Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur Dikeluhkan Warga Teluk

Redaksi

Kamis, 9 Agustus 2018 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur rupanya menjadi masalah dan keluhan warga TelukBetung Utara (TbU)

Dalam reses DPRD, Warga Kupang Raya,  meminta bantuan kepada DPRD Kota Bandarlampung untuk bisa merealisasikan pembebasan lahan untuk pelebaran masjid di kampung setempat. Pasalnya, masjid mereka sangat kecil dan tidak bisa digunakan untuk shalat hari raya.

\”Ya kami harap Pemkot bisa bantu kami, karena di samping masjid di kampung RT 03 Kupang Raya itu ada tanah yang mau di jual, kalau bapak-bapak anggota dewan bisa menyampaikan, karena itu masjid satu-satunya, atas bantuannya kami ucapkan terimakasih,\” ujar Tambur, Kamis (9/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir dalam agenda reses tersebut, anggota DPRD Fandi Tjandra, Imam Santoso, Wahyu Lesmono, Yusuf Erdiansyah Putra, Agusman Arief, Erica Novalia Sani, Grafeldi Mamesha, Suprianto Malik.

Bukan hanya itu, warga juga mengeluhkan pelayanan kurang memadai dan masalah pendidikan, banyak yang tidak mampu namun tidak memiliki kartu KIP (kartu indonesia pintar).

Ibu Neneng dari kelurahan Teluk betung Barat (TbB) dimakan masih banyak sekali di daerahnya jalan yang rusak. \”Banyak jalan rusak seperti di daerah Citra Garden juga sering banjir. Kami juga minta bantuan meja dan kursi untuk di Posyandu,\” kata dia.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD dari Fraksi PDIP Fandi Tjandra menjelaskan jika pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu pengadaan meja dan kursi Posyandu. \”Meski saya bukan komisi 4 nanti saya bantu untuk posyandu seperti kursi meja akan diupayakan pengadaannya,\” jelasnya.

Untuk masalah, silakan diajukan melalui Ketua RT dan menggalang tandatangan warga, selanjutnya diajukan ke komisi III. \”Nanti biar kami tindak lanjuti dan untuk seringnya terjadi banjir di wilayah Citra Garden kami akan segera menindaklanjutinnya,\” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV, Imam Santoso mengatakan, Bandarlampung sudah memiliki program Jamkeskot dimana program tersebut tidak melihat umur atau pun juga lansia.

\”Masalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) ini memang dari pusat mereka tidak lewat pemerintah daerah, jadi kalau ada murid yang tidak mampu bisa langsung melapor ke sekolah masing-masing. Untuk peralatan lansia kami akan berkordinasi dengan Dinas Kesehatan atau Dinas Sosial,\” jelasnya. (Agis)

Berita Terkait

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi
DPP ABRI Gelar Pelatihan Paralegal Nasional 2025

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 19:10 WIB

IJP Lampung Jajaki Kolaborasi Promosi Wisata dengan Dinas Pariwisata

Kamis, 2 April 2026 - 12:24 WIB

BPBD Lampung Siapkan Sistem Peringatan Dini Banjir di Bandarlampung

Rabu, 1 April 2026 - 21:22 WIB

BMBK Lampung Tindaklanjuti Rekomendasi Pansus LHP BPK

Rabu, 1 April 2026 - 12:50 WIB

Sekdaprov Lampung Paparkan Strategi Tekan Pengangguran

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:03 WIB

Disnakeswan Lampung Raih Peringkat 2 Kematangan Perangkat Daerah

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:59 WIB

Ketua DPRD Lampung, Ajak Perkuat Gotong Royong di HUT ke-62 Lampung

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:50 WIB

Lampung Usia 62, Pemprov Lampung Tegaskan Arah Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 30 Maret 2026 - 20:08 WIB

Pansus LHP BPK DPRD Lampung Rampungkan Tugas, Soroti Temuan Berulang

Berita Terbaru

Pesawaran

Gandeng BPDLH, Pemkab Pesawaran Perkuat Pembiayaan Petani

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:31 WIB