Pemkot Balam Targetkan Angka Stunting Turun jadi 16 Persen

Redaksi

Senin, 19 Desember 2022 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menargetkan penurunan angka stunting 3,4 persen pada tahun 2022 menjadi 16 persen dari sebelumnya 19,4 persen.

“Kalau kita lihat angka stunting pada 2021 berada di 19,4 persen untuk tahun 2022 kami menargetkan turun menjadi 16 persen, sehingga pada 2024 angka prevalensinya menjadi 10 persen,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Kota Bandarlampung Dr Santi Sundari, di Bandarlampung, Senin (1/8).

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Ia pun mengatakan bahwa grafik stunting di Bandarlampung terus menurun setiap tahun, dimana pada tahun 2020 ke 2021 terjadi penurunan sekitar 6 persen sehingga saat ini prevalensinya berada di angka 19,4 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tentunya penurunan angka stunting ini berkat adanya kerja keras dari lintas sektoral dan jiga dukungan Wali Kota Bandarlampung,” kata dia.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandarlampung, Khaidarmansyah, mengungkapkan guna menurunkan angka stunting yang saat ini prevalensi berada di angka 19,4 persen tentunya harus dibuat program yang tepat sasaran yang namanya konvergensi.

“Konvergensi itukan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) punya anggaran yang arahnya harus menuju kepada penanganan stunting. Jadi diharapkan setiap OPD tau perannya masing-masing,” kata dia.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Ia juga mengatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi stunting merupakan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Salah satu faktor yang mempengaruhi itu kan pertumbuhan ekonomi. Jadi ekonomi masyarakat ini harus di dongkrak, kalau perekonomiannya baik maka daya beli masyarakat juga meningkat termasuk untuk belanja kesehatannya sehingga anak yang lahir pun normal,” pungkasnya. (Luki)

Berita Terkait

Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 22:54 WIB

Wagub Jihan Targetkan Lampung Jadi Pilot Project Eliminasi TBC Nasional

Jumat, 24 April 2026 - 22:47 WIB

Wagub Lampung Pacu Proyek Sekolah Rakyat Kota Baru Selesai Juni 2026

Jumat, 24 April 2026 - 19:20 WIB

Gubernur Lampung Dorong Penataan Ulang UMKM Lampung, Stop Persaingan Tidak Sehat!

Jumat, 24 April 2026 - 18:56 WIB

Hilirisasi Komoditas, Gubernur Lampung Targetkan Kawasan Industri Way Kanan Beroperasi 2027

Jumat, 24 April 2026 - 15:56 WIB

Pemprov Lampung Segera Terapkan Kebijakan Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Sesuai STNK

Jumat, 24 April 2026 - 11:23 WIB

Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Jumat, 24 April 2026 - 11:16 WIB

Sekda Lampung Marindo Kurniawan Motivasi Lulusan Teknik Unila Hadapi Bonus Demografi dan Tantangan Masa Depan

Jumat, 24 April 2026 - 09:12 WIB

Kunjungan Komisi VII DPR RI ke Lampung, Gubernur Lampung Dorong Industri, UMKM, dan Pariwisata

Berita Terbaru

Standar kesehatan program Makan Bergizi Gratis Bandar Lampung.(ilustrasi: Netizenku)

Bandarlampung

Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:40 WIB