Perdana, Tunas Baru Lampung Ekspor Biodiesel 20 Ribu Ton ke China

Redaksi

Rabu, 29 Agustus 2018 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Jakarta (Netizenku.com): Emiten perkebunan PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) mendapatkan permintaan ekspor biodiesel perdana sejumlah 20.000 ton.

Biodiesel adalah bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, turunan tumbuh-tumbuhan yang banyak tumbuh di Indonesia seperti kelapa sawit, kelapa, kemiri, jarak pagar, nyamplung, kapok, kacang tanah dan masih banyak lagi.

Wakil Presiden Direktur TBLA Sudarmo Tasmin menyampaikan, perusahaan mendapatkan order ekspor biodiesel perdana dari China sejumlah 20.000 ton pada 2018.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengiriman awal sebesar 10.000 ton sudah dilakukan pada bulan ini.

\”Kami sudah memulai ekspor biodiesel ke China. Perusahaan juga melihat potensi pasar dari negara lain seperti Taiwan, Korea, dan Thailand,\” tuturnya di Gedung BEI, Selasa (28/8/2018).

Baca Juga  Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan

Menurutnya, ada kemungkinan permintaan biodiesel global meningkat seiring dengan memanasnya harga minyak global.

Namun demikian, perusahaan akan lebih fokus melakukan penetrasi bisnis biodiesel ke pasar domestik.

Pemerintah juga menggencarkan program B20, sehingga dapat mengatrol permintaan biodiesel.

Di sisi lain, sentimen ini dapat meningkatkan permintaan minyak sawit sebagai bahan baku, sekaligus harganya di tingkat global.

\”Biasanya produksi CPO memuncak pada periode Oktober-Desember, sehingga harga CPO tertekan. Program B20 juga diharapkan dapat mengantisipasi penurunan harga,\” ujarnya.

Pada saat ini, perseroan baru memiliki 1 pabrik biodiesel di Lampung dengan kapasitas produksi 300.000 ton per tahun.

Baca Juga  Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan

Utilisasinya baru mencapai 40% karena menyesuaikan dengan volume permintaan, sehingga produksi diestimasi sejumlah 120.000 ton.

Selain dari China, pada semester II/2018 TBLA mendapat permintaan biodiesel dari Pertamina sebanyak 26.000 ton.

Sebelumnya, pada semester I/2018, BUMN itu membeli biodiesel perseroan sejumlah 60.000 ton.

Per Juni 2018, pendapatan entitas Sungai Budi Group ini terkoreksi 5,69% year-on-year (yoy)menjadi Rp4 triliun dari sebelumnya Rp4,24 triliun.

Kontribusi pendapatan dari biodiesel mencapai 9%.

Sudarmo menyampaikan, sampai akhir 2018, diharapkan kontribusi biodiesel terhadap keseluruhan pendapatan dapat mencapai 15%-20%, seiring dengan peningkatan permintaan dari program B20.

Baca Juga  Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur

Selain dari biodiesel, perusahaan akan memacu pendapatan dari sejumlah produk hilir sawit.

Adapun, penjualan CPO dan minyak kernel (PKO) hanya berkontribusi 5% dan 6% terhadap total pemasukan TBLA.

\”Kontribusi CPO kecil, karena kami lebih memacu bisnis di sektor hilir dengan marjin yang lebih bagus,\” ujarnya.

Bila permintaan biodiesel kian meningkat, perusahaan dapat memacu utilisasi pabrik di Lampung hingga 80%.

Selain itu, pabrik kelapa sawit (PKS) di Palembang dan Surabaya dapat ditambah mesin biodiesel sehingga kapasitas produksi dapat meningkat tiga kali lipat menjadi 900.000 ton per tahun. (bis/lan)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah
Hotel Lampung Ramai Lagi, Tapi Tamu Cuma Singgah Sebentar

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:09 WIB

Pemprov Lampung Percepat Integrasi Lampung In, Fokus SAIBARA dan SP4N LAPOR

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:11 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:34 WIB

Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:05 WIB

FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:39 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:04 WIB

DPRD Lampung Dukung Transformasi Taksi Listrik

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:51 WIB

Pemprov Lampung Tebar 50 Ribu Benih Ikan dan Bersih Bersih di PKOR Way Halim

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:55 WIB

Ketua DPRD Lampung Hadiri Pembukaan Kejuaraan Tinju Amatir

Berita Terbaru

Petugas menunjukkan barang bukti senjata api dalam rilis kasus perampokan Rp800 juta di Mapolres Tubaba, Jumat (20/2/2026). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:43 WIB

Tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) uang Rp800 juta di Tiyuh Daya Asri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat, Jumat (20/2/2026).  Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polres Tubaba Tangkap Tiga Perampok di Tiyuh Daya Asri

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:43 WIB

Petugas mengevakuasi jasad Aditya yang ditemukan di pinggir Sungai Way Tebu, Dusun 4 Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Pringsewu, Kamis (19/2/2026). Foto: Reza/NK.

Pringsewu

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Jumat, 20 Feb 2026 - 06:46 WIB