oleh

Mahasiswa Polinela Tuntut Keringanan UKT dan Pencairan Subsidi Kuota

-Edukasi-11 views

Bandarlampung (Netizenku.com): Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menyampaikan tuntutan kepada Direktur Polinela, Sarono, perihal Permohonan Kebijakan Penyesuaian UKT.

Surat diserahkan pada Senin (8/2) siang oleh Presiden Mahasiswa BEM KBM Polinela, M Fadil Akbar dan diterima oleh Sarono.

Dikutip dari surat yang diserahkan disebutkan sehubungan dengan situasi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung kurang lebih selama satu tahun yang mempengaruhi segala sektor kehidupan, terkhusus sektor ekonomi orang tua mahasiswa.

Selain itu, Politeknik Negeri Lampung telah usai melaksanakan proses pembelajaran yang ditandai dengan adanya kegiatan Ujian Akhir Semester, sehingga taraf pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) semakin dekat.

Baca Juga  Unila Kedatangan KKDN Universitas Pertahanan

Maka dari itu mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menuntut :

1. Pembebasan UKT (100%) bagi mahasiswa tingkat akhir angkatan 2016 (D4) dan 2017
(D3) tanpa syarat.

2. Pendistribusian bantuan UKT dari Kemendikbud sebesar Rp2.400.000 untuk 400 mahasiswa Polinela dengan sisanya dibayarkan oleh Polinela sebagai bentuk pembebasan UKT.

3. Pemotongan UKT sebesar (50%) dari jumlah UKT mahasiswa bagi mahasiswa semester 2, 4, 6 (D3), dan 2, 4, 6, 8 (D4) tanpa syarat. (Selain 400 mahasiswa penerima bantuan UKT).

Baca Juga  Mahasiswa Polinela Gelar Aksi Tuntut Keringanan UKT

4. Pendistribusian uang Rp150.000 terkait subsidi kuota yang sudah dijanjikan pada bulan April-Mei tahun 2020 kepada seluruh
mahasiswa Polinela agar dapat direalisasikan pada bulan Maret-April 2021.

\”Kami tunggu tanggapan dari pihak direksi terkait 4 point tuntutan yang kami berikan selama 2×24 jam terhitung dari diterimanya surat ini. Terima kasih.\” Kata M Fadil dalam surat permohonan tersebut.

M Fadil saat dihubungi, Senin (8/2) sore, berharap pihak kampus dapat merealisasikan seluruh tuntutan mahasiswa Polinela.

Baca Juga  Mahasiswa Itera Juara Kompetisi Film Internasional

\”Jangan sampai tuntutan ini tidak terealisasikan sehingga membuat mahasiswa Polinela lainnya turun atau turun aksi. Dimana itu juga yang akan mencoreng nama baik daripada Polinela itu sendiri,\” ujar M Fadil.

Dia meminta kepada rekan-rekan mahasiswa agar bersabar dan menunggu penjelasan dari ultimatum yang telah diberikan hari ini. (Josua)

*Berita ini telah mengalami perbaikan pada Poin 1 tuntutan atas permintaan Presiden BEM KBM Polinela M Fadil Akbar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *