oleh

Setelah 4 Jam Aksi, Ini Janji Dekan Ushuluddin

Bandarlampung (Netizenku): Setelah melakukan aksi selama 4 jam, akhirnya Dekan Fakultas Ushuluddin, UIN Raden Intan Lampung, Arsyad Shobi Kesuma, menemui ratusan massa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Penyelamat Psikologi Islam (AMPPI), sekiranya pada pukul 12.00 WIB.

Dalam pertemuan di halaman Rektorat UIN Lampung itu, Arsyad berjanji akan mengurus segala administrasi terkait akreditasi Program Studi (Prodi) Psikologi Islam. Dan dirinya menjanjikan akan merampungkan utusan itu hingga pada bulan Juni 2018.

Baca Juga  Transisi Status Kampus Jadi Alasan Ijazah UIN tak Terdaftar di Forlap Dikti

\”Kami berjanji pada bulan Juni, akreditasi Psikologi Islam sudah kelar. Dan saya pun akan menandatangani statement saya ini di atas materai, untuk bukti jikalau kemudian hari kami tidak bekerja. Mahasiswa silahkan pantau pekerjaan kami,\” kata dia.

Sebelum ditemui oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Ratusan mahasiswa lakukan unjuk rasa di depan Gedung Dekanat Fakultas Ushuluddin, UIN Raden Intan Lampung pada pagi hari, dimulai pukul 08.00 WIB.

Baca Juga  Sebanyak 2.971 Peserta Lolos SBMPTN ITERA

Massa yang tergabung dalam AMPPI itu, menuntut pihak fakultas untuk mengurus akreditasi Prodi Psikologi Islam, yang hingga kini belum memiliki kejelasan.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Mansur Efendi mengatakan, Prodi Psikologi Islam yang telah berumur hampir 4 tahun itu, hingga kini minim fasilitas.

\”Tuntutan yang paling penting dalam aksi ini adalah akreditasi yang hingga kini masih belum memiliki kejelasan. Kemudian, sejak tahun 2014 saat saya menjadi angkatan pertama di Prodi ini, fasilitas pendukung perkuliahan masih saja minim, dan tidak ada perubahan yang signifikan,\” kata dia.

Baca Juga  Dongkrak Riset, Itera Launching Program Penelitian 2021

Walaupun diguyur oleh gerimis, ratusan massa tersebut tetap antusias untuk menyampaikan aspirasinya. Tampak para mahasiswa kompak mengenakan seragam hitam-hitam.

\”Ini adalah kabar duka untuk Fakultas Ushuluddin. Seragam ini merupakan simbol dari kekecewaan kami, yang setiap harinya harus belajar dengan dikelilingi rasa keresahan,\” tutupnya.(Agis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *