Tanpa APBD, Lampung Fest 2025 Hadir November!

Suryani

Kamis, 18 September 2025 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Fest 2025 akan digelar pada 11–25 November di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Dengan format baru, festival ini menjadi panggung kolaborasi masyarakat, komunitas kreatif, dan dunia usaha untuk menggerakkan pariwisata Lampung.

Bandarlampung (Netizenku.com): Festival ini tidak hanya menampilkan seni dan budaya, tetapi juga menjadi tonggak awal penerapan program Lampung Boemi Event yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung bersama Forum Lampung Kreatif (FOLK). Menariknya, penyelenggaraan Lampung Fest 2025 sama sekali tidak menggunakan dana APBD.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, mengatakan Lampung Fest hadir sebagai strategi menjawab tantangan pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Salah satu cara mengundang pergerakan wisatawan adalah dengan mengadakan event. Selain itu, kami ingin meningkatkan spent money atau uang yang dibelanjakan wisatawan,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

Bobby menjelaskan, festival ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelaku industri pariwisata, ekonomi kreatif, asosiasi, komunitas, UMKM, BUMN, akademisi, hingga media.

Baca Juga  Eva Dwiana Hadiri Rakor Kepala Daerah Regional Sumatera di Batam

“Semua bersinergi untuk mewujudkan visi-misi Gubernur Lampung. Festival ini sekaligus menjadi festival pertama yang diinisiasi langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal,” tambahnya.

Target 200 Ribu Pengunjung

Lampung Fest 2025 yang berlangsung selama 15 hari ini menargetkan 200 ribu pengunjung.

“Kami berharap sektor kuliner dan musik menjadi yang paling tumbuh dari festival ini, karena dua sektor itu paling dekat dengan masyarakat,” jelas Bobby.

Tanpa APBD, Andalkan Kolaborasi

Bobby menegaskan, Lampung Fest 2025 sama sekali tidak menggunakan APBD. Pembiayaan diambil dari sponsor swasta, skema bagi hasil dengan UMKM, serta tiket konser musik.

“Idealnya memang seperti ini. Pariwisata bisa bergerak tanpa selalu bergantung pada anggaran pemerintah,” katanya.

Ia menambahkan, peran FOLK tidak sekadar teknis, melainkan juga diberi ruang untuk berkreasi.

Baca Juga  Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik

“Konsep besar dan tema tetap dari pemerintah provinsi, tetapi komunitas diberi kebebasan berinovasi. Semangat kolaborasi ini yang kami jadikan ciri khas festival,” tegasnya.

Komunitas Ambil Peran

Ketua FOLK, Riqwan Sahari, menegaskan komunitas hadir untuk menunjukkan bahwa masyarakat bisa berperan nyata dalam pembangunan pariwisata.

“Kami tidak menunggu anggaran pemerintah. Banyak daerah lain seperti Jember, Banyuwangi, Dieng, atau Solo sudah berhasil membuat festival besar tanpa bergantung APBD. Lampung juga bisa,” katanya.

FOLK merupakan wadah anak muda yang aktif menggelar event kuliner dan musik, dengan anggota beragam mulai dari penggiat media sosial, pelaku event, pekerja kreatif, hingga komunitas UMKM.

“Dalam Lampung Fest, hampir semua hal dilakukan bersama oleh anggota FOLK, mulai dari kurasi acara, promosi, pencarian sponsor, sampai pengelolaan stand,” ujar Riqwan.

Menurutnya, indikator keberhasilan festival ini bukan hanya jumlah pengunjung, tetapi juga keterlibatan komunitas dan besaran transaksi ekonomi.

Baca Juga  CCTV Pemkot Dibidik ke Titik Rawan Sampah

“Kami ingin festival ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor. Harapannya, manfaat bisa langsung dirasakan masyarakat, khususnya UMKM kuliner yang selalu mendapat tempat di acara kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, Lampung Fest tidak akan menarik biaya tiket masuk.

“Tidak ada tiket masuk, hanya tiket untuk konser musik saja,” terang Riqwan.

Harapan dan Visi

Bagi FOLK, Lampung Fest 2025 bukan sekadar pesta rakyat, tetapi pembuktian bahwa masyarakat mampu menggelar acara besar dengan daya dukung sendiri.

“Kami ingin diakui bahwa komunitas juga bisa mengadakan acara yang dilakukan oleh, dari, dan untuk masyarakat. Jika Lampung Fest sukses, kami siap terlibat lagi di event-event lain,” kata Ale.

Penyelenggaraan Lampung Fest 2025 dipandang sebagai momentum penting untuk menata pariwisata Lampung berbasis kolaborasi.

“Festival ini diharapkan bukan hanya pesta budaya, melainkan model baru pariwisata Lampung yang bertumpu pada kolaborasi masyarakat,” pungkas Riqwan. (Rls)

Berita Terkait

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:45 WIB

Disdik Lampung Perkuat Pengawasan Siswa Cegah Keterlibatan Narkoba

Rabu, 30 September 2026 - 13:30 WIB

Pemprov Lampung Permudah Peminjaman Aset melalui Aplikasi SIMASTER

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WIB

NTB Studi Tiru Program Desaku Maju di Lampung

Selasa, 29 September 2026 - 19:54 WIB

Gubernur Mirza, Kebersamaan Jadi Kekuatan Pembangunan Lampung Barat

Selasa, 29 September 2026 - 17:59 WIB

RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Teknologi DSA untuk Perkuat Layanan Stroke

Selasa, 29 September 2026 - 11:06 WIB

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara

Senin, 28 September 2026 - 18:31 WIB

DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Rabu, 30 Sep 2026 - 20:05 WIB