Pemkot dan Unila Kerja Sama Kelola Sampah TPA Bakung

Redaksi

Senin, 7 Februari 2022 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana dan Rektor Unila Prof Aom Karomani menandatangani perpanjangan perjanjian kerja sama di Gedung Rektorat Unila, Senin (7/2). Foto: Netizenku.com

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana dan Rektor Unila Prof Aom Karomani menandatangani perpanjangan perjanjian kerja sama di Gedung Rektorat Unila, Senin (7/2). Foto: Netizenku.com

Unila akan menerapkan teknologi pengelolaan sampah yang sama di TPA Bakung seperti yang telah dipakai di kampus tersebut.

“Namun ada beberapa permasalahan yang harus diselesaikan, terutama untuk TPA Bakung sendiri,” kata dia.

Dosen Teknik Sipil ini menjelaskan pihaknya sedang mencoba mengenalkan teknologi yang tepat untuk pengelolaan sampah di TPA Bakung.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yaitu teknologi pengomposan, teknologi torefaksi, dan teknologi pembangkit listrik tenaga sampah.

Pemkot dan Unila Kerja Sama Kelola Sampah TPA Bakung
Ketua Tim Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Lampung, Ir Ofik Taupik, Senin (7/2). Foto: Netizenku.com

Ofik menjelaskan sampah organik seperti serasah daun diolah dengan teknologi pengomposan dan telah diujicoba selama 2,5 tahun. Teknologi pengomposan berhasil diterapkan di Unila.

“Kemudian cairan dari sampah basahnya itu, kita menggunakan teknologi magot dan ulat kandang,” ujar dia.

Baca Juga  Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Sementara teknologi torefaksi mengubah sampah organik menjadi arang yang bernilai ekonomis.

Untuk sampah anorganik diolah secara pirolisis dengan reaktor pirolisator yang bisa menghasilkan biosolar.

“Sampah plastik dimasukkan ke dalam tungku reaktor, dibakar, keluarnya nanti ada bahan bakar cair,” kata dia.

Namun tidak semua sampah anorganik diolah dengan pirolisator seperti sampah botol beling yang bisa dijual kembali.

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Pengelolaan sampah anorganik ini, lanjut dia, bekerja sama dengan 2.500 nasabah Bank Sampah Emak.

“Kita bekerja sama menyelesaikan masalah sosialnya, mengubah budaya masyarakat atau paradigma sampah menjadi nilai ekonomis,” kata Ofik. (Josua)

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Refleksi Pendidikan Lampung 2025: Akses Hampir Universal, Kualitas Guru di Hulu Jadi Penentu
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:27 WIB

Menunggu Evaluasi Kemendagri, Perda WIUP Lampung Siap Atur Pertambangan Rakyat

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:14 WIB

Lampung Perkuat Sinergi Tingkatkan Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:08 WIB

Pemprov Lampung Perkuat SAKIP dan Zona Integritas 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:45 WIB

Wagub Jihan Nurlela Dorong Kolaborasi Hexahelix Demi Guru Lampung Adaptif Digital

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:25 WIB

Bupati Lampung Selatan Dukung Pergantian Kepala BGN, Siap Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:54 WIB

DPRD Lampung Soroti Rencana Anggaran Rp10 Miliar untuk SMA Siger

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:49 WIB

Dewan Pendidikan Ajak Publik Awasi SPMB 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:14 WIB

Sekber Siber Pantau MBG Menunggu Penertiban BGN di Lampung

Berita Terbaru

Lampung

Lampung Perkuat Sinergi Tingkatkan Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 4 Jun 2026 - 18:14 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat SAKIP dan Zona Integritas 2026

Kamis, 4 Jun 2026 - 18:08 WIB