Bandarlampung (Netizenku.com): Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim hadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjelang hari raya natal dan tahun baru langsung di Hotel Bukit Randu Bandarlampung, Rabu (21/12).
Wagub yang akrab disapa Nunik tersebut mengatakan mengatakan bahwa tantangan inflasi cukup berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seperti halnya di Lampung sendiri, sejak bulan November inflasi di Provinsi Lampung tercatat 4,58 persen,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa untuk mengendalikan inflasi Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan upaya secara sprint, untuk itu ia berharap upaya all out bagi OPD yang perlu dilakukan sebagai akhir dari marathon pengendalian inflasi.
Kemudian, dalam rangka pengendalian inflasi menjelang nataru Pemerintah Provinsi Lampung tidak lepas dari strategi 4K.
“Yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi serta komunikasi yang efektif,” jelasnya.
Ia juga menyatakan bahwa upaya yang diaplikasikan pemerintah sendiri adalah dalam bentuk operasi pasar, gelar pangan murah, kerjasama antar daerah, dan juga penyaluran bantuan sosial.
Sementara itu, ia juga menjelaskan terkait penyaluran bantuan sosial sebagai penanganan terhadap kenaikan BBM dengan nilai sebesar Rp 10,8 miliar yang diperuntukkan buntuk 4,417 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pada kesempatan yang sama, Kusnardi selaku Asisten II Perekonomian dan Pembangunan juga memaparkan data ketersediaan bahan pangan di Provinsi Lampung.
Adapun ketersediaan bahan pangan untuk bulan Desember 2022 yakni beras 1,415,338 ton, jagung 1,837,034 ton, kedelai 7,467 ton, bawang merah 6,970 ton, bawang putih 3,496 ton, cabai rawit 6,420 ton, cabai besar 5,870 ton, daging sapi 2,158 ton, daging ayam 7,942 ton, telur 13,501 ton, gula pasir 39,539 ton, dan minyak goreng 32,442 ton. (Dea)








