oleh

ST MMA Embrio Tubaba ke Masa Depan

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Sharing Time:Megalithic Millennium Art diharapkan menjadi embrio dunia dalam membangun Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) ke masa depan.

\”Semoga dengan kedatangan penggiat seni dan budayawan dari berbagai negara ke Tubaba menjadikan jejaring ini semakin lebih besar. Nantinya, tidak lagi hanya jejaring yang berbicara soal seni dan budaya tetapi akan berbicara soal ekologi, praktisi lingkungan, praktisi pangan. Karena bicara soal masa depan itu yang soal pangan, soal lingkungan, dan alam,\” kata Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad, SP saat menutup secara resmi kegiatan ST:MMA di Taman Budaya Kota Uluan Nughik, di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Minggu (26/1) sekitar pukul 08.00 WIb.

Dan rangkaian kegiatan ini telah berlangsung sejak Rabu (22/1) lalu. Tubaba telah membuka diri bagi siapa saja boleh masuk, siapa saja boleh ikut membangun baik dari dalam maupun luar negeri, kata bupati, sebab pintu Tubaba sudah kami copot , sehingga semua boleh keluar masuk kapan saja.

Baca Juga  Nunik Kagumi Kreatifitas dan Totalitas Pembangunan Tubaba

Umar berharap, kedatangan orang-orang baik yang berasal dari manca negara dan nasional ini dapat mengedukasi masyarakat akan pentingnya berbudaya dan menjaga kelestarian alam, dan bagaiamana mengharmonikan kembali hubungan manusia dengan alam semesta.

\”Jadi harapannya kedepan bukan moment (kegiatan) yang berkesinambungan tetapi fikiran masyarakat Tubaba yang berkesinambungan, lebih terbuka, dan bebas berekspresi. Sebab, pondasi awalnya kegiatan ini adalah bagaimana mengedukasi atau mendidik masyarakat Tubaba,\” harap Umar yang telah memimpin Tubaba sejak 2014 silam.

Selama lima hari, kata bupati, kita sudah bersama dengan diiringi matahari yang berputar di wilayah Tubaba. Bahkan, masyarakat Tubaba dan dunia sudah memberi tanda, tanda hubungan antara manusia dan alam, yakni di Las Sengok yang berada Tiyuh (Desa) Karta Kecamatan Tulang Bawang Udik, tidak hanya itu dalam moment tersebut seperti ada keajaiban alam, yang mana terdapat suatu awan seperti menari-nari di atas Las Sengok, dan itu menyerupai batu yang kita letakkan di tempat tersebut.

Baca Juga  Kecamatan Lambu Kibang Bakal Jadi Sentra Bambu dan Eko Wisata

Umar pun berterima kasih kepada peserta dan tamu undangan yang telah hadir mengikuti rangkaian kegiatan ST:MMA yang berisi sarasehan, workshop, dan pementasan seni budaya, dengan melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri. Umar juga menyampaikan ucapan selamat kepada salah satu peserta dari Rusia yang selama berada di Tubaba mendapatkan kesan positif dan menjadi mualaf memeluk Agama Islam.

“Atas nama pemerintah dan warga masyarakat Tubaba kepada teman-teman yang sudah hadir dari seluruh dunia kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Dan, selamat kepada Moris karena kemarin di komplek makam Minak Patih Pejurit Minak Kemala Bumi telah memeluk Islam, sekali lagi selamat dan mudah-mudahan konsisten,” kata Umar.

Baca Juga  DLH Tubaba Segera Benahi Permasalahan Sampah Pasar

Sementara, pada pembukaan ST:MMA Rabu (22/1) lalu, Umar Ahmad mengatakan Tubaba memiliki visi besar dan ini direspon mendiang Mbah Suprapto Suryodarmo dengan mengajak seluruh ilmuan, seluruh budayawan, seluruh seniman yang berasal dari seluruh dunia hadir ke Tubaba dalam merespon  menjadikan Tubaba khususnya Kota Uluan Nughik sebagai Kota Budaya yang berbasis ekologi,\”Kita akan menjadikan Tubaba khususnya Kota Uluan Nughik sebagai Kota Budaya yang berbasis ekologi, dalam memperkuat itu kita telah menyusun langkah dan strategi,\” kata Umar dalam sambutan saat membuka kegiatan pada Rabu (22/1) lalu.

Menurut Umar, Sharing Time Megalithic Millennium Art ini digagas hasil berdiskusi dengan Alm. Mbah Prapto Suryodarmo, bahkan beliau menggagas satu titik tanda hasil kegiatan ini yang akan menjadi kenangan untuk masa-masa yang akan datang dengan menempatkan batu-batu besar (Megalitik) dengan penempatan berbentuk rasi bintang di Lassegok (Hutan Larangan).(Arie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *