BERBAGI
Pemkot Sediakan 5.000 Rapid Test Kit Bagi Pengunjung Bandarlampung
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bandarlampung, Ahmad Nurizky, di ruang kerjanya Jumat (23/10). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Menjelang hari libur cuti bersama pada 28 Oktober-2 November, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung membuka posko pemeriksaan rapid test drive through (layanan jalan tes cepat) Covid-19 di wilayah perbatasan.

Pemkot melalui Tim Satgas Penanganan Covid-19 membuka posko di 2 pintu utama yang memasuki Bandarlampung.

Posko pertama di pintu gerbang masuk Bandarlampung dari arah Natar Lampung Selatan, di depan Kantor Dinas PU atau Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

Kemudian posko kedua di pintu keluar Jalan Tol Kota Baru lokasi tepatnya di depan Kantor Polsek Sukarame.

“Pemkot menyediakan 5.000 rapid test kit atas perintah langsung dari Bapak Wali Kota Bandarlampung Herman HN sebagai Kepala Satgas Penanganan Covid-19 dan hasil arahan dari pusat yang kemarin dipimpin oleh Bapak Kemenkopolhukam Mahfud MD,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Bandarlampung, Ahmad Nurizky, di ruang kerjanya Jumat (23/10).

Tim Satgas menerjunkan 17 personel yang akan berjaga selama 24 jam dalam 2 shift yang terdiri dari 3 personel TNI AD, 3 TNI AL atau marinir, 4 kepolisian, 3 Satpol PP, 2 Dinas Perhubungan, dan 2 personel BPBD.

Kemudian Tim Dinas Kesehatan yang melakukan rapid test terdiri dari 36 orang terbagi dalam 6 shift, dimana setiap 4 jam sekali pergantian petugas.

“Kita laksanakan selama 2 hari untuk persiapan datangnya pengunjung yang memasuki Bandarlampung,” ujar Ahmad.

Bagi seluruh pengunjung yang akan masuk ke Bandarlampung, baik warga setempat ataupun luar, dilakukan rapid test.

“Apabila dia warga Bandarlampung yang ketika dirapid test hasilnya reaktif maka langsung kita sampaikan ke Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan Camat atau Lurah yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan tracing kepada yang bersangkutan,” katanya.

Petugas akan mendokumentasikan e-KTP warga tersebut dan disebarkan melalui grup media sosial untuk disampaikan kepada pamong setempat bahwa orang tersebut masih dalam pemantauan.

Sementara pengunjung yang dari luar daerah, ketika hasil rapid test reaktif, akan dipaksa putar balik tidak memasuki wilayah Bandarlampung.

“Kita sampaikan bahwa Bandarlampung sudah masuk zona merah untuk menghindari wabah pandemiknya, jadi berhati-hatilah untuk masuk ke Bandarlampung,” ujarnya.

Ahmad Nurizky berharap kesadaran masyarakat semakin tinggi dan media berperan serta menyebarluaskan informasi.

“Dengan kondisi seperti ini, satu sama lain saling menjagalah, menerapkan protokol kesehatan,” pungkas dia. (Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here