Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, mulai memperkuat pendidikan finansial bagi generasi muda dari lingkungan sekolah. Salah satunya melalui Gerakan Simpanan Pelajar (SimPel) yang diarahkan tidak hanya untuk mendorong kebiasaan menabung, tetapi juga membentuk karakter pelajar agar disiplin dan mampu mengelola keuangan sejak dini.
Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Gerakan tersebut secara resmi diluncurkan melalui kegiatan Launching dan Sosialisasi Gerakan Simpanan Pelajar (SimPel) di SMP Negeri 7 Tubaba, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tubaba, Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H., mewakili Bupati Tubaba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah semakin kompleksnya tantangan ekonomi, edukasi mengenai pengelolaan uang dinilai penting diberikan sejak usia sekolah. Pelajar tidak hanya perlu didorong untuk memiliki tabungan, tetapi juga memahami bagaimana mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Asisten II Tubaba, Eri Budi Santoso mengatakan, Gerakan SimPel harus dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam membentuk kualitas sumber daya manusia.
“Gerakan Simpanan Pelajar bukan sekadar membuka rekening tabungan, tetapi merupakan upaya membangun budaya disiplin, tanggung jawab, dan perencanaan keuangan sejak dini. Kami berharap para pelajar di Tubaba dapat memanfaatkan program ini sebagai bekal dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Eri.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menyisihkan sebagian uang saku secara rutin dapat menjadi fondasi penting bagi terbentuknya pola pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar edukasi literasi keuangan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam keseharian siswa melalui kebiasaan menabung dan mengelola uang secara bijak.
Pemkab Tubaba juga menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran finansial generasi muda. Kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan sektor perbankan diperlukan agar pelajar mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai pentingnya pengelolaan keuangan.
Melalui program SimPel, peserta diperkenalkan dengan manfaat menabung, tata cara pembukaan rekening, serta pentingnya menyisihkan uang secara rutin.
Eri menegaskan, sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan.
Generasi muda yang memiliki literasi keuangan, kata dia, akan lebih siap mengambil keputusan finansial secara bijak dan memiliki bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Gerakan SimPel pada akhirnya diarahkan untuk mengubah kebiasaan kecil menjadi budaya positif.
“Uang saku yang selama ini habis untuk kebutuhan harian diharapkan sebagian dapat disisihkan secara konsisten sebagai tabungan,” pungkasnya.
Editor : Arie








