ST MMA Embrio Tubaba ke Masa Depan

Redaksi

Minggu, 26 Januari 2020 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Sharing Time:Megalithic Millennium Art diharapkan menjadi embrio dunia dalam membangun Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) ke masa depan.

\”Semoga dengan kedatangan penggiat seni dan budayawan dari berbagai negara ke Tubaba menjadikan jejaring ini semakin lebih besar. Nantinya, tidak lagi hanya jejaring yang berbicara soal seni dan budaya tetapi akan berbicara soal ekologi, praktisi lingkungan, praktisi pangan. Karena bicara soal masa depan itu yang soal pangan, soal lingkungan, dan alam,\” kata Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad, SP saat menutup secara resmi kegiatan ST:MMA di Taman Budaya Kota Uluan Nughik, di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Minggu (26/1) sekitar pukul 08.00 WIb.

Dan rangkaian kegiatan ini telah berlangsung sejak Rabu (22/1) lalu. Tubaba telah membuka diri bagi siapa saja boleh masuk, siapa saja boleh ikut membangun baik dari dalam maupun luar negeri, kata bupati, sebab pintu Tubaba sudah kami copot , sehingga semua boleh keluar masuk kapan saja.

Baca Juga  Kapolres Tubaba Ungkap Capaian Penanganan Kamtibmas Selama 2025

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Umar berharap, kedatangan orang-orang baik yang berasal dari manca negara dan nasional ini dapat mengedukasi masyarakat akan pentingnya berbudaya dan menjaga kelestarian alam, dan bagaiamana mengharmonikan kembali hubungan manusia dengan alam semesta.

\”Jadi harapannya kedepan bukan moment (kegiatan) yang berkesinambungan tetapi fikiran masyarakat Tubaba yang berkesinambungan, lebih terbuka, dan bebas berekspresi. Sebab, pondasi awalnya kegiatan ini adalah bagaimana mengedukasi atau mendidik masyarakat Tubaba,\” harap Umar yang telah memimpin Tubaba sejak 2014 silam.

Selama lima hari, kata bupati, kita sudah bersama dengan diiringi matahari yang berputar di wilayah Tubaba. Bahkan, masyarakat Tubaba dan dunia sudah memberi tanda, tanda hubungan antara manusia dan alam, yakni di Las Sengok yang berada Tiyuh (Desa) Karta Kecamatan Tulang Bawang Udik, tidak hanya itu dalam moment tersebut seperti ada keajaiban alam, yang mana terdapat suatu awan seperti menari-nari di atas Las Sengok, dan itu menyerupai batu yang kita letakkan di tempat tersebut.

Baca Juga  Pemkab Tubaba Gelar Rakor KMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Umar pun berterima kasih kepada peserta dan tamu undangan yang telah hadir mengikuti rangkaian kegiatan ST:MMA yang berisi sarasehan, workshop, dan pementasan seni budaya, dengan melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri. Umar juga menyampaikan ucapan selamat kepada salah satu peserta dari Rusia yang selama berada di Tubaba mendapatkan kesan positif dan menjadi mualaf memeluk Agama Islam.

“Atas nama pemerintah dan warga masyarakat Tubaba kepada teman-teman yang sudah hadir dari seluruh dunia kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Dan, selamat kepada Moris karena kemarin di komplek makam Minak Patih Pejurit Minak Kemala Bumi telah memeluk Islam, sekali lagi selamat dan mudah-mudahan konsisten,” kata Umar.

Baca Juga  Kejari Tubaba Naikkan Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Revolving Sapi ke Pidsus

Sementara, pada pembukaan ST:MMA Rabu (22/1) lalu, Umar Ahmad mengatakan Tubaba memiliki visi besar dan ini direspon mendiang Mbah Suprapto Suryodarmo dengan mengajak seluruh ilmuan, seluruh budayawan, seluruh seniman yang berasal dari seluruh dunia hadir ke Tubaba dalam merespon  menjadikan Tubaba khususnya Kota Uluan Nughik sebagai Kota Budaya yang berbasis ekologi,\”Kita akan menjadikan Tubaba khususnya Kota Uluan Nughik sebagai Kota Budaya yang berbasis ekologi, dalam memperkuat itu kita telah menyusun langkah dan strategi,\” kata Umar dalam sambutan saat membuka kegiatan pada Rabu (22/1) lalu.

Menurut Umar, Sharing Time Megalithic Millennium Art ini digagas hasil berdiskusi dengan Alm. Mbah Prapto Suryodarmo, bahkan beliau menggagas satu titik tanda hasil kegiatan ini yang akan menjadi kenangan untuk masa-masa yang akan datang dengan menempatkan batu-batu besar (Megalitik) dengan penempatan berbentuk rasi bintang di Lassegok (Hutan Larangan).(Arie)

Berita Terkait

Wabup Tubaba Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan
Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu
Polres Tubaba Tangkap Tiga Perampok di Tiyuh Daya Asri
Forkopimda Tubaba Ikuti Rakornas 2026 di Bogor
Kecamatan Tumijajar Gelar Musrenbang, Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan
Pemkab Tubaba Gelar Rakor KMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
DPC PDIP Tubaba Gelar Musancab, Target 10 Kursi Pemilu 2029
Joko Kuncoro Resmi Pimpin NasDem Tubaba Periode 2025-2029

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:18 WIB

Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Korupsi Kegiatan Bimtek Aparatur Desa Pringsewu

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:13 WIB

Safari Ramadhan Jadi Momentum Sinergi Pemprov dan Pringsewu

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:30 WIB

Pemkab Pringsewu Awali Safari Ramadan 2026 di Kecamatan Ambarawa

Senin, 23 Februari 2026 - 19:27 WIB

Polres Pringsewu Raih Penghargaan Perlindungan Anak

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:03 WIB

Bupati Pringsewu Paparkan Capaian Satu Tahun Kepemimpinan pada Buka Bersama Insan Pers

Jumat, 20 Februari 2026 - 06:46 WIB

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:55 WIB

Berkas Lengkap, Tersangka Jambret Di pringsewu Dilimpahkan Polisi ke JPU

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:54 WIB

Pemkab Pringsewu dan BAPANAS Gelar Rakor Satgas Saber Harga

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Wabup Tubaba Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan

Rabu, 25 Feb 2026 - 22:31 WIB