Pakar Urban Economic dan Dosen Itera Tawarkan Solusi Menata PKL

Redaksi

Jumat, 19 November 2021 - 02:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan pedagang kaki lima yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kaki Lima Bambu Kuning (PPKLBK) berunjuk rasa menolak direlokasi, Rabu (17/11), di Jalan Bukit Tinggi, Kelapa Tiga, Tanjungkarang Pusat. Foto: Netizenku.com

Puluhan pedagang kaki lima yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kaki Lima Bambu Kuning (PPKLBK) berunjuk rasa menolak direlokasi, Rabu (17/11), di Jalan Bukit Tinggi, Kelapa Tiga, Tanjungkarang Pusat. Foto: Netizenku.com

Pakar urban economic yang juga seorang ekonom dari Center for Urban and Regional Studies (CURS), Erwin Octavianto, mengatakan kota besar seperti Bandarlampung masih sangat bergantung pada pertumbuhan UMKM dan usaha-usaha UMKM. Salah satunya adalah usaha pedagang kaki lima.

“Meskipun kita berbicara mereka selalu merugikan, tapi perlu disadari dengan adanya mereka maka ekonomi Kota Bandarlampung jadi berjalan,” ujar Erwin ketika dihubungi Netizenku, Kamis (18/11) malam.

Baca Juga  Dishub Akui Truk Besar Masih Langgar Jalur Kota

Bahkan kegiatan usaha PKL yang tidak berjalan karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di masa Covid-19 menimbulkan resesi ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menjadi dilematis sebenarnya ketika kita mau mengusir mereka dari satu tempat. Perputaran uang di sana akan terganggu secara otomatis dan berdampak negatif juga bagi ekonomi daerah,” kata dia.

Baca Juga  CCTV Pemkot Dibidik ke Titik Rawan Sampah

Selama bertahun-tahun, lanjut Erwin, para PKL ini membentuk sendiri sebuah pangsa pasar sehingga memeroleh pendapatan yang lebih baik dan pelanggan yang banyak dalam satu tempat.

“Di pinggir jalan utama dekat pasar atau keramaian, mereka sudah membentuk sendiri sebuah pangsa pasar tapi sayangnya dilakukan secara sporadik,” ujar dia.

Sporadik dalam arti tidak tertata, tidak teratur, dan berjalan begitu saja tanpa adanya perencanaan yang matang.

Baca Juga  Disdag Bandar Lampung Pantau Harga Pangan Stabil

Dan dalam konteks marketing, PKL adalah pelaku ekonomi yang menerapkan konsep ekonomi secara sporadik.

“Lalu pemerintah mau merelokasi mereka, pasti mereka akan berpikir dua kali, karena itu adalah tempat strategis yang mereka buat,” kata dia.

Berita Terkait

LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS
Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan
Pemkot Perkuat Tata Kelola Program
1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung
292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung
PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:19 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Pemkot Perkuat Tata Kelola Program

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:19 WIB

1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WIB

292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:26 WIB

PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Kodam XXI/Radin Inten Genap Satu Tahun

Berita Terbaru

Pringsewu

Polisi Tetapkan FD Tersangka Kasus Pelajar di Kos

Selasa, 25 Agu 2026 - 20:02 WIB