Kudengar, Maling Teriak Maling

Redaksi

Senin, 5 Maret 2018 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ilustrasi: Ist)

(ilustrasi: Ist)

Pemilihan gubernur atau pilgub sering dianalogikan sebagai pesta demokrasi, keriangan merayakan hajatan dari rakyat untuk rakyat. Namun sejatinya hajatan apa, siapa yang pesta?

Kalau pilgub disebut tak ubahnya pesta rakyat dalam menyalurkan hak suara, ada yang beranggapan ajang kontestasi yang diberi embel-embel sebagai representasi asas demokrasi itu, masih jauh panggang dari api. Alias harapan belum sesuai kenyataan.

Sebab, pemilih belum menyadari konsekuensi atas pilihan yang bakal dijatuhkannya. Pemilih belum memperoleh informasi konkrit dan benar atas pasangan calon (paslon) peserta pilgub. Bahkan bagi orang kota yang dekat dengan pusaran kanal-kanal informasi sekalipun, kerap disambangi kabar sumir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  Triga Lampung Tagih Tanggung Jawab Menteri ATR/BPN soal HGU SGC

Seorang kawan yang kantornya berada tepat di jantung kota berujar, belakangan ini dirinya memiliki keengganan akut untuk mengunyah informasi berbau pilgub yang disodorkan media massa. Menurutnya, bukan tercerahkan nalarnya malah keruh, dibikin butek oleh muatan berita yang terkesan mencekoki. Berita-berita pilgub itu, seakan menggiring logikanya ke arah yang sesuai dengan keinginan media. Agaknya antara fakta dan opini sudah sedemikian tipis batasannya.

Dia juga mengeluhkan makin maraknya tautan-tautan berita yang kerap nyelonong ke ponselnya melalui saluran whatsApp. Yang lebih memuakkan lagi, dari sekian banyak tautan berbagai media online itu, isinya nyaris seragam bahkan tak sedikit yang mirip sampai titik koma.

Keluhan kawan tadi sangat bisa dipahami. Bahkan untuk kalangan jurnalis sendiri, fenomena media di Lampung menjelang pilgub, sudah sungguh memprihatinkan. Kondisi di kalangan wartawan bukan lagi hanya sekadar terbelah, melainkan sudah mirip kaca mobil yang dilempar batu, pecah seribu.

Baca Juga  Kwarcab Pesawaran Serahkan Dana Bumbung Kemanusiaan ke Kwarda Lampung

Satu gerombolan wartawan berhimpun mengusung paslon A. Sedangkan gerombolan lain bersekutu mengawal paslon B, dan seterusnya. Uniknya atau malah konyolnya, sambil mengkampanyekan paslon jagoannya, wartawan-wartawan itu tanpa malu tetap lantang menyuarakan wartawan harus independen. Tampaknya wartawan sejenis ini bukan hanya berniat membelokkan nalar pembaca beritanya, tapi juga rela mengacak-acak alur pemikirannya sendiri.

\"\"

Alhasil, berita-berita yang dibuat tak ada bedanya dengan pamflet atau malah brosur dagangan kecap yang mengklaim rasanya paling top markotob. Kekonyolan yang terang-terangan dipertontonkan itu tak hanya berhenti sampai disitu.

Baca Juga  Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Kurang puas hanya memoles jagoannya lewat jurus pencitraan \’cacing jadi naga\’, oknum-oknum itu melangkah lebih sembrono lagi. Prinsip keseimbangan dalam pemberitaan dipinggirkan, analogi jurnalis ibarat watchdog dipelesetkan. Moncong mereka hanya dipakai buat menggonggongi paslon-paslon rival \’majikannya\’, perilakunya mirip pribahasa lawas \’Semut di seberang lautan tampak,  sementara gajah di pelupuk mata tidak dilihat\’.

Wajar bila kemudian publik merasa dirugikan dengan pola hidangan pemberitaan pilgub semacam itu.  Mungkin ini yang disebut pesta yang disusupi miras, bagi yang kalap atau gelap mata bakal menenggak tandas sampai mabuk sejadi-jadinya dan meracau tanpa juntrungan. (Hendri Std)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik
Emado’s Perluas Jaringan, Lampung Jadi Cabang ke-99
Kwarcab Pesawaran Serahkan Dana Bumbung Kemanusiaan ke Kwarda Lampung
Pemprov Lampung Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Triga Lampung Tagih Tanggung Jawab Menteri ATR/BPN soal HGU SGC
3.000 Bibit Kopi-Kakao Dibagikan, Menko Zulkifli Hasan Minta Petani Jaga Gunung Rajabasa
IJP Lampung Pelajari Strategi Komunikasi Publik Jawa Barat dan Pola Kemitraan Media

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:45 WIB

Pemprov Lampung Gandeng Investor Hadirkan Taksi Listrik Ramah Lingkungan

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:28 WIB

DPRD Lampung, Jangan Klaim Wisata Besar Jika Tak Berdampak ke PAD

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:24 WIB

Komisi V DPRD Lampung Dukung Pergub Perlindungan Guru

Senin, 12 Januari 2026 - 20:04 WIB

Mirzani Tekankan Bank Lampung Harus Berdampak bagi Ekonomi Daerah

Senin, 12 Januari 2026 - 15:49 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 20:52 WIB

KETUM JPPN MENGHIMBAU PEMERINTAH UNTUK MEMBELI HASIL PANEN JAGUNG PETANI SESUAI HPP

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:42 WIB

Wagub Jihan Apresiasi Penggalangan Bumbung Kemanusiaan Pramuka Lampung

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:42 WIB

Komisi V DPRD Lampung Dukung Inisiatif Perda Anti LGBT

Berita Terbaru

Lampung

Komisi V DPRD Lampung Dukung Pergub Perlindungan Guru

Selasa, 13 Jan 2026 - 12:24 WIB