oleh

Masyarakat Pesawaran Resah, Ini Penyebabnya

Pesawaran (Netizenku.com): Masyarakat Pesawaran menyayangkan banyaknya lampu penerangan jalan umum yang padam di sepanjang jalan Ahmad Yani dari Desa Bernung, Kecamatan Gedongtataan hingga Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, khususnya di sekitar Polres Pesawaran dan di areal perkebunan karet PTPN 7 Waybrulu.

Pasalnya, akibat banyaknya lampu jalan yang padam tersebut, sering terjadi tindak kriminal seperti begal dan jambret. \”Kami sangat menyangkan banyaknya lampu jalan yang mati terutama dari Desa Negeri Sakti, Kurungan Nyawa, Bernung. Saya lihat di sekitar Polres Pesawaran dan areal perkebunan karet dan sepanjang jalan menuju Pemkab juga itu sudah banyak yang terputus,\” ungkap Sumarak, warga setempat, Kamis (3/5).

Baca Juga  Aroem Alzier Peduli Petani Kakao

Sumarak mengatakan, akibat banyaknya lampu jalan yang padam tersebut sering sekali terjadi tindak kejahatan seperti pembegalan dan kejahatan lainya. \”Sudah semestinya masyarakat Kabupaten Pesawaran menikmati lampu jalan tersebut karena kita tahu selama ini masyarakat sudah dibebankan dari pembayaran listrik sebesar Rp50 ribu dan juga pajak sebesar Rp4.546.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada pemerintah kabupaten setempat agar dapat segera melakukan penataan ke semua lampu jalan yang ada guna dilakukan perbaikan. \”Kalau tidak segera disikapi, ini sangat mengkhawatirkan terutama bagi pengguna jalan. Selain rawan terjadi kecelakaan, juga bisa menimbulkan kriminalitas, jadi kami berharap kepada Dinas terkait agar dapat segera mengambil sikap terkait hal itu,\” pintanya.

Baca Juga  LSM Kompak Soali Pembangunan Anjungan Rumah Adat

Menyikapi persoalan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran, melalui Kabid Bina Marga, Davit mengutarakan bahwa pihaknya belum dapat melakukan langkah kongkrit terkait hal itu. Hal ini lantaran tidak memiliki dana untuk perbaikan lampu jalan yang padam tersebut.

\”Saat ini, kita baru sebatas melakukan pendataan ke semua lampu jalan yang ada untuk melihat berapa kebutuhan yang akan dilakukan perbaikan, sedangkan untuk perbaikannya baru kita akan upayakan di APBD Perubahan,\” kata Davit.

Terkait hal ini juga, pihaknya akan koordinasi terlebih dahulu ke Dinas Lingkungan Hidup (LH), karena sebelumnya terkait masalah lampu jalan ditangani oleh dinas terkait. \”Kemudian kita juga akan berkoneksi ke pihak PLN realnya seperti apa, dan ke depan kita akan melakukan pemetaan ke setiap tiang yang ada yakni di 1577 tiang baru,\” ungkapnya.

Baca Juga  Miliki Sabu, Pemuda ini Dibekuk

PLN juga, tambahnya, pernah mengingatkan untuk memutus lampu jalan akibat keterlambatan pembayaran. \”Terakhir kita bayar pada April saja, itu sekitar Rp1,3 miliar. Pada saat terlambat beberapa waktu lalu lantaran terkendala di pejabatnya, pada saat itu belum dilakukan pelantikan karena pelantikan baru dilakukan pada Maret lalu,\” jelas Davit. (Soheh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *