Kasus Kekerasan Anak di Bandarlampung Naik di Masa Pandemi Covid-19

Redaksi

Selasa, 3 November 2020 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandarlampung Sri Asiyah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/11). Foto: Netizenku.com

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandarlampung Sri Asiyah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/11). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Kasus kekerasan terhadap anak sepanjang Februari-Oktober 2020 mengalami peningkatan selama masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandarlampung tercatat 14 kasus kekerasan anak di 2020, sementara data 2019 lalu sepanjang Januari-Desember tercatat 14 kasus.

Perbulan Februari terdapat 3 kasus, Maret (1) kasus, Juli (2) kasus, September (5) kasus, dan Oktober (3) kasus kekerasan anak.

Baca Juga  PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kepala Dinas PPPA setempat, Sri Asiyah, angka tersebut bisa saja lebih banyak dari laporan masyarakat yang diterima pihaknya.

\”Karena terdapat kekerasan anak yang kondisinya masih tidak terekspos dan beberapa kasus juga langsung dirujuk ke jalur hukum,\” kata Sri Asiyah di ruang kerjanya, Selasa (3/11).

Baca Juga  Pemkot Benahi Drainase untuk Hentikan Jalan Cepat Rusak

Saat ini terdapat 6 kasus yang dalam proses, 3 pelaku kekerasan ditahan, dan satu kasus berujung damai, sementara sisanya dialihkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Lampung.

Sri menjelaskan kasus kekerasan yang menimpa anak justru dilakukan oleh orang-orang terdekat korban atau keluarga korban yang hampir secara keseluruhan disebabkan oleh faktor ekonomi dan tingkat kesejahteraan.

Baca Juga  1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung

Hal ini disebabkan selama masa pandemi Covid-19 tak sedikit pekerjaan orang tua yang terdampak sehingga dirumahkan dan anak-anak sebagian besar menjalani aktifitas pembelajaran dari rumah.

\”Bukan faktor utama memang, tapi memang ada sedikit kaitannya antara kekerasan anak dengan masa pandemi covid-19 yang mana mengharuskan aktivitas dilakukan dari rumah,\” ujar Sri. (Josua)

Berita Terkait

LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS
Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan
Pemkot Perkuat Tata Kelola Program
1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung
292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung
PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:19 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Pemkot Perkuat Tata Kelola Program

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:19 WIB

1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:17 WIB

292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:26 WIB

PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Kodam XXI/Radin Inten Genap Satu Tahun

Berita Terbaru

Pringsewu

Polisi Tetapkan FD Tersangka Kasus Pelajar di Kos

Selasa, 25 Agu 2026 - 20:02 WIB