Roberth Rouw menjelaskan kerugian tersebut ditimbulkan karena tidak tercapainya target pembangunan sambungan rumah oleh PDAM Way Rilau.
“Menurut kami perlu harus diluruskan, ke depan, tidak boleh terjadi seperti itu. Harus dievaluasi lagi, apalagi negara ini dalam kondisi Covid-19, keuangannya sangat memprihatinkan,” ujar dia.
Roberth Rouw berjanji poin-poin permasalahan tersebut akan menjadi catatan khusus dalam rapat komisi bersama pemerintah.
“Kerugian itu sama-sama kita tangani karena air adalah sumber kehidupan masyarakat,” tutup dia.
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana berharap SPAM Bandarlampung bisa menyalurkan air bersih ke seluruh masyarakat.
“Mungkin kemarin miskomunikasi, yang penting sekarang uneg-uneg dari pemerintah kota sudah diterima,” kata dia.
Direktur PDAM Way Rilau, Suhendar Zuber, menambahkan SPAM Bandarlampung sebagai proyek strategis nasional dibiayai oleh APBN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, air minum.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya








