oleh

Satpol PP-Damkar Tubaba Tagih Gaji, Sekda Ngaku Kerampokan

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Tuntut Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) bayar gaji dan tunjangan, petugas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) kabupaten setempat gerudug ruang sekdakab Tubaba, Senin (9/12) sekitar pukul 09.00 Wib.

Aksi menuntut pembayaran gaji dan tunjangan bulan Januari 2019, 320 anggota Satpol PP dan Damkar tersebut dimulai dengan berjalan kaki secara rombongan dari ruangan kantor Satpol PP di lantai I menuju ruang sekdakab Tubaba yang berada di lantai II kantor bupati dan terdengar teriakan bayar gaji kami.

Rodiyanto, salahsatu anggota Satpol-PP dan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Tubaba, mengatakan aksi tersebut menuntut jawaban tegas dari pemerintah daerah terkait gaji dan tunjangan mereka untuk Bulan Januari 2019 yang belum mereka terima.

\”Kami mau menanyakan perihal gaji yang belum keluar untuk Bulan Januari 2019 yang belum keluar sedangkan sekarang ini sudah masuk akhir tahun, untuk itulah kami menanyakan titik terang apakah gaji bulan satu itu masih ada harapan akan keluar apa tidak,\” kata Rodi usai dari ruangan sekda bersama dua kawannya, Senin (9/12).

Baca Juga  Umar Ahmad: Jangan-jangan Kita Ini yang Berkebutuhan Khusus

Rodi menjelaskan, berdasarkan hasil pertemuannya dengan Sekda mewaliki Satpol PP di Tubaba bersama dua anggota lain Agusta Irawan dan Adil S, gaji dan tunjangan tersebut tidak bisa dibayarkan Pemkab Tubaba.

\”Sudah bertemu sekda, kata beliau gaji Januari 2019 tidak bisa dibayar karena duitnya hilang, kalau pemkab mengajukan kembali itu menyalahi aturan,\” terangnya.

Dia menambahkan, terkait tidak dapat dibayarkan gaji tersebut, pihaknya berharap kepada Sekda dan Kasatpol PP dapat menyampaikan kepada seluruh anggota SatpolPP dan petugas Damkar secara langsung.

\”Kami tidak mau menyampaikan secara langsung. Tapi kami minta Pak Sekda dan kasat yang menyampaikan kepada para anggota,\” tukasnya.

Sementera Sekretaris Daerah Kabupaten Tubaba, Herwan Sahri, SH.M.AP mengaku hari ini tidak ada aksi para anggota Satpol PP yang menanyakan soal gaji tersebut.

\”Tidak ada cuma tadi yang ribut-ribut di luar saya suruh ke dalam, mereka tidak berani. Tadi ada yang masuk ke ruangan saya mereka mencari pak Kasat dan memang kebetulan dia di ruangan,\” kata dia.

Baca Juga  Pemkab Tubaba Lakukan Sidak Kepatuhan Prokes OPD

Terkait soal gaji anggota Satpol PP dan Damkar Bulan Januari 2019 yang belum terbayarkan, hal itu sudah menjadi tanggungjawab Manaf (bendahara Satpol PP). Sebab, pemkab sudah menganggarkan dana tersebut namun lantaran keteledoran Manaf dana tersebut hilang diambil maling.

\”Pemda sudah menganggarkan pembayaran itu, dirampok orang dan yang salah, Manaf bawa uang ratusan juta kok tidak dikawal polisi. Jika pemkab menganggarkan ulang itu menyalahi aturan dan ini hasil konsultasi dengan BPKP. Jadi kalau mau tagih, tagih sama Manaf,\” tukas sekda.

Sekda mengaku hingga saat ini, Manaf belum menyerahkan dana sepeserpun kepada pemerintah daerah untuk membayar gaji anggota Satpol PP dan Damkar Tubaba bulan Januari 2019. Sementara hasil penelusuran Tim Pertimbangan Tuntuan Perbendaharaan-Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR) yang diketuai sekda, sisa gaji Manaf perbulan hanya Rp11.500 dan tidak memiliki aset yang bisa disita untuk dijual.

Baca Juga  33 Pejabat Tubaba Dirolling

\”Keputusan tim TP-TGR Manaf harus mengganti dan dia sudah membuat pernyataan di atas materai siap bayar. Sampai saat ini 0 rupiah, gajinya saja 11.500 kalau ngandalin potong gaji bisa 350 tahun baru lunas, sementara dia tidak memilik aset, rumah saja dibangun di atas tanah saudaranya,\” paparnya.

Diketahui, dana senilai Rp355 juta yang akan dibayarkan untuk gaji Satpol PP dan Damkar Tubaba bulan Januari 2019, raib digondol sekawanan pencuri dari dalam mobil Manaf di salahsatu tempat fotokopi di Tiyuh Pulung Kencana usai ia mencairkan dari Bank Lampung di tiyuh tersebut pada Jumat 15 Februari 2019 silam sekitar pukul 15.22 Wib.

Bahkan, pelakunya sudah tertangkap aparat kepolisian setelah beraksi di wilayah hukum Polres Lampung Utara pada Juli 2019 lalu.(Arie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *