oleh

Tanggamus Cegah Stunting Lewat Program CERDAS Isi Piringku

Bandarlampung (Netizenku.com): Danone Indonesia bersama Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) dan satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) Kabupaten Tanggamus meluncurkan program edukasi “Isi Piringku” yang terangkum dalam Kelas Cegah Stunting dari Rumah dan Sekolah (CERDAS) di Tanggamus.

Program ini merupakan upaya bersama untuk mencegah stunting atau gizi kronis pada anak di daerah setempat. Dalam rangkaian program CERDAS dilakukan TOT atau Training of Trainers.

TOT Diversifikasi Metode Pengajaran, Pendidikan Parenting, Pengetahuan Gizi, PHBS dilaksanakan di Hotel 21, Tanggamus, mulai 21-22 September 2021 dan diikuti 20 guru PAUD yang mewakili 20 kecamatan yang ada di Tanggamus.

Direktur YKWS, Febrilia Ekawati, mengatakan program TOT menjadi salah satu program peningkatan kualitas tenaga pendidik PAUD yang nantinya dijadikan trainers, yang akan mengedukasi baik orang tua siswa atau pun lembaga pendidikan usia dini.

Baca Juga  Tanggamus Perpanjang Kerja dan Belajar dari Rumah Hingga 22 April

Febrilia menyampaikan trainers yang menjadi mentor pada TOT ini adalah psikolog dari Universitas Muhammadiyah Lampung, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus.

Febrilia Ekawati dalam sambutannya mengapresiasi peserta TOT dan menyampaikan bahwa pencegahan stunting menjadi tugas bersama.

“Program CERDAS diharapkan dapat menjadi gerakan bersama sehingga pencegahan stunting di Kabupaten Tanggamus dapat berjalan maksimal,” kata dia, Rabu (22/9).

Tanggamus Cegah Stunting Lewat Program CERDAS Isi Piringku
Peserta TOT Diversifikasi Metode Pengajaran, Pendidikan Parenting, Pengetahuan Gizi, PHBS di Hotel 21, Tanggamus, 21-22 September 2021. Foto: Netizenku.com

Pada pertemuan pertama, traininer yang menjadi mentor adalah Setriani M.Psi yang merupakan psikolog anak dan sekaligus Dekan dari Universitas Muhammadiyah Lampung.

Trainer menyampaikan pentingnya pendidikan yang dilakukan oleh orang tua untuk anaknya serta memahami gejala yang ada sebagai parameter perkembangan anak.

Sementara Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga menyampaikan pentingnya gizi yang baik bagi tumbuh kembang anak.

Baca Juga  World Bank: Sembilan Juta Anak Indonesia \'Stunting\'

Di hari kedua kegiatan TOT, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus menjelaskan stunting dan bagaimana peran tenaga pendidik dalam pencegahan stunting di sekolah, khususnya lembaga PAUD.

Kemudian Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus menyampaikan peran guru dalam membuat metode pengajaran yang ramah otak serta menggali kemampuan anak melalui pendidikan Holistik.

Febrilia berharap setelah mengikuti TOT ini, peserta mampu menjadi leader bagi pencegahan stunting di Kabupaten Tanggamus.

“Selain itu juga, TOT ini menjadi inisiasi bagi terbentuknya sinergisitas antara HIMPAUDI, IGRA dan IGTKI Kabupaten Tanggamus dengan pemerintah daerah setempat,” ujar dia.

Febrilia menjelaskan Kabupaten Tanggamus masih menjadi salah satu daerah dengan kasus stunting tinggi di Indonesia. Sampai tahun 2021 terdapat 26 pekon/desa dari 9 kecamatan di Tanggamus yang menjadi locus stunting.

Stunting adalah kondisi anak yang memiliki tinggi badan tidak sesuai dengan usianya. Stunting dapat terjadi karena kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Baca Juga  Warga Tanjungbegelung Sewa Ekskavator Keruk Material Longsor

Stunting juga disebabkan karena pola asuh yang salah, penyakit bawaan dan perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang baik.

Sementara, sanitasi adalah faktor sensitif yang menyebabkan stunting pada anak. Perilaku bersih dan sehat, pengolahan makanan dan minuman yang sehat, dan kebersihan lingkungan menjadi sangat penting bagi kesehatan anak.

“Stunting pada anak usia dini perlu mendapatkan perhatian khusus karena menyebabkan buruknya kemampuan kognitif, terhambatnya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan status kesehatan serta rendahnya produktivitas,” kata dia.

Untuk itu, lanjut Febrilia, intervensi melalui peningkatan pemahaman akan pentingnya konsumsi gizi seimbang, metode pengajaran di sekolah, pendidikan parenting, dan perilaku hidup sehat menjadi hal yang krusial. (Josua)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *