KPU: APK Rusak, Tanggungjawab Masing-masing Paslon

Redaksi

Selasa, 24 April 2018 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Soal semrawutnya pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) pasang calon Gubernur-Wakil Gubernur Lampung di Kabupaten Pesawaran, Komisioner KPU Lampung, M Tio Aliansyah angkat bicara.

Menurut Tio, dalam hal ini KPUD Pesawaran sudah melakukan tugas sebagaimana mestinya, yakni menyiapkan dan memasang APK di beberapa titik sesuai dengan aturan.

\”Jadi, perkara (APK) roboh ataupun kondisinya sudah tidak baik, hal tersebut bukan tanggung jawab KPUD lagi, karena pemeliharaanmya diserahkan ke masing-masing pasang calon,\” jelas Tio kepada Netizenku.com, Selasa (24/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu, kata dia, bagi masing-masing calon diperbolehkan mencetak APK sesuai dengan jumlah yang ditentukan KPU, yakni 150 persen dari jumlah yang disediakan KPU. Hal ini juga harus disesuaikan dengan ukuran yang sudah ditetapkan KPU.

\”Tidak boleh lebih besar ataupun lebih banyak dari yang ditentukan KPU,\” ucapnya.

Sebelumnya, Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) menemukan banyak alat peraga kampanye (APK) pasangan cagub dan cawagub di Pesawaran dipasang semrawut dan asal asalan.

Ketua Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Yusuf Ramadhan mengatakan, pemasangan alat peraga kampanye (APK) peserta Pilgub Lampung selain terkesan asal asalan, banyak juga tiang penyangga APK kualitisnya buruk. Sehingga banyak juga APK di Pesawaran rusak.

“Ya dalam perihal pemasangan APK ini tidak sesuai dengan harapan para pasangan calon peserta Pilkada. Dapat kita lihat banyaknya alat peraga yang rusak, jatuh bahkan ada yang hilang, karena mungkin saja hal itu diakibatkan dari kualitas pemasangan alat peraga yang kurang baik,” katanya. (Rio)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Andhika Wibawa Dukung Standar Akademik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Pendaftaran Ditutup, Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Jadi Pendaftar Tunggal Ketua PWI Lampung

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Karhutla TNWK Mulai Mereda, Asap Masih Tersisa di Lahan Gambut

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Andika Wibawa Dukung Larangan Vape di Sekolah, Waspadai Penyalahgunaan Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Mikdar Ilyas Sebut Harga Singkong Rp3.150 per Kg Hasil Perjuangan Pansus

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Sinergi Pembangunan Ketenagakerjaan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gubernur Lampung Fokus Tangani Karhutla TNWK, Lima Hektare Dipadamkan per Hari

Berita Terbaru