Siasat Gubernur Mirza Atasi Jalan Rusak Lampung, Fokus Daerah Padat dan Tambal Lubang

Hendri Setiadi

Minggu, 28 Desember 2025 - 23:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Mirza didampingi Wakil Gubernur Jihan dan Sekdaprov Marindo saat pemaparan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung 2025.

Gubernur Mirza didampingi Wakil Gubernur Jihan dan Sekdaprov Marindo saat pemaparan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung 2025.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berkomitmen menjadikan Lampung anti jalan berlubang. Upaya tersebut diimplementasikan melalui pergeseran kebijakan pembangunan infrastruktur di tahun 2025.

(Netizenku.com): Kebijakan yang dipaparkan Gubernur Mirza pada kaleidoskop pembangunan Lampung 2025 yang digelar di Mahan Agung tersebut, sangat bertolak belakang dengan kebijakan pembangunan infrastruktur periode pemerintahan sebelumnya.

“Ada yang perlu disesuaikan,” ungkapnya, di hadapan pimpinan organisasi jurnalis dan media serta insan pers di Lampung, Minggu (28 Desember 2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Evaluasi Jalan Rusak, Mengapa Jalan Bagus Malah Banyak di Kebun?

Sebagai latar belakang narasi, Gubernur Mirza mengulas kembali merebaknya protes jalan rusak di Lampung. Isu ini viral pada tahun 2023 lalu, hingga menyedot perhatian Presiden Jokowi.

“Dimana-mana orang bilang jalan di Lampung banyak yang rusak parah,” tutur Gubernur Mirza. Ketika dirinya bersama Jihan Nurlela didapuk menjadi pasangan kepala daerah di Lampung, isu jalan rusak tersebut sempat mereka koordinasikan ke pemerintah pusat.

Baca Juga  Kisah Haru Kyai Batua dan Sinta, Lahirnya Dua Anak Harimau Sumatera Pertama di Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memaparkan hasil pembangunan infrastruktur di Lampung seama 2025. (Foto: Netizenku.com)

“Orang pusat buka data. Ternyata jumlah jalan mantap di Lampung, maksudnya jalan yang dalam kondisi baik, berada di atas rata-rata nasional. Jalan mantap di Lampung tercatat 77 persen. Angka ini di atas rata-rata jalan mantap se-Indonesia yang cuma 75 persen. Nah lho, kok bisa begitu?” ujarnya.

Setelah ditelisik, imbuh Gubernur Mirza, ternyata sebelumnya ada banyak jalan bagus dan mulus yang dibangun di daerah perkebunan tapi sedikit populasi penduduk.

“Itu dilakukan karena orientasi kebijakan yang dipakai pembangunan infrastruktur harus dapat menunjang pertumbuhan ekonomi. Dan itu dilihat dari keberadaan potensi wilayah perkebunan. Maka anggaran ratusan miliar digelontorkan untuk membangun jalan yang panjang dan jauh ke dalam,” urainya.

Di daerah tersebut memang menjadi kawasan perkebunan, sambung Gubernur Mirza, tapi sedikit jumlah populasi penduduknya. Sementara ada daerah yang padat penduduk. Bahkan populasinya hingga 700 ribu jiwa. Setiap saat mereka mesti berinteraksi dengan kondisi jalan rusak.

“Tak heran kalau kemudian tingkat noise-nya tinggi. Warga di beberapa daerah yang merasakan jalan rusak mengeluh,” kata Gubernur Mirza.

Baca Juga  Sekber MBG Lampung Apresiasi Sorotan Wagub Jihan Terhadap SPPG Tak Berkomitmen Moral

Prioritas Baru, Bangun Jalan di Daerah Padat Penduduk

Beranjak dari fenomena tersebut, Gubernur Mirza berpendapat, hendaknya pembangunan infrastruktur tidak semata memperhatikan faktor ekonomi, melainkan juga mempertimbangkan fungsi sosial.

“Membangun infrastruktur jalan di daerah perkebunan itu mahal. Berbiaya tinggi. Karena harus mendatangkan material. Sedangkan anggaran ratusan miliar itu kalau dibangunkan jalan bisa menghubungkan Pringsewu sampai ke Lampung Utara yang populasi pendudukanya lebih besar,” urainya.

Untuk itu sejak 2025 hingga 2027 mendatang Gubernur Mirza akan lebih memprioritaskan pembangunan jalan yang melintas di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi.

“Itu sudah direalisasikan di tahun ini. Dengan anggaran Rp400 miliar yang merupakan anggaran pembangunan infrastruktur terkecil selama 5 tahun terakhir, kita sudah membangun jalan yang mampu mendatangkan manfaat bagi tidak kurang 5 juta orang,” jelasnya.

Lampung Anti Jalan Berlubang

Gubernur Mirza juga mengutarakan, menjadi harapan semua pihak Lampung memiliki ruas jalan yang memadai. Namun untuk membuat seluruh jalan provinsi menjadi mulus dibutuhkan anggaran Rp4 triliun. Lantaran keterbatasan anggaran, siasat lain mesti dijalankan.

Baca Juga  MBG Lampung Beruntung “Dikawal” Duet Kakak Beradik

“Warga itu mengeluh kalau lihat jalan berlubang. Nah, kita tambal semua jalan berlubang. Ini kita lakukan karena menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” katanya.

“Dengan alokasi anggaran Rp50 miliar yang kita siapkan, memang belum bisa membikin semua jalan provinsi mulus. Tapi setidaknya sampai saat ini hampir 80 persen jalan provinsi sudah tidak berlubang lagi,” lanjut Gubernur Mirza.

Langkah tersebut, imbuhnya, tidak hanya membuat warga senang. Tetapi juga ikut mendatangkan manfaat bagi anggaran daerah.

“Kalau kita hitung, kualitas setiap jalan akan menurun hingga 8 persen dalam setahun. Melalui upaya tidak ada jalan berlubang, ternyata tingkat penurunan kualitas jalan bisa ditekan hingga 4 persen saja. Itu berarti kita sudah berhemat Rp100 miliar per tahun untuk anggaran perawatan kerusakan jalan,” pungkas Gubernur Mirza. (*)

Berita Terkait

Bupati Lampung Selatan Dukung Pergantian Kepala BGN, Siap Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
ghofur, Pasir Laut Tidak Direkomendasikan untuk Konstruksi Jalan
DPRD Lampung Soroti Rencana Anggaran Rp10 Miliar untuk SMA Siger
Dewan Pendidikan Ajak Publik Awasi SPMB 2026
Sekber Siber Pantau MBG Menunggu Penertiban BGN di Lampung
Gubernur Lampung Dukung Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program MBG
Ketua DPRD Lampung Sambut Kepemimpinan Baru BGN
Pemprov Lampung Sosialisasikan E-Reviu untuk Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Daerah
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) mengungkap strategi baru atasi jalan rusak. Mulai 2025, pembangunan difokuskan pada daerah padat penduduk dan program tambal lubang senilai Rp50 miliar demi kenyamanan warga.

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:39 WIB

Dramaturgi Geleng-Angguk MBG

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:53 WIB

Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:55 WIB

Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”

Rabu, 29 April 2026 - 13:27 WIB

Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Senin, 27 April 2026 - 10:28 WIB

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?

Minggu, 26 April 2026 - 13:20 WIB

Saat Keputusan Gubernur Tentang MBG Lampung Diteken, Ratusan Siswa Keracunan

Jumat, 24 April 2026 - 12:41 WIB

MBG Lampung Beruntung “Dikawal” Duet Kakak Beradik

Berita Terbaru

Lampung

Dewan Pendidikan Ajak Publik Awasi SPMB 2026

Rabu, 3 Jun 2026 - 14:49 WIB