Polemik Petani Garap Hutan Kawasan, Mukhlis Basri Sayangkan Arogansi Aparat

Leni Marlina

Minggu, 9 Maret 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri. (Ist/NK)

Anggota DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri. (Ist/NK)

Liwa (Netizenku.com): Seruan dari aparat agar warga yang mencari nafkah di hutan kawasan, untuk segera meninggalkan wilayah yang mereka garap, merupakan sikap yang arogan, tidak mempunyai jiwa memanusiakan manusia.

Hal tersebut disayangkan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mukhlis Basri. Kata dia, terlalu naif kalau seorang aparat yang notebene sebagai pemerintah, tidak mempunyai rasa kemanusiaan, terhadap warga petani yang sangat terpaksa menggarap hutan kawasan.

Baca Juga  SMAN 1 Liwa Ditarget Masuk Lima Besar Sekolah Unggulan di Lampung

“Kita apalagi sebagai pemerintah harus mempunyai jiwa kemanusiaan dengan “memanusiakan manusia”, jangan bersikap arogan terhadap rakyat, bahkan sebaliknya harus dibela, dengan solusi terbaik, kalau memang harus direlokasi dengan penempatan yang layak,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Mukhlis memberikan contoh bahwa di Lampung sekitar tahun 1994 pernah melakukan transmigrasi lokal, yang salah satu tujuannya Kabupaten Lampung Barat, ternyata gagal, jadi jangan sampai terulang kembali.

Baca Juga  Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

“Sekitar tahun 1994 ribuan warga dari wilayah Lampung Selatan direlokasi ke Lampung Barat dan Lampung Utara saat itu, faktanya program tersebut gagal, karena tidak ada kehidupan pada lokasi yang disiapkan pemerintah, sementara mereka sudah meninggalkan lahan produktif yang mereka garap selama ini,” jelasnya.

Maka Mukhlis berharap, bagi siapapun terutama unsur pemerintah, mengutamakan kebersamaan, dengan melakukan konsolidasi, antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, TNI, Polri, TNBBS dan Kementerian Kehutanan.

Baca Juga  Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

“Bertemu dulu semua unsur, mencarikan solusi terbaik, yang diprakarsai oleh unsur pemerintah, baik TNI, Polri, Pemda, TNBBS, Kementerian Kehutanan, sehingga hal-hal sensitif yang berpotensi menimbulkan konflik sosial tidak disampaikan dengan liar,” kata Mukhlis bahwa pihaknya mendukung pemerintah Prabowo yang akan mengembalikan fungsi HPH yang telah habis izin garapnya. (Iwan)

Berita Terkait

Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029
Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas
Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi
Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi
Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan
Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum
KPN Sai Betik Lampung Barat: Tanpa Rapat, Tanpa Sepakat Iuran Naik Seenaknya
Pemkab Lambar Siap Terapkan WFH Setiap Jumat, Tunggu Aturan Resmi

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:03 WIB

Giri Akbar, Kunjungan Wapres Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:55 WIB

Koperasi IJP Gandeng Kelompok Tani Lampung Timur Kembangkan Magot Bernilai Ekonomi

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:29 WIB

DPRD Lampung Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:45 WIB

Jalan Mulus hingga Perbatasan, Gubernur Lampung Resmikan Groundbreaking Ruas Brabasan-Wiralaga

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:27 WIB

Kasus HIV di Lampung Meningkat, DPRD Lampung Desak Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pencegahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:44 WIB

Inovasi RMDku, Cara Lampung Dongkrak Akurasi IPM

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:47 WIB

Sekber Konstituen Dewan Pers Segera Gelar Sarasehan “Lampung Mau Dibawa Ke Mana?”

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pupuk Subsidi Mandek di Lampung Tengah, Miswan Rody Endus Permainan Kotor Oknum

Berita Terbaru

Celoteh

Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:53 WIB

Pringsewu

468 Jamaah Haji Pringsewu Resmi Diberangkatkan

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:31 WIB

Lainnya

Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:51 WIB