Prabowo soal Partai Demokrat Main \’Dua Kaki\’: Itu \’Digoreng\’

Redaksi

Kamis, 13 September 2018 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertemu SBY dan AHY, Rabu, 12/9/2018 - (Foto: detikcom)

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertemu SBY dan AHY, Rabu, 12/9/2018 - (Foto: detikcom)

Lampung (Netizenku.com): Soal banyaknya anggapan Demokrat seakan-akan berpolitik dua kaki di Pilpres 2019, bakal calon presiden Prabowo Subianto tak mau ambil pusing.

Prabowo menyebut sudah ada klarifikasi atas dugaan itu dan tetap yakin Demokrat tetap solid bersama koalisi.

\”Saya kira itu media yang ingin membesar-besarkan. Sudah ada banyak klarifikasi saya kira,\” kata Prabowo saat ditanya ulang mengenai kesan politik dua kaki Demokrat, setelah bertemu dengan SBY di kediaman SBY, Jl Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Saya kira kalau bahasa sekarang itu \’digoreng\’. Terserah Anda-lah memberi karangannya, mau pedas, mau asam, santai saja,\” imbuhnya.

Sementara itu, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan posisi Demokrat yang solid untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

\”Saya tambahkan setiap partai punya kedaulatan, Partai Demokrat juga punya urusan internal, biarkan kami yang membahasnya dengan baik sesuai mekanisme dan kelaziman yang di partai kami. Yang jelas, tidak berubah sampai hari ini insyaallah sampai akhir masa ini kampanye Pemilu 2019, Partai Demokrat akan bersama-sama pasangan Prabowo dan Sandi untuk menyukseskan beliau mengantarkan beliau ini menjadi pemimpin yang amanah,\” ujar AHY dalam jumpa pers yang sama.

SBY Jurkam

Bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membahas penyusunan tim sukses (timses) Pilpres 2019 bersama Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SBY akan menjadi juru kampanye, sedangkan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, masuk jajaran dewan pembina (wanbin) timses.

\”Posisi akhir dengan saya, (AHY) dewan pembina. Pak SBY beliau minta jadi jurkam. Karena beliau posisinya sudah nggak ada, sudah di atas. Kalau Godfather itu ada di atas, yang penting dilihat kan aku datang ke sini terus. Nggak usah tanya-tanya lagi, beliau itu mentor saya,\” ujar Prabowo seusai pertemuan di kediaman SBY, Jl Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu.

Prabowo mengatakan dalam pertemuan itu juga dibahas strategi pemenangan serta tema yang diusung dalam kampanye Pilpres 2019. Prabowo menegaskan koalisinya solid.

\”Tentunya langkah-langkah yang harus seimbang antara perjuangan di pemilihan presiden karena memang ini serentak. Partai-partai juga harus berjuang untuk legislatif dan tentunya keberhasilan suatu pemerintahan di eksekutif tentunya ditentukan juga oleh dukungan legislatif yang kuat. Jadi saya kira ini yang harus kita cari sinerginya dan kita alhamdulillah sudah mendapat suatu gambaran bagaimana kita akan melangkah ke depan, saya kira intinya itu,\” sambungnya.

Selain itu, Prabowo menyebut timses akan berfokus pada kampanye soal ekonomi rakyat. Prabowo menyebut kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini penuh beban. Karena itu, menurutnya, dibutuhkan tim ekonomi yang kuat.

\”Karena itu, saya sudah minta juga perkuatan dari para anggota Partai Demokrat yang sudah pengalaman di bidang ekonomi, yang punya pengalaman pemerintahan, dan punya pengalaman pengelolaan ekonomi untuk membantu tim pakar saya dan pasangan saya, Sandiaga,\” paparnya.

\”Kita ingin benar-benar punya satu tim yang sangat kuat di bidang pengelolaan ekonomi karena ekonomi ini sekarang yang menjadi masalah bangsa kita. Ekonomi ini sekarang sumber daripada segala ancaman kepada masa depan bangsa kita. Saya kira ini yang harus benar-benar serius,\” imbuh Prabowo. (dtc/lan)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:09 WIB

Pemprov Lampung Percepat Integrasi Lampung In, Fokus SAIBARA dan SP4N LAPOR

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:11 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:34 WIB

Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:05 WIB

FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:39 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:04 WIB

DPRD Lampung Dukung Transformasi Taksi Listrik

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:51 WIB

Pemprov Lampung Tebar 50 Ribu Benih Ikan dan Bersih Bersih di PKOR Way Halim

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:55 WIB

Ketua DPRD Lampung Hadiri Pembukaan Kejuaraan Tinju Amatir

Berita Terbaru

Petugas menunjukkan barang bukti senjata api dalam rilis kasus perampokan Rp800 juta di Mapolres Tubaba, Jumat (20/2/2026). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:43 WIB

Tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) uang Rp800 juta di Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat, Jumat (20/2/2026).  Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polres Tubaba Tangkap Tiga Perampok di Tiyuh Daya Asri

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:43 WIB

Petugas mengevakuasi jasad Aditya yang ditemukan di pinggir Sungai Way Tebu, Dusun 4 Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Pringsewu, Kamis (19/2/2026). Foto: Reza/NK.

Pringsewu

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Jumat, 20 Feb 2026 - 06:46 WIB