Bandarlampung (Netizenku.com): Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung mengatakan bahwa sasaran makro daerah itu pada 2022 telah terpenuhi.
“Jadi untuk capaian sasaran makro Provinsi Lampung tahun 2022 rata-rata telah tercapai semua dari 11 indikator kerja makro, hanya dua indikator yang tidak terpenuhi,” ujar Kepala Bappeda Provinsi Lampung Mulyadi Irsan, Minggu (12/3).
Ia menjelaskan 11 indikator kinerja makro tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi dengan target pada perubahan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) sebesar 3,5-5 persen, capaian pada 2022 yakni sebesar Rp4,28 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lalu untuk target PDRB per kapita ADHB Rp42-43 juta tercapai Rp45,1 juta. Tingkat kemiskinan dari target 11,9-12,4 persen telah terealisasi 11,44 persen pada September 2022. Untuk struktur PDRB terbesar dari sektor pertanian sebesar 27,90 persen, industri pengolahan 18,55 persen dan perdagangan 13,20 persen,” katanya.
Dia melanjutkan untuk indeks pembangunan manusia telah tercapai 70,45 dari target 70-70,3, sedangkan indeks gini dari target 0,308-0,324 telah tercapai 0,313.
“Nilai tukar petani juga tercapai dengan relaksasi 104,3 dari target 103, pertumbuhan PAD dari target 5 tercapai 13,63. Kemantapan jalan provinsi dari 76 persen tercapai 76,602 persen, emosi gas rumah kaca capaian 2022 sebesar 8,88 dari target 6,915,” ucapnya.
Lalu untuk indikator kinerja makro yang belum terpenuhi adalah inflasi dengan capaian 2022 sebesar 5,51 persen dari target 3,0 plus minus 1, dan tingkat pengangguran terbuka target 4,3-4,4 persen ketercapaian 4,52 persen.
“Dengan tercapainya indikator kinerja makro tersebut, akan terus dicoba untuk membuat perencanaan pengembangan yang inklusif dan terbangun secara linier, sehingga ketika satu indikator meningkat maka semua meningkat. Jangan sampai satu indikator naik satu lagi turun,” tambahnya. (Luki)








