Pemkab Tubaba-Corpmax dan Ravensdown New Zealand Tanam Rumput Pakan Chicory

Redaksi

Senin, 17 Juni 2019 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) bersama Perusahaan asal New Zealand (Corpmax dan Ravensdown) mulai menanam rumput chicory di lahan seluas 500 meter persegi yang berada di belakang Komplek Islamic Center, Rawakebo, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Rumput Chicory tersebut merupakan jenis tanaman pakan unggul untuk peternakan Sapi  yang didatangkan langsung dari Perusahaan Cropmark Seeds Company di Christchurch, New Zealand dan telah mendapatkan ijin masuk ke Indonesia dari Menteri Pertanian Nomor:2151/Kpts/PI.500/F/02/2019

Tentang Pemberian Izin Pemasukan Benih Ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia pada tanggal 22 Februari 2019.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Ya hari ini mulai menanam rumput jenis Chicory tersebut, Pemkab siapkan lahan seluas 500 meter persegi di belakang komplek Islamic Center,\” terang Kepala Dinas Peternakan Tubaba, dr.h Nazaruddin kepada Netizenku.com, Senin (17/6)

Baca Juga  Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Menurut Nazar, tanaman pakan ternak seluas 500 meter persegi tersebut menjadi pilot proyek pengembangan pakan sapi di Kabupaten Tubaba. Nantinya, ketika tanaman tersebut berhasil akan dilakukan penanaman lebih luas lagi dengan melibatkan masyarakat para peternak.

\”Keunggulan tanaman ternak jenis Chicory ini merupakan tanaman yang luar biasa dan mempunyai kandungan protein yang sangat tinggi sangat baik untuk penggemukan sapi, dan umur tanaman juga sangat pendek hanya 40 hari sudah bisa di panen,\” paparnya.

Nazar menambahkan, penanaman rumput Chicory tersebut merupakan pertama kali dilakukan di Tubaba. Sebab, yang rencananya akan ditanam di lahan seluas 4 hektare milik warga di Kecamatan Tulangbawang Udik pada awal tahun 2019 urung dilakukan. Pihak perusahaan baru akan melakukan pengujian dan penelitian bagaimana perkembangan tanaman tersebut di lahan belakang Islamic Center.

Baca Juga  Polres Tubaba Tangkap Tiga Perampok di Tiyuh Daya Asri

\”Padahal sudah kita siapkan 4 hektare, tapi pihak perusahaan baru mau melakukan penananaman di belakang Komplek Islamic Center,\” terangnya.

Sebelumnya, Richard Christie (Director Southstar Tehnology) melalui penerjemah dr.h Nanang pada Februari 2019 lalu di Hotel Berugo mengatakan berdasarkan kondisi alam dan dukungan pemerintah daerah tanaman Chicory ini sangat berpotensi untuk keberhasilan.

Menurutnya, rencana penelitian dengan melakukan penanaman rumput pakan ini telah dilakukan sejak beberapa pekan lalu dengan melihat lokasi lahan, dan mengurus perizinan, dan izin tersebut telah keluar pada 22 Februari 2019 oleh Kementrian Pertanian di Jakarta.

\”Untuk percobaan tanaman ini kita butuh lahan yang benar-benar terbebas dari gulma sehingga kita akan tahu bagaimana produktivitas dari bibit unggul ini seberapa produksinya, dan setelah kita tahu ini baru kita cek seberapa kandungan nutrisi, dan gizinya berubah atau tidak dari yang kami kembangkan di Negara Asal (New Zealand),\” paparnya.

Baca Juga  Kejurprov LRC 2026 Tubaba Dibuka Meriah di Tengah Hujan

Dia menambahkan, nantinya penanaman rumput ini di pupuk menggunakan Pupuk Micro Nutrisi Feutilizer yang sangat penting untuk budidaya penggemukan sapi, \”Kerja Micro Nutrisi Feutilizer ini dibuat seperti KB Susuk, yakni nutrisinya akan terlepas pelan-pelan sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga penggunaannya tidak berlebihan,\” terangnya.

Sementara menurut Brian Thorrington (Managing Director of New Company PMA New Zealand Lifestock Feed Sistem) mengatakan rumput pakan ternak jenis ini di Negara Asal (New Zealand) dapat dimanfaatkan untuk pakan 10 ekor sapi perhektarnya.

\”Sementara dengan melihat kondisi tanah dan cuaca panas di Tubaba rumput ini dapat lebih efisien dikembangkan di Indonesia khususnya Tubaba yang ditaksir bisa dimanfaatkan untuk 20 ekor sapi/1 hektar (selama masa penggemukan) tanpa tambahan pakan lainnya,\” singkatnya. (Arie)

Berita Terkait

Kejurprov LRC 2026 Tubaba Dibuka Meriah di Tengah Hujan
Pemkab Tubaba Resmi Luncurkan Program “Tubaba Q Sehat Home Care”
Naik Motor Bareng Warga, Bupati Rayakan HUT ke-17 Tubaba dengan Nuansa Kebersamaan
Sekretariat DPRD Tubaba Anggarkan Rp165 Juta untuk THR Dewan
Wabup Tubaba Tinjau Lokasi Calon Mako Batalyon TNI AD di Pagar Dewa
Kejari Tubaba Periksa 30 Saksi Dugaan Penyimpangan Program Revolving Sapi
Wabup Tubaba Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan
Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:52 WIB

Pemprov Lampung Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi Digital

Kamis, 16 April 2026 - 18:46 WIB

Pemprov Lampung Optimalkan Layanan RSUD BNH di HUT ke-62

Kamis, 16 April 2026 - 13:16 WIB

Lampung Siap Bidik Tuan Rumah PON 2032

Rabu, 15 April 2026 - 16:53 WIB

Wagub Lampung Dorong Percepatan Penanganan TBC dan Renovasi Rumah Pasien

Selasa, 14 April 2026 - 15:23 WIB

Rolling 51 Kepsek SMA-SMK di Lampung, Disdikbud Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan

Selasa, 14 April 2026 - 12:35 WIB

Wagub Lampung Dampingi Wamenkes Tinjau Puskesmas, Perkuat Penanganan TBC

Senin, 13 April 2026 - 20:56 WIB

SPMB Lampung 2026 Dirombak, Jalur Domisili Kini Berbasis Akademik

Senin, 13 April 2026 - 15:35 WIB

DPRD Lampung Dalami Dugaan Kelalaian RSIA Puri Betik Hati

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Kejurprov LRC 2026 Tubaba Dibuka Meriah di Tengah Hujan

Minggu, 19 Apr 2026 - 11:19 WIB

Lampung Barat

Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi

Sabtu, 18 Apr 2026 - 12:14 WIB

Pesawaran

Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM

Sabtu, 18 Apr 2026 - 12:13 WIB