Lampung Barat: Ketika Amanah Dijadikan Pekerjaan Paruh Waktu

iwan

Rabu, 24 Desember 2025 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Lampung Barat, jabatan sekarang kayak kursi di acara hajatan. Banyak, tapi nggak semuanya ada yang duduk. Ada yang kosong, ada yang ditinggal, ada juga yang ditaruh tapi cuma buat numpang nama. Pemerintahan jalan, tapi beberapa setirnya lagi disandarkan ke tembok.

Lampung Barat (Netizenku.com): Pasca pelantikan tujuh pejabat eselon II B, suasana kantor pemerintahan jadi mirip rumah kontrakan habis lebaran: banyak kamar kosong, tapi katanya semua masih “dalam proses”. Prosesnya entah proses apa. Mungkin lagi direndam dulu biar empuk.

Jabatan sekretaris dinas dan badan ditinggal naik pangkat, tapi penggantinya belum juga muncul. Ini kayak operan bola tapi bolanya nyangkut di udara. Padahal sekretaris itu bukan pajangan. Itu mesin. Kalau mesinnya mati, kendaraan masih bisa jalan, tapi bunyinya aneh, brebet, dan boros bensin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertanyaannya sederhana tapi pedas:

Ini kosong karena belum ketemu orang yang pas, atau karena orang yang pas lagi nunggu giliran setor berkas yang pas juga?

Publik disuruh sabar. Lagi-lagi sabar. Sabar jadi solusi universal. Tapi kesabaran publik itu bukan karung tanpa dasar. Kalau terlalu sering diisi kebingungan, lama-lama bocor juga.

Yang bikin tambah gatal, di lapangan beredar cerita—dan cerita di daerah kecil itu jarang fiktif—bahwa ada pejabat yang jabatannya cuma status, tapi pekerjaannya kontraktor. Siang pakai baju dinas, sore mikir tender. Pagi tanda tangan surat, malam negosiasi proyek. Multitalenta memang, tapi sayangnya bukan di bidang yang benar.

Modusnya rapi. Perusahaannya bukan atas nama sendiri. Pakai tangan orang lain. Sewa bendera. Sewa nama. Kayak nonton sulap, yang kelihatan bersih, yang kotor kerja di balik tirai. Dan ini bukan gosip warung kopi doang, tapi katanya sudah jadi rahasia umum yang terlalu umum untuk dibilang rahasia.

Baca Juga  Mukhlis Basri, Dapat Penugasan Baru Sebagai Ketua Ranting

Ironisnya, yang begini-begini justru sering betah. Duduk lama di satu jabatan. Hafal medan. Hafal alur. Hafal siapa harus senyum ke siapa. Mereka bukan cuma tahu aturan, tapi tahu celah di antara aturan. Ini yang berbahaya.

Sementara itu, ASN yang niat kerja, yang lurus, yang pengen karier bersih, malah sering jadi penonton. Mereka antre rapi, tapi yang nyelip duluan selalu yang pakai pintu belakang. Katanya sistem merit, tapi kok rasanya masih sistem “siapa dekat siapa cepat”.

Bupati jelas punya PR besar. Bukan cuma mengisi kursi kosong, tapi memastikan yang duduk bukan orang yang kursinya dobel: satu di kantor, satu di proyek. Jangan sampai jabatan jadi sampingan, sementara bisnis jadi tujuan utama.

Baca Juga  Viral Jalan Rusak, Sepi Tanggung Jawab: Alarm Keras untuk Evaluasi Kabinet

Memang, jangan buru-buru mengisi jabatan. Tapi jangan juga terlalu lama membiarkan kosong, karena kekosongan itu bukan netral. Kekosongan itu bisa diisi kepentingan. Dan kepentingan nggak pernah libur.

Lampung Barat butuh pejabat yang kerjanya satu: melayani. Bukan melayani tender, bukan melayani proyek, apalagi melayani perut sendiri. Kalau jabatan cuma dijadikan alat, maka birokrasi berubah jadi pasar. Dan di pasar, yang kalah selalu rakyat kecil.

Akhirnya begini:

Jabatan itu amanah, bukan tambahan usaha.

Kantor itu tempat kerja, bukan basecamp proyek.

Dan kekuasaan itu bukan warisan, tapi titipan.

Kalau itu dilupakan, ya jangan salahkan publik kalau mulai cerewet. Karena celoteh rakyat itu muncul bukan karena benci, tapi karena sudah terlalu sering melihat yang nggak beres, tapi pura-pura dibereskan. (*)

Berita Terkait

Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum
KPN Sai Betik Lampung Barat: Tanpa Rapat, Tanpa Sepakat Iuran Naik Seenaknya
Pemkab Lambar Siap Terapkan WFH Setiap Jumat, Tunggu Aturan Resmi
SMAN 1 Liwa Ditarget Masuk Lima Besar Sekolah Unggulan di Lampung
Viral Jalan Rusak, Sepi Tanggung Jawab: Alarm Keras untuk Evaluasi Kabinet
Lampung Barat Banget: ASN Jadi ATM? TPP Dipotong, Iuran Koperasi Mau Dilipatgandakan
PD Aisyiyah Lampung Barat Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Mukhlis Basri, Dapat Penugasan Baru Sebagai Ketua Ranting

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 21:54 WIB

Ketua DPRD Lampung Tekankan Kualitas Proyek Jalan Jabung–Labuhan Maringgai

Jumat, 10 April 2026 - 21:49 WIB

Direktur BPJS Kesehatan Tinjau Layanan RSUD Abdul Moeloek

Jumat, 10 April 2026 - 14:01 WIB

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Kamis, 9 April 2026 - 18:05 WIB

Kunjungan Wisata di Lampung Meningkat Pasca Lebaran 2026

Kamis, 9 April 2026 - 17:54 WIB

Pemprov Lampung Susun Roadmap ETPD 2026–2028, Bidik Prestasi TP2DD 2026

Rabu, 8 April 2026 - 13:51 WIB

IJP Lampung Jajaki Pembentukan Koperasi Bersama Dinas Koperasi

Rabu, 8 April 2026 - 13:32 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Daerah untuk Optimalkan PAD

Selasa, 7 April 2026 - 18:38 WIB

Lampung Siapkan PLTSa 1.000 Ton Per Hari, Target Beroperasi 2027

Berita Terbaru

Lampung

Direktur BPJS Kesehatan Tinjau Layanan RSUD Abdul Moeloek

Jumat, 10 Apr 2026 - 21:49 WIB

Lampung

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu

Jumat, 10 Apr 2026 - 14:01 WIB

Lampung

Kunjungan Wisata di Lampung Meningkat Pasca Lebaran 2026

Kamis, 9 Apr 2026 - 18:05 WIB