampung Barat Jadi Ajang Persiapan Porprov 2026
Hapkido Lampung Barat Borong 14 Medali pada Try Out Porprov

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Lampung Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Mirzani Dorong IWAPI Hilirisasi Pangan dan Digitalisasi Usaha

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Mikdar Ilyas Minta Bulog dan Dinas Terkait Bergerak Cepat Kendalikan Harga Beras

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Lampung Mulai Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:40 WIB

Ketua PP PMKRI Temui Massa Pati Melawan Jelang Aksi 27 Agustus

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Angkasa Pura Indonesia Siap Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Yozi Rizal Soroti Lemahnya Perhatian Pemprov Lampung terhadap Dunia Sastra

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:55 WIB

203 Titik Hotspot Terdeteksi, Karang Taruna Desa Diminta Waspada Karhutla

Berita Terbaru

Lampung

Lampung Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:26 WIB

Tulang Bawang Barat

Kapolres Tubaba Ajak Pers Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:11 WIB