Suprapto Suryodarmo, Penggagas Sharing Time Megalitic Millennium Art Tubaba Wafat

Redaksi

Minggu, 29 Desember 2019 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Suprapto Suryodarmo (74) penggagas Sharing Time Megalitic Millennium Art Tubaba wafat pada Minggu (29/12) sekitar pukul 02.00 dini hari di rumah sakit dr Oen Solo.

Gagasan tersebut berawal pada April 2019 lalu, Mbah Prapto mengunjungi Tubaba, bersama murid-muridnya dari Spanyol dan Hongaria dan kemudian mengajak murid-murid Sekolah Seni Tubaba untuk latihan joget Amerta di Ulluan Nughik (Rumah Baduy), sempat pula membuat showcase di Berugo Cottage bersama Alexander Gebe dan Edhitiya Rio.

Dalam kunjungan itu pula terjadi percakapan dengan Bupati Tubaba, Umar Ahmad untuk membuat satu event yang merefleksikan persoalan manusia, lingkungan dan masa depan sebuah kota. Kemudian event itu diberi nama “Sharing Time: Megalitic Millennium Art”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Kabar duka ini sangat memukul kami, bagaimana tidak pada malam harinya kami masih berbincang soal perhelatan budaya lewat pesan Whatsapp. Pesan dengan substansi yang sama  disampaikan pula kepada Bupati Tubaba, Umar Ahmad. Dan ternyata merupakan pesan terakhirnya.\” terang Semi Ikra Anggara Direktur Sharing Time: Megalitic Millennium Art Tubaba, kepada netizenku.com, Minggu (29/12) pukul 15.23 Wib.

Terkait rencana kegiatan sharing time: Megalitic Millennium Art Tubaba, kata Semi, gelaran bertaraf internasional ini, rencananya akan dihelat pada tanggal 22-26 Januari 2020 di sejumlah venue: Kota Ulluan Nughik, Berugo Cottage dan Las Sengok.

Baca Juga  Pramuka Tubaba Diminta Jadi Teladan, Bupati Novriwan Soroti Pangan, Disiplin, dan Penanganan Sampah Plastik

Sebelum gelaran tersebut penggagas acara ini Suprapto Suryodarmo akan memberikan workshop joget amerta kepada warga Tubaba dan murid-muridnya yang berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Jepang dan sejumlah seniman yang akan hadir dari sekiataran Lampung, workshop khusus tersebut sedianya digelar pada tanggal 10-20 Januari 2020.

\”Event akan dibagi ke dalam tiga kategori, sarsehan, workshop dan pertunjukan. Diharapkan dari ketiga kategori acara tersebut setiap penyaji dan audiens bisa saling berbagi dan saling menginspirasi. Direncanakan remaja Tubaba juga akan menjadi pembicara dalam salah satu sarasehan, kita akan mendengarkan bagaimana kota yang ideal di masa depan menurut pendapat kaum millenial,\” terangnya.

Hingga saat ini, sejumlah penyaji yang dipastikan akan hadir dalam event tersebut yakni Keith Miller (Inggris), Andy Burnham (Inggris),Diane Butler (Amerika Serikat), Ari Rudenko (Amerika Serikat), Peter Chin (Kanada), Riyanto (Jepang), Katsura Kan (Jepang), Margit Galanter (Amerika Serikat), Frances Rosario (Amerika Serikat), Mara Poliak (Amerika Serikat), Betina Mainz, Rudolfo Mertig dan Sbastian Mainz Mertig (Jerman) dan  Anna Thu Schmidt (Jerman).

Baca Juga  Pemkab Tubaba Matangkan 11 Raperda Propemperda 2026

Sedangkan dari Indonesia akan hadir Tisna Sanjaya (Bandung), Arif Yudi (Majalengka), Halilintar Latief (Makassar), Rizaldi Siagian (Jakarta), Transpiosa Riomandha (Yogyakarta), Daniel Oscar Baskoro (New York/ Yogyakarta), Alexander Gebe (Lampung), Dantori (Lampung), Dian Anggraini (Lampung), Agus Sangisu (Lampung) dan Edhitia Rio ( Lampung).

