oleh

Pemeriksaan Kesehatan di Posko Penyekatan Mulai 6 Mei

Bandarlampung (Netizenku.com): Warga luar daerah yang memasuki Kota Bandarlampung akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Posko Penyekatan mulai 6 Mei 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, mengatakan pihaknya menyiapkan 1.000 alat rapid tes antigen untuk pemeriksaan kesehatan.

\”Seribu untuk seminggu dimulai dari 6 Mei. Seribu itu, kalau yang masuk ke Lampung kan \’gak mungkin cukup, nah itu kita ambil acak. Dalam satu mobil, kita lihat siapa yang paling panas suhu tubuhnya, kita rapid test,\” ujar Edwin, Rabu (14/4).

Baca Juga  LP Rajabasa Over Kapasitas Susah Prokes Covid-19

Pemeriksaan kesehatan di Posko Penyekatan pintu masuk Kota Bandarlampung untuk mencegah klaster baru penyebaran Covid-19 dari luar daerah.

\”Harapan kita semua masyarakat yang masuk ke Kota Bandarlampung dalam keadaan sehat. Jadi jangan membuat klaster baru yang datang,\” pungkas dia.

Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung mendirikan lima Posko Penyekatan di perbatasan kota setempat.

Posko Penyekatan berada di Lapangan Baruna Kecamatan Panjang, Perumahan Bukit Kemiling Permai (BKP) Kecamatan Kemiling, Gapura Selamat Datang Kecamatan Rajabasa, Polsek Sukarame Kecamatan Sukarame, dan Jalan Ir Sutami Lematang.

Baca Juga  SE Menag: salat tarawih dilakukan di daerah zona kuning dan zona hijau

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Bandarlampung, Ahmad Nurizky, mengatakan Posko Penyekatan dimulai pada Rabu (14/4) sampai dengan ketentuan lebih lanjut.

Baca Juga: Mulai 14 April, Masuk Kota Bandarlampung Wajib Negatif Covid-19

Namun untuk saat ini, Posko Penyekatan hanya sebatas memeriksa kelengkapan dokumen perjalanan tanpa pemeriksaan kesehatan.

\”Kita hanya mencek surat rapidnya saja, dia bawa surat atau tidak, dokumen perjalanan saja. Kita tidak melakukan rapid tes di sini menunggu arahan lebih lanjut,\” ujar dia.

Baca Juga  Ramadan 1442 H, Nunik dan Eva Dwiana Kompak Tinjau Kualitas Pangan di Pasar

Hal ini dilakukan, lanjut Nurizky, mengingat semua masyarakat sudah tahu dan telah melaksanakan vaksinasi serta rapid antigen.

\”Apalagi TNI/Polri sudah melakukan penegasan berkali-kali dengan memaksa putar balik kendaraan. Jadi sampai sekarang kita tidak menyiapkan tenaga medis yang kita lihat hanya dokumen perjalanan,\” tutup dia. (Josua)

Komentar