Menengok \’Kandang\’ Kuda Laut di Pesisir Lampung

Redaksi

Rabu, 4 April 2018 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto-foto: Agis Netizenku)

(Foto-foto: Agis Netizenku)

Mudah Birahi

Dikatakannya indukan kuda laut yang siap dikawinkan minimal berumur 6 bulan ke atas. Tapi, imbuh dia lagi, usia paling ideal ialah bila sudah memasuki 8 bulan. \”Bila persyaratan itu sudah dipenuhi, kemudian pejantan dan betina kita pertemukan, disatukan dalam bak khusus,\” tuturnya.

Dia mengimbuhkan, tidak butuh waktu lama untuk keduanya memadu kasih, bahkan hanya dalam hitungan detik pasangan yang sudah berlibido tinggi itu langsung berhubungan intim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sugianto memaparkan, awalnya sepasang kuda laut itu akan saling mendekat. Pejantan yang memiliki postur tubuh lebih besar, lantaran memiliki kantung pengeraman, akan mengambil posisi agak ke bawah. Kemudian si betina bakal mengambil inisiatif memasukan sel telur ke dalam kantung pejantan dengan cara disemprotkan. Di dalam kantung itulah telur-telur dierami.

Baca Juga  Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar
\"\"

Nanti, setelah 9 sampai 12 hari pengeraman, barulah anakan kuda laut atau yang biasa disebut juwana, \’diizinkan\’ melihat alam bebas. Juwana-juwana imut itu akan dikeluarkan secara bertahap.

\”Sesungguhnya masa pengeraman ideal bila prosesnya berlangsung genap 12 hari. Karena kalau baru 9 hari biasanya kualitas juwana kurang optimal, atau biasa disebut masih prematur. Dampaknya, tubuh mereka rentan dan sulit untuk bertahan hidup,\” terang Sugianto, sambil menambahkan, kuda laut tidak mengenal \’musim kawin\’ sebab ketika juwana muncul, indukan betina sudah langsung dapat bereproduksi kembali.

Baca Juga  Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar

Dijelaskan Sugianto, dibutuhkan ketelatenan ekstra untuk mengurusi juwana yang berukuran kecil. Terutama dalam perkara memberi pakan. Biasanya pihak BBPBL akan menyuguhkan beragam mikroorganisme atau biasa dikenal zooplankton, sambil disesuaikan dengan tahap perkembangan juwana itu sendiri.

\"\"

\”Untuk memperoleh zooplankton mesti berburu hingga ke daerah sekitar tambak-tambak ikan. Biasanya kami pakai alat khusus bernama plankton net. Nanti setelah lewat 6 bulan, barulah kuda laut yang sudah beranjak besar itu diberi udang rebon segar sebagai makanan utama,\” katanya.

Baca Juga  Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar

Mengenai jenis pakan yang cenderung alamiah itu, menurut Sugianto justru disitu terlihat jejak-jejak kuda laut sebagai hewan purba. \”Ciri hewan purba kan gitu, hanya mau pakan asli dari alam yang aktif dan bergerak. Padahal kami sudah sering merekayasa makanan yang bau dan rasanya menyerupai dengan pakan aslinya, tapi tetap saja tidak mau dimakan,\” urainya.

Sugianto juga menjelaskan ada fenomena yang kerap merundung kuda laut, yakni rentan terkena penyakit kulit yang rentetannya bisa menyebar ke badan hingga mengakibatkan ekor kuda laut menjadi buntung bahkan kematian.

Berita Terkait

Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar
Pemkab Lampung Selatan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otda
Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar
HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah: Pers Harus Berani Kawal Demokrasi
Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov dan DPRD Lampung Soroti Kepesertaan 89 Ribu BPJS PBI 2026
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:39 WIB

Genjot Produksi Padi, Gubernur Lampung Dorong Modernisasi Pertanian di Mesuji

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:24 WIB

Puluhan Tahun Rusak, Pembangunan Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Kini Pangkas Waktu Tempuh Jadi 5 Menit

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:09 WIB

Harlah Ke-28, PKB Lampung Gelar Pasar Murah di 100 Titik

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Lampung Desak Pertamina Benahi Distribusi Solar

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:40 WIB

Pangdam XXI/RI Tinjau Pembangunan KDKMP di Lampung Barat

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:37 WIB

Pangdam XXI/RI Tekankan Sinergi Sukseskan KDKMP

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:06 WIB

RSUD Abdul Moeloek dan KAI Perluas Layanan Kesehatan Lewat Rail Clinic

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:59 WIB

Jihan Pimpin Rakor Percepatan Eliminasi TBC di Lampung Selatan

Berita Terbaru

Bandarlampung

Ratusan Ribu Warga Padati Jalan Sehat HUT Kota Bandar Lampung ke-344

Minggu, 28 Jun 2026 - 12:59 WIB

Lampung Selatan

LDK DEMA STAI Yasba Bekali Mahasiswa Keterampilan Jurnalistik

Minggu, 28 Jun 2026 - 10:12 WIB

Lampung

Harlah Ke-28, PKB Lampung Gelar Pasar Murah di 100 Titik

Minggu, 28 Jun 2026 - 10:09 WIB