Perempuan Sebay Lampung Edukasi Mitigasi Bencana Berbasis Gender

Redaksi

Kamis, 3 Februari 2022 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok. Solidaritas Perempuan Sebay Lampung

Foto: Dok. Solidaritas Perempuan Sebay Lampung

Bandarlampung (Netizenku.com): Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki kerentanan bencana geologi maupun bencana hidrometereologi yang tinggi, baik karena faktor alami, masifnya kerusakan ekologi, maupun perubahan iklim.

Tingginya potensi bencana ini perlu diimbangi dengan kesiapan masyarakatnya dalam menghadapi bencana untuk mengurangi jumlah korban jiwa maupun dampak lanjutan bencana.

Atas kesadaran itu, Solidaritas Perempuan Sebay Lampung menggelar Training Pemetaan Risiko Bencana dan Workshop Membangun Sistem Mitigasi dan Adaptasi Bencana Bagi Perempuan komunitas di Lampung pada 27 hingga 30 Januari 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini diikuti oleh 20 perempuan komunitas dari empat wilayah di Lampung, yakni Sidodadi, Padang Cermin, Cungkeng, dan Sukaraja serta difasilitasi oleh Mukri Friatna yang merupakan praktisi kebencanaan yang berpengalaman di bidangnya.

Baca Juga  Bedah Rumah Lampung Naik Jadi 13.276 Unit, Pemprov Dorong Percepatan Hunian Baru untuk MBR

“Empat wilayah yang dipilih ini memiliki potensi bencana yang tinggi sebab letak geografisnya yang berada di antara laut dan daratan dengan kontur berbukit di sekitar Sesar Semangko, Gunung Krakatau, dan lempeng Megathrust,” kata Ketua Badan Eksekutif Sebay Lampung, Armayanti Sanusi, dalam siaran pers yang diterima Netizenku, Kamis (3/2).

Selain itu, wilayah-wilayah tersebut juga mengalami banjir rob dengan frekuensi serta tingkat keparahan yang terus memburuk dari sebelumnya serta banjir bandang dan longsor akibat perubahan iklim.

Melalui kegiatan ini diharapkan perempuan dapat memahami potensi bencana di wilayahnya dan memelopori gerakan pengurangan risiko bencana di komunitasnya masing-masing.

Di samping itu, lanjut dia, perempuan sebagai kelompok rentan juga diharapkan dapat bertahan dalam situasi bencana dengan memahami penanganan bencana yang tepat sesuai kebutuhannya untuk meminimalisir dampak bencana.

Baca Juga  PDI Perjuangan Lampung Selatan Bagikan Masker dan Bentuk Tim Mitigasi Gunung Anak Krakatau

Armayanti Sanusi menyatakan bahwa peran gender yang tidak seimbang di dalam keluarga dan masyarakat membuat perempuan menjadi terbatas dalam mengakses informasi untuk perkembangan pengetahuannya, terutama terkait bencana.

“Kondisi inilah yang memperburuk situasi perempuan saat bencana terjadi,” ujar dia.

Lebih jauh, dalam penanganan bencana yang dilakukan di berbagai daerah, Solidaritas Perempuan Sebay Lampung menemukan perempuan lebih rentan mengalami dampak khusus yang tidak dirasakan entitas masyarakat lainnya seperti penyakit-penyakit yang menyerang organ reproduksi perempuan, kekerasan seksual, hingga kemiskinan yang menyebabkan perempuan terjebak dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), prostitusi, dan sebagainya.

Oleh karenanya, selain mendorong pemerintah untuk menyiapkan kebijakan dan sistem penanggulangan bencana yang memperhatikan kebutuhan khusus perempuan, Solidaritas Perempuan Sebay Lampung juga merasa penting untuk memperkuat kapasitas perempuan yang berangkat dari pengalaman dan pengetahuannya agar dapat secara mandiri melakukan mitigasi dan adaptasi sebagai upaya mengurangi dampak bencana.

Baca Juga  405 ASN Pemprov Lampung Dilantik, Gen Z Didorong Jadi Energi Baru Birokrasi

Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari ini, perempuan mempelajari konsep dasar bencana, manajemen bencana, melakukan pemetaan ancaman bencana, hingga belajar mengolah data menjadi satu dokumen peta ancaman risiko bencana.

“Perempuan juga diajak untuk menggali pengetahuan lokal sebagai upaya mitigasi bencana melalui simulasi lapangan serta strategi adaptasi bencana yang efektif,” kata dia.

Solidaritas Perempuan Sebay Lampung juga berharap hal serupa dapat dilakukan secara lebih luas oleh pemerintah dengan melibatkan perempuan dan kelompok rentan lainnya agar terbangun masyarakat siaga bencana di Provinsi Lampung. (Josua)

Berita Terkait

Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
Budiman AS Minta Kapolda Baru Lanjutkan Pemberantasan Narkoba di Lampung
Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi
Batin Wulan Lantik Pengurus PMI Kota Metro 2026–2031, Tekankan Kesiapsiagaan Bencana
Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026
Gubernur Lampung Dorong Tahura WAR Jadi Destinasi Unggulan Ekowisata Lampung
Gubernur Lampung Dorong ASITA Travel Fair 2026 Perkuat Konektivitas Wisata Lampung-Malaysia

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Batin Wulan Lantik Pengurus PMI Kota Metro 2026–2031, Tekankan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Gubernur Lampung Dorong Tahura WAR Jadi Destinasi Unggulan Ekowisata Lampung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Lampung Dorong ASITA Travel Fair 2026 Perkuat Konektivitas Wisata Lampung-Malaysia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas dan Penguatan Ekonomi Desa di Lampung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Iwan Mursalin

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:49 WIB

Lampung Selatan

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi

Kamis, 15 Okt 2026 - 13:45 WIB