Laporkan Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak di SAPA 129 dan Kelurahan

Redaksi

Kamis, 4 November 2021 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas PPPA Bandarlampung, Sri Asiyah, saat ditemui pada acara Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dan TPPO di Ruang Tapis Berseri Pemkot Bandarlampung, Kamis (4/11). Foto: Netizenku.com

Kepala Dinas PPPA Bandarlampung, Sri Asiyah, saat ditemui pada acara Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dan TPPO di Ruang Tapis Berseri Pemkot Bandarlampung, Kamis (4/11). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengajak masyarakat untuk melaporkan tindak kekerasan perempuan dan anak melalui Call Center 129.

Kepala Dinas PPPA Bandarlampung, Sri Asiyah, menjelaskan Call Center 129 atau Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 merupakan layanan dari Kementerian PPPA.

“Call centernya sudah diprogram dari Kementerian PPPA. Tapi kalau kami dari Dinas PPPA, kami punya jejaring sampai di tingkat kelurahan, PATBM namanya,” kata Sri di Ruang Tapis Berseri Pemkot setempat, Kamis (4/11).

Baca Juga  Pandemi Covid-19 Membuka Ruang Cyber Harassment

Dia menjelaskan PATBM atau Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat merupakan kerja sama pemkot dan lembaga pelayanan perlindungan perempuan dan anak.

“Kan kita enggak bisa bekerja sendiri ya kalau tanpa dibantu seluruh lembaga,” ujar dia.

Sri mengatakan PATBM tersebar di 126 kelurahan se-Bandarlampung. Sebagai langkah awal, pelaporan kasus kekerasan perempuan dan anak difasilitasi di tingkat kelurahan.

Baca Juga  Siswi SMP Korban Asusila di Bandarlampung Didampingi Psikolog

Apabila tidak dapat diselesaikan akan ditangani langsung oleh Dinas PPPA dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pelapor.

“Korban mendapatkan jaminan perlindungan atas kasusnya,” tegas dia. (Josua)

Baca Juga: Pemkot Bandarlampung dan LAdA DAMAR Usulkan Perbaikan Data SIMFONI PPA

Berita Terkait

Salat Idulfitri Perdana sebagai Gubernur, Mirza Akan Tunaikan Salat Ied di Lapangan Enggal
ILS-BAZNAS Lampung Salurkan Kado Ramadan untuk Kader dan Pasien TBC
Bank Lampung Butuh Satu Orang Ini
Purnama Wulan Sari Mirza Terpilih Jadi Ketua PMI Lampung
Berbagi Bahagia Bersama BRI Group, RO Bandarlampung Salurkan 1.680 Paket Sembako
BPJS Kesehatan Komitmen Akses Layanan JKN Tetap Buka Selama Libur Lebaran
KPU Lampung: Uji Publik Calon Pengganti PSU Pesawaran Berlangsung Hanya Sampai Besok!
Pasar Murah Jelang Idul Fitri, PLN UID Lampung Siapkan 1000 Paket Sembako

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 14:19 WIB

Menerka Arah Media Massa, Mau Untung Malah Buntung

Selasa, 1 April 2025 - 12:37 WIB

Belajar Menambal Kredibilitas dari The New York Times

Senin, 31 Maret 2025 - 20:48 WIB

Obrolan Wartawan di Sela Ketupat Lebaran

Minggu, 30 Maret 2025 - 17:53 WIB

Wartawan, Storyteller yang Bukan Pengarang Bebas

Jumat, 28 Maret 2025 - 22:47 WIB

Kita Pernah Punya Wartawan Jihad, Kapan Ada Lagi?

Rabu, 26 Maret 2025 - 22:34 WIB

Tak Perlu Kepala Babi dan Bangkai Tikus untuk Membuat Kicep

Senin, 24 Maret 2025 - 05:01 WIB

Kebohongan Resmi dan Keterangan Palsu

Rabu, 19 Maret 2025 - 14:27 WIB

Jurnalis dan Macan dalam Kandang

Berita Terbaru

(Ilustrasi: ist)

Celoteh

Menerka Arah Media Massa, Mau Untung Malah Buntung

Kamis, 3 Apr 2025 - 14:19 WIB

Buku The New York Times karya Ignatius Haryanto. (foto: koleksi pribadi)

Celoteh

Belajar Menambal Kredibilitas dari The New York Times

Selasa, 1 Apr 2025 - 12:37 WIB

Ketupat (foto: ist)

Celoteh

Obrolan Wartawan di Sela Ketupat Lebaran

Senin, 31 Mar 2025 - 20:48 WIB

Ilustrasi buku jurnalisme sastrawi. (foto: dok pribadi)

Celoteh

Wartawan, Storyteller yang Bukan Pengarang Bebas

Minggu, 30 Mar 2025 - 17:53 WIB