Sejak 2022 hingga 2025, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengalokasikan lebih dari Rp6,5 miliar untuk program beasiswa Politeknik Tunas Garuda. Namun, sekitar Rp2,6 miliar dari total anggaran tersebut tidak terserap dan kembali ke kas daerah.
Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Politeknik Tunas Garuda merupakan perguruan tinggi milik perusahaan gula raksasa di Lampung, Sugar Group Companies (SGC), yang berdiri sejak 2019.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Nurkholis, didampingi Analis Kebijakan Muda Yusrizal, menjelaskan anggaran beasiswa ini ditujukan bagi warga Tubaba yang tidak mampu atau berprestasi, baik akademik maupun nonakademik. Seluruh dana disalurkan langsung ke rekening mahasiswa penerima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penerima beasiswa wajib melampirkan surat keterangan tidak mampu dari kepala tiyuh dan bukti KTP warga Tubaba, atau sertifikat prestasi untuk jalur nonakademik,” kata Yusrizal, Rabu (13/8/2025).
Nurkholis merinci, anggaran beasiswa yang dialokasikan yakni sekitar Rp1 miliar pada 2022, lebih dari Rp1,6 miliar pada 2023, Rp1,898 miliar pada 2024, dan Rp2,185 miliar pada 2025. Realisasi penyerapan selama empat tahun hanya mencapai Rp3,91 miliar.
Rincian serapan anggaran per angkatan adalah sebagai berikut:
- Angkatan pertama (20 mahasiswa): Semester 1–2 tahun 2022 Rp633,34 juta; Semester 3 tahun 2023 Rp316,668 juta; Semester 4 tahun 2024 Rp316,668 juta; Semester 5 tahun 2025 Rp300,834 juta. Total Rp1,567 miliar.
- Angkatan kedua (24 mahasiswa): Semester 1 tahun 2023 Rp380,001 juta; Semester 2 tahun 2024 Rp380,001 juta; Semester 3–4 tahun 2025 Rp760,003 juta. Total Rp1,520 miliar.
- Angkatan ketiga (26 mahasiswa): Semester 1–2 tahun 2025 Rp823,336 juta.
“Tahun ini, Pemkab Tubaba meluluskan 19 mahasiswa Politeknik Tunas Garuda yang selanjutnya akan bekerja di SGC sesuai perjanjian kerja sama,” ujar Nurkholis. (*)








