TBC, Gelagat dan Penanganannya

Redaksi

Minggu, 25 Maret 2018 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku): Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2018, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, gelar aksi simpatik pembagian bunga dan masker bagi pengguna jalan di Bundaran Tugu Adipura, Bandarlampung, Sabtu (24/3).

Juru bicara Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, Asih Hendrastuti mengatakan, selain melakukan aksi simpatik, rencananya akan dilaksanakan seminar kesehatan dengan tema ‘Peduli TBC, Indonesia Sehat’ pada hari Senin (26/3) di Ballroom Bapelkes Provinsi Lampung.

\"\"

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan peringatan HTBS 2018 di Provinsi Lampung ini, dilaksanakan atas kerjasama Dinkes, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Pemerhati Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Saka Bakti Husada Gerakan Pramuka Kwarda Lampung, dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Lampung.

Asih menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mengajak setiap orang turut aktif dalam penanggulangan TBC, melalui pekerjaan dan kegiatan mereka. “Kalau di Indonesia, tema peringatannya diadaptasi menjadi ‘Peduli TBC, Indonesia Sehat dengan Aksi: Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh’ yang kita singkat menajdi TOSS TBC,” paparnya.

\"\"

Asih melanjutkan, di Indonesia diperkirakan terdapat 1.020.000 kasus baru TBC, dan baru sepertiga yang ditemukan dan diobati. “Masih ada yang belum ditemukan atau sudah ditemukan dan diobati namun belum dilaporkan,” ujarnya.

Karena itu, pada hari TBC sedunia ini, perlu ditingkatkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat tentang pentingnya berobat sampai sembuh bagi setiap kasus TBC, agar tidak menularkan penyakitnya pada orang di sekitarnya. “Orang terduga TBC ditandai dengan gejala batuk terus menerus. Seringkali disertai berat badan yang menurun, kadang-kadang sesak napas, dan berkeringat malam hari tanpa melakukan aktivitas,” katanya.

Penularan TBC juga beresiko pada kelompok orang yang tinggal di rumah lingkungan padat, ventilasi dan lantai rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Kondisi seperti ini sering ditemukan di rutan atau lapas, sekolah berasrama, tempat kerja, dan masyarakat yang tinggal di lingkungan padat serta kumuh. Karena itu, upaya penemuan dan pengobatan TBC perlu diupayakan agar mampu menjangkau lingkungan seperti ini. (Aby)

Berita Terkait

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi
DPP ABRI Gelar Pelatihan Paralegal Nasional 2025

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 19:10 WIB

IJP Lampung Jajaki Kolaborasi Promosi Wisata dengan Dinas Pariwisata

Kamis, 2 April 2026 - 19:04 WIB

Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Hadiri Entry Meeting BPK, Tegaskan Komitmen Akuntabilitas

Kamis, 2 April 2026 - 12:24 WIB

BPBD Lampung Siapkan Sistem Peringatan Dini Banjir di Bandarlampung

Rabu, 1 April 2026 - 12:50 WIB

Sekdaprov Lampung Paparkan Strategi Tekan Pengangguran

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:03 WIB

Disnakeswan Lampung Raih Peringkat 2 Kematangan Perangkat Daerah

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:59 WIB

Ketua DPRD Lampung, Ajak Perkuat Gotong Royong di HUT ke-62 Lampung

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:50 WIB

Lampung Usia 62, Pemprov Lampung Tegaskan Arah Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 30 Maret 2026 - 20:08 WIB

Pansus LHP BPK DPRD Lampung Rampungkan Tugas, Soroti Temuan Berulang

Berita Terbaru

Pesawaran

Gandeng BPDLH, Pemkab Pesawaran Perkuat Pembiayaan Petani

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:31 WIB