Bandar Lampung, (Netizenku.com)KONI Provinsi Lampung meminta Pj Gubernur Lampung, Samsudin segera mencairkan anggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Aceh-Sumut.
Pasalnya pelaksanaan PON 2024 tinggal 54 hari lagi, yaitu pembukaan mulai 8 September mendatang. Sementara anggaran dari Pemprov Lampung belum cair secara keseluruhan.
Wakil Ketua Umum III KONI Lampung, Yanuar Irawan mengatakan jajaran KONI Lampung telah menggelar pertemuan dengan Pj Gubernur untuk membahas pencairan anggaran tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Yanuar, dari total Rp55 miliar anggaran kontingen PON Lampung, yang dicairkan baru 30 persen. Anggaran yang belum dicairkan sebesar 70 persen yaitu Rp38 miliar.
“Dari anggaran yang sudah kita sahkan yang baru cair 30 persen. Masih ada 70 persen yang belum. Sementara kita butuh untuk melengkapi dan memenuhi apa yang menjadi kewajiban kita kepada pihak EO dan penyelenggara PON di sana,” kata Yanuar Irawan usai menghadiri rapat persiapan PON di Kantor KONI Way Halim, Selasa (16/7/2024).
Namun Yanuar yang juga Anggota Badang Anggaran di DPRD Lampung mengakui saat ini anggaran Pemprov Lampung memang masih minim.
“Nah ini yang perlu pemikiran, karena saya sendiri di Badan Anggaran tahu juga memang anggaran kita masih minim, PAD-nya belum semua masuk. Tapi Insyaallah kita sudah sepakatkan dengan Pak Pj bahwa dalam 2 hari ini bisa cair,” jelasnya mendampingi Ketua Harian KONI Lampung, Amalsyah Tarmizi.
Yanuar juga menegaskan jangan sampai kendala anggaran ini mempengaruhi prestasi para atlet Lampung di PON 2024.
“Karena ini akan membawa nama Lampung, maka itu kaitannya harga diri kita, jangan sampai gara-gara anggaran ini prestasi kita tidak maksimal. Dan dari pertemuan tadi beliau juga punya persepsi dan pemikiran yang sama, dan dalam satu minggu ini anggaran itu bisa segera dicairkan,” ujarnya.
“Dari Rp55 miliar yang baru cair 30 persennya, dan dari dana 30 persen itu saja prosesnya sudah sampai di sini. Teman-teman di sini semua berupaya, kita gotong royong. Jadi tidak mungkin atlet akan terganggu suasana kebatinannya. Jadi kita tutup, atlet fokus latihan dan meraih prestasi di sana. Yang lain-lain itu kita yang urusin,” tandasnya.








