Penyadap Karet PTPN Waylima Keluhkan Kerja Malam Tak Manusiawi

Soheh

Rabu, 29 Oktober 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pekerja borongan atau penderes di perkebunan karet milik PTPN I Regional VII Waylima, Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengeluhkan sistem kerja baru yang dinilai tidak manusiawi.

Pesawaran (Netizenku.com): Mereka kini diwajibkan bekerja sejak malam hingga siang hari, berbeda dari sebelumnya yang hanya dilakukan pada pagi hingga siang hari.

Salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut.

Baca Juga  PPL bersama Petani Desa Bernung Rayakan Swasembada Pangan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat tidak setuju dengan sistem kerja yang diterapkan pihak PTPN saat ini. Sekarang kami harus bekerja malam hari, padahal biasanya mulai pagi dan selesai tengah hari,” ujarnya kepada wartawan Netizenku.com, Selasa (28/10/2025).

Ia menambahkan, para pekerja juga mendapat ancaman akan dipindahkan ke luar daerah jika menolak aturan baru itu.

Baca Juga  Konflik Agraria Way Lima Memanas, Masyarakat Adat Tantang PTPN I

“Kalau kami tidak mau kerja malam, katanya kami akan dipindahkan ke Palembang. Kami hanya ingin sistem kerja kembali seperti semula,” tambahnya.

Akibat perubahan jadwal kerja tersebut, para penderes terpaksa bermalam di area perkebunan.

“Karena aturan itu, kami bersama pekerja lain mau tidak mau harus tidur di kebun karet. Jujur kami sangat tersiksa,” keluhnya.

Baca Juga  DPRD Pesawaran Tolak Pemanfaatan Lahan Sekolah untuk Program KMP

Para pekerja berharap manajemen PTPN dapat meninjau kembali kebijakan tersebut agar kondisi kerja menjadi lebih manusiawi dan tidak memberatkan buruh penderes.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PTPN I Regional VII Waylima belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan para pekerja. (*)

Berita Terkait

Dua Siswa di Pesawaran Dihentikan MBG Usai Orang Tua Kritik Program
Konflik Agraria Way Lima Memanas, Masyarakat Adat Tantang PTPN I
Diduga Bermasalah, FOKAL Soroti Proyek Irigasi BBWS Mesuji Sekampung
PPL bersama Petani Desa Bernung Rayakan Swasembada Pangan
DPRD Pesawaran Pertanyakan Kejelasan Status KMP
DPRD Pesawaran Tolak Pemanfaatan Lahan Sekolah untuk Program KMP
DPD NasDem Pesawaran Rayakan HUT ke-14 dengan Semangat Kebersamaan
Insentif RT di Pesawaran Pakai Dana Desa, AMP Angkat Bicara

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:02 WIB

Pemprov Lampung Luruskan Isu Supply–Demand Daging Sapi

Senin, 2 Februari 2026 - 21:18 WIB

Triga Lampung Temui Kemenhan, Bahas Keberlanjutan Lahan Tebu Eks SGC

Senin, 2 Februari 2026 - 17:28 WIB

Kempeskan Ban Mobil Mahasiswa, Anggota DPRD Lampung Terancam Sidang Etik

Senin, 2 Februari 2026 - 13:53 WIB

KONI Lampung Intensif Pantau Atlet Berprestasi Jelang PON 2028 dan Persiapan Tuan Rumah PON 2032

Senin, 2 Februari 2026 - 13:38 WIB

KONI Riau Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah PON 2032

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:51 WIB

Yusnadi, Sesalkan Kebijakan RSUD Sukadana yang Wajibkan Pasien Gunakan Ambulans Rumah Sakit Saat Rujukan

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:18 WIB

TRIGA Lampung Kepung Kejaksaan Agung–KPK, Bongkar Dugaan Oligarki Gula, Pajak, dan Politik Uang

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:13 WIB

Bapenda Lampung dan GGPC Perkuat Sinergi Optimalisasi PAD

Berita Terbaru

Lampung

Pemprov Lampung Luruskan Isu Supply–Demand Daging Sapi

Selasa, 3 Feb 2026 - 00:02 WIB

Lampung

KONI Riau Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah PON 2032

Senin, 2 Feb 2026 - 13:38 WIB