Menagih Profesionalisme Guru Bersertifikasi

Hendri Setiadi

Jumat, 10 November 2023 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tunjangan sertifikasi guru

Ilustrasi tunjangan sertifikasi guru

Bandarlampung (Netizenku.com): Anda Guru Bersertifikasi? Dapat tunjangan besar secara rutin setara satu bulan gaji? Saya Tagih Profesionalisme Anda!

Kualitas pendidikan di Indonesia, pun di Lampung, belum merata apalagi pantas untuk dibanggakan. Terlebih bila disandingkan dengan negara tetangga. Pemerintah gerah. Berbagai terobosan dijajal. Program sertifikasi guru digelontorkan. Tapi, setelah bergulir sekian lama, sudahkah hasilnya sesuai ekspektasi?

Semua berawal dari paradigma sederhana. Kalau mau menghasilkan siswa berkualitas maka guru harus memiliki kemampuan dan kelayakan sebagai tenaga pendidik. Ini prasyarat wajib. Kudu dimiliki oleh setiap guru. Bukankah guru yang profesional akan menghasilkan siswa berkualitas juga? Nah, ini harapan yang dijadikan cikal bakal disalurkannya program sertifikasi guru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalau mau sedikit lebih serius menyelami kegunaan program tersebut, mari kita telisik sebentar seputar apa sebenarnya tujuan program sertifikasi guru?

Baca Juga  MBG Lampung Beruntung “Dikawal” Duet Kakak Beradik

Seperti sudah disinggung sedikit di awal tulisan, tujuan pertama program ini adalah guna menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran. Jadi semacam penetapan kriteria dasar yang mesti dipenuhi.

Tujuan mulia berikutnya yakni mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sekaligus meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan.

Kalau disimak dan diresapi, agaknya ketiga tujuan utama di atas melulu menjurus pada kepentingan nasib pendidikan secara nasional.

Lantas adakah yang mewakili kepentingan nasib guru itu sendiri? Tenang saja. Itu sudah turut dipertimbangkan oleh para penyusun kebijakan. Kita bisa melihatnya pada tujuan selanjutnya. Dimana pada bagian lain disebutkan, tujuan program sertifikasi guru juga dimaksudkan untuk turut meningkatkan martabat dan profesionalitas guru.

Lalu ada juga tujuan untuk melindungi citra profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten.

Baca Juga  KPN Sai Betik Lampung Barat: Tanpa Rapat, Tanpa Sepakat Iuran Naik Seenaknya

Poin berikutnya yang paling menjadi daya tarik besar bagi pendidik adalah bahwa program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi. Sedap bukan?!

Tak heran kalau kemudian para guru berlomba-lomba berjibaku untuk masuk dalam kategori guru bersertifikasi. Tidak lain dan tidak bukan harapan paling utamanya ya itu tadi. Bisa ikut mencicipi manisnya tunjangan profesi.

Tunjangan yang masuk sebagai Tunjangan Profesi Guru (TPG) ini dibayarkan pemerintah saban bulan. Nominalnya ditetapkan sebesar 1 kali gaji pokok guru PNS sesuai golongan.

Kalau mau diambil hikmahnya, TPG yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2009 ini, merupakan bentuk penghargaan atas profesionalisme guru selama melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Maksudnya, ada timbal balik di sini. Ada take and give. Tidak ada yang gratisan!

Baca Juga  Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Hanya saja pertanyaan besarnya, sudahkah para guru bersertifikasi itu sungguh-sungguh menjalankan mandatnya. Sudahkah para peserta didik di kelas-kelas dapat mencicipi proses belajar bermutu dari guru yang profesional. Sudahkah?

Pertanyaan semacam ini sangat wajar dikemukakan, bukankah di dalam ketentuan tujuan utama implementasi sertifikasi guru termaktub poin yang mengatakan, “Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional”.

Dengan kata lain, kalau menjadi guru yang telah mengantongi duit TPG, wajib hukumnya berpikir dan bertindak secara profesional saat mengajar. Sebab masyarakat (terkhusus peserta didik) dilindungi dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional.

Bagaimana Bapak dan Ibu Guru yang sudah bersertifikasi, sudahkah Anda memenuhi ketentuan itu setelah menerima rutin tunjangan besar? (Hendri Std)

Berita Terkait

Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api
Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?
Saat Keputusan Gubernur Tentang MBG Lampung Diteken, Ratusan Siswa Keracunan
MBG Lampung Beruntung “Dikawal” Duet Kakak Beradik
MBG Lampung Gamang Wujudkan Asta Cita Prabowo
Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi
Lampung Dapat Apa dari MBG?
Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:21 WIB

Pemkab Lampung Selatan Gelar Salat Gaib untuk Korban Tabrakan Kereta Bekasi

Rabu, 29 April 2026 - 11:01 WIB

TPID Lamsel Perkuat Pengendalian Inflasi

Rabu, 29 April 2026 - 10:57 WIB

Rakor Mingguan, Pemkab Lamsel Perkuat Sinergi Program

Rabu, 29 April 2026 - 10:51 WIB

Bupati Lamsel Hadiri Rakornas Mitigasi Kekeringan

Rabu, 29 April 2026 - 10:48 WIB

Pemkab Lampung Selatan Matangkan Penerapan LLTT

Rabu, 29 April 2026 - 01:12 WIB

13 “Wanita Helau” Warnai Peringatan Hari Kartini di Lamsel

Rabu, 29 April 2026 - 01:08 WIB

Jalan Bumi Daya–Trimomukti Diresmikan, Akses Ekonomi Meningkat

Rabu, 29 April 2026 - 01:05 WIB

Jalan Lubuk Dalam–Way Urang Dorong Wisata dan Ekonomi

Berita Terbaru

Pringsewu

Kabupaten Pringsewu Raih Penghargaan dari Bank Indonesia

Kamis, 30 Apr 2026 - 19:45 WIB