Ribuan Perawat se-Lampung Demo di Kantor Gubernur

Redaksi

Kamis, 26 April 2018 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Ribuan perawat perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Lampung kembali menggelar aksi menuntut proses hukum terkait penganiayaan perawat Instalasi Gawat Darutat (IGD) Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUDAM) Ferry, agar segera dilaksanakan.

Menurut Kepala Bagian Humas RSUDAM, Akhmad Sapri, aksi ini merupakan bentuk protes dan tuntutan perawat kepada pemerintahan karena terkesan mengabaikan proses hukum Ferry.

\"\"

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Ya, ini ada ribuan perawat perwakilan dari 15 kabupaten/kota yang ikut dalam aksi ini. Mereka semua hadir karena 1 tujuan, yaitu menyegerakan proses hukum soal penganiayaan Ferry dan menginginkan adanya perlindungan melalui undang-undang dalam pelaksanaan tugas perawat,\” paparnya kepada Netizenku.com saat ditemui di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur, Kamis (26/4).

Ia menambahkan, meskipun terdapat ribuan perawat yang sedang aksi, namun pelayanan di lembaga kesehatan tetap berlangsung.

Baca Juga  IJP Lampung Pelajari Strategi Komunikasi Publik Jawa Barat dan Pola Kemitraan Media

\”Benar memang ada ribuan yang hadir disini, tapi mereka adalah perawat yang jadwal kerjanya sore dan malam, yang dapat shift pagi tidak kami perbolehkan hadir. Kami tidak akan mengabaikan tugas utama kami yaitu memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat,\” tegas Sapri.

\"\"

Dalam orasinya, salah satu perawat dari rumah sakit Tulang Bawang, Ivo mengatakan, dalam melaksanakan tugas, perawat memiliki prosedur tersendiri. \”Jadi kalau masyarakat gak suka antri, jangan perawat yang dipukuli. Kami bertugas melayani bukan samsak sasaran pukul,\” tegasnya.

Baca Juga  Emado’s Perluas Jaringan, Lampung Jadi Cabang ke-99

Sementara itu, salah satu peserta aksi dari Pringsewu Siska mengatakan, ia bersama teman-temannya hadir kesini untuk aksi solidaritas kepada Ferry yang terkena penganiayaan oleh keluarga pasien. \”Bukan hanya kami dari Pringsewu tapi dari seluruh Lampung hadir disini untuk aksi solidaritas ini. Kami hanya tidak ingin lagi was-was dalam melaksanakan tugas pelayanan,\” tandasnya. (Aby)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik
Emado’s Perluas Jaringan, Lampung Jadi Cabang ke-99
Kwarcab Pesawaran Serahkan Dana Bumbung Kemanusiaan ke Kwarda Lampung
Pemprov Lampung Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Triga Lampung Tagih Tanggung Jawab Menteri ATR/BPN soal HGU SGC
3.000 Bibit Kopi-Kakao Dibagikan, Menko Zulkifli Hasan Minta Petani Jaga Gunung Rajabasa
IJP Lampung Pelajari Strategi Komunikasi Publik Jawa Barat dan Pola Kemitraan Media

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 15:55 WIB

Pengangkatan Petugas MBG Jadi Pegawai Negara, DPRD Lampung Soroti Nasib Guru Honorer

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:34 WIB

PKB Tetapkan Chusnunia sebagai Ketua DPW Lampung 2026–2031

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:52 WIB

Pemprov Lampung Siapkan PKN Tingkat II 2026

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:06 WIB

Kominfo dan PPPA Lampung Perkuat Sinergi PUSPAGA

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:35 WIB

DPRD Lampung Dukung Rencana Pabrik Rokok HS di Lampung Timur

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:59 WIB

HGU SGC Dicabut, Triga Lampung, Negara Harus Pastikan Tak Ada Kelebihan Lahan

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:52 WIB

Yozi Rizal Minta Pemerintah Pusat Transparan soal Pencabutan HGU Anak Usaha SGC di Lampung

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:41 WIB

Rokok Ilegal Marak, DPRD Lampung Dorong Penindakan Menyeluruh

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Imigrasi Kalianda Gelar Syukuran Hari Bakti ke-76

Senin, 26 Jan 2026 - 18:48 WIB