Pesawaran (Netizanku.com): Terkait statemen Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Pathurrozi yang menilai kurang baiknya kualitas pekerjaan fisik yang dikelola Dinas PUPR dan PRKP yang terjadi saat ini lantaran minimnya pengawasan dari satker. Diakui Kadis Pu-PR, Zainal Fikri, menurutnya hal tersebut lantaran minimnya personel yang ada di dinas PU-PR.
\”Ini akan menjadi evaluasi kami, karena untuk di PUnya sendiri kita keterbatasan personel untuk pengawasan,\” kata Fikri, Rabu (15/1).
Namun, menyikapi hal itu untuk pengawasan pihak PU telah menyerahkannya ke pihak konsultan pengawas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
\”Untuk pengawasan sudah kita serahkan kepihak konsultan pengawas dan kami sudah anggarkan. Nanti konsultan pengawas itu yang memang harus konsen di lapangan, kalau kami satu orang bertugas memantau beberapa pekerjaan dan tidak mungkin setiap hari ada di situ, karena kita keliling. Di sini tugas utama konsultan adalah mengawasi mulai dari nol hingga akhirnya pekerjaan,\” ungkapnya.
Sedangkan terkait langkah Komisi lll DPRD Pesawaran melakukan kroscek lapangan terhadap sejumlah proyek, yang ditengarai hasil pengerjaannya tidak berkualitas, pihaknya sangat menyambut baik.
\”Kami senang mereka komisi III turun ke lapangan melihat mengoreksi hasil kerjaan kami, artinya sebatas koridor pengawasan memberikan masukan ke kami, kami sangat mendukung, ini sebagai dasar kita untuk menegur pihak rekanan untuk sergera memperbaiki. Karena saat ini masih masuk dalam masa pemeliharaan,\” ucapnya.
Sedang terkait adanya ungkapan yang menyatakan lambatnya pekerjaan yang terjadi itu lantaran proses lelang yang begitu mepet. Dia tidak menampik soal itu. Menurutnya Apa yang terjadi pada proses lelang saat ini sangat beda dengan sebelumnya. Tahapan proses lelang dari perencanaan sampai pelaksanaan sepenuhnya dilaksanakan Unit Layanan Pengadaan (ULP).
\”Harus diketahui, ada mekanisme dan tahapan-tahapan yang harus kita lalui, tapi kitakan tidak mungkin melompati tahapan tersebut, karena kita harus mengikuti tahapan itu yang terjadi ya itu tadi waktunya jadi mepet, karena ada kebijakan-kebijakan baru yang mesti dilalui,\” kilahnya. (Soheh)