\”Pejabat negara yang rencananya hadir adalah Hilmar Farid (Dirjen Kemendikbud Republik Indonesia), sementara Duta Besar Denmark, Rasmus Kristensen, diundang untuk berbagi tentang keberhasilan Denmark dalam mengembangkan teknologi Terbarukan,\” ujarnya.

Menurut Semi, Suprapto Suryodarmo adalah maestro seni pertunjukan Indonesia yang dikenal secara luas, meskipun publik tidak melihatnya sebagai penari atau koreografer dalam pengertian konvensial. Tapi gerakan kebudayaan “Joget Amerta” menginspirasi banyak orang dari lintas profesi: penari, perupa, dramawan, arkeolog hingga ahli matematika. Joget Amerta adalah gerak improvisasi bebas yang mengikuti alam bawah sadar, setiap subjek merasuk ke dalam interior dirinya tapi juga sekaligus membuat komunikasi harmonis dengan alam sekitarnya.

\”Secara esensi Joget Amerta adalah menyelaraskan tubuh, mnyeimbangkan hubungan dengan manusia, alam dan Tuhan. Sepintas gerakan-gerakan dalam Joget Amerta seperti gerak mimesis keseharian, demikian sederhana tanpa tendensi,\” kata dia.

Jejaring internasional Mbah Prapto bermula pada festival Pantomim di Jerman pada tahun 1982, bersama maestro Sardono W Kusumo beliau menampilkan satu pementasan. Pada forum ini pula bertemu dengan para pelaku seni gerak bebas dari seluruh dunia, sejak itu dia aktif memberikan workshop di berbagai belahan dunia, dari Australia, Asia, Eropa hingga Amerika.

Baca Juga  BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Pemkab Tubaba Ingatkan Warga Jangan Tergiur Hasil Instan

Pada tahun 1986 beliau mendirikan Padepokan Lemah Putih, sebuah ruang publik bagi pertemuan seniman atau siapa saja pada seni gerak improvisasi dan khususnya Joget Amerta.  Program bernama “Srawung Seni Candi” salah satunya digelar di Candi Sukuh, mempertemukan berbagai seniman dan lintas profesi dari seluruh dunia untuk saling berbagi metode latihan dan pementasan.

Umar Ahmad mengucapkan turut bela sungkawa yang mendalam atas kepergian mbah Suprapto Suryodarmo tersebut.

\”Beliau merupakan tokoh budayawan nasional yang patut di jadikan cerminan bagi setiap seniman yang ada di Indonesia,\” kata bupati.

Selain merasa kehilangan sosok inspiratif, Umar juga berharap mudah-mudahan hanya raganya mbah prapto saja yang terpisah dari kita semua, sedangkan untuk ide-ide pikiran nya akan tetap ada untuk kita lanjutkan.

\”Kami berharap ke depan muncul generasi baru yang melanjutkan tradisi karya beliau sekaligus memperkaya karya itu,\” tuturnya.(Arie)

Berita Terkait

Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027
TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga
Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba
Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027
DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Senin, 28 September 2026 - 15:31 WIB

Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Jumat, 25 September 2026 - 18:42 WIB

ASDP Bakauheni Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 23 September 2026 - 20:40 WIB

PWI Lampung Selatan Jenguk Sodu Sinaga, Beri Dukungan di Masa Pemulihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan 5,71 Persen, Egi Dorong Dampaknya Dirasakan Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 12:11 WIB

Kejari Lampung Selatan Tetapkan Yayasan Bussaina sebagai Wali Sah Delapan Anak

Selasa, 15 September 2026 - 11:55 WIB

Pemkab Lamsel Dorong Jurnalis Televisi Perkuat Profesionalisme dan Jurnalisme Positif

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB

Pringsewu

6.149 SKCK Diterbitkan Polres Pringsewu hingga September 2026

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:52 WIB