Kala Luna \’Bukan Maya\’ Digiring ke Penangkaran

Redaksi

Kamis, 12 April 2018 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Si Luna musang unik yang sedang jalani proses kawin silang. (Foto-foto: Netizenku.com)

Si Luna musang unik yang sedang jalani proses kawin silang. (Foto-foto: Netizenku.com)

Bandarlampung (Netizenku.com): Pilihan hobi yang satu ini bagi sebagian orang memang terasa janggal. Musang sebagi hewan mamalia yang pintar memanjat dan memiliki habitat asli di perkebunan maupun hutan itu, justru dijadikan peliharaan layaknya kucing. Tak khawatirkah dengan ancaman gigitan berdampak rabies dari binatang yang acapkali dianggap hama pengganggu itu?

Kalau pertanyaan itu disodorkan kepada Anisa Sintia, perempuan 21 tahun ini, pasti menggeleng. Sebab, musang yang diperoleh dari pemberian pacarnya itu, tampak imut sekaligus jauh dari kesan ganas apalagi menyeramkan.

\”Saya dapat dari pacar. Dia enggak sengaja beli dari petani di Tanggamus yang ngakunya nemuin bayi musang di hutan,\” kata Icut -sapaan akrab Anisa Sintia- kepada Netizenku.com, Kamis (12/4). Saat pertama kali bertemu musang anakan yang ditaksir masih berumur 4 bulan itu, kondisinya terlihat menggemaskan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui musang betina ini berjenis musang bulan dengan warna hitam kecokelatan. \”Saya nggak merasa takut sama sekali, malah musangnya manja-manja gitu. Akhirnya saya pelihara dan kasih nama ke dia Nandini,\” kisah Icut sambil membelai seekor musang yang berada di pangkuannya.

Baca Juga  Pemkab Lampung Selatan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otda

Mengingat ketika itu usia Nandini masih terbilang \’bocah ingusan\’ maka Icut juga harus berperan seperti induknya dalam merawat dan memberi makan. \”Waktu itu saya kasih minum pakai botol dot yang biasa dipakai bayi,\” imbuhnya seraya tersenyum.

Seiring waktu, Nandini menunjukkan sikap yang berbeda jauh dengan perilaku musang di habitat aslinya. Bulu-bulunya yang tak lepas dari perawatan menjadi lebih lebat dan halus. \”Pembawaan Nandini juga cenderung lebih kalem bila di banding musang lain. Kalau sedang saya bawa jalan naik motor dia anteng tidak agresif. Dia juga nggak badung berlari kesana-kemari kalau sedang diajak jalan-jalan sore. Nandini selalu jalan di belakang mengikuti arah gerak saya,\” timpal Icut.

Selain kalem, Nandini juga termasuk musang yang tahu diri. Dia tidak ingin membikin repot majikannya dengan pup di sembarang tempat. Atau mungkin musang betina ini termasuk musang yang demen ketertiban sehingga hanya BAB di satu tempat yang sudah disediakan.

\"\"

Selain disiplin, menurut Icut, musang kesayangannya juga sudah kehilangan naluri alamiahnya. \”Dia takut, malah bisa dibilang phobia, dengan ayam,\” ucapnya. Kalau musang betina itu kebetulan sedang di luar rumah dan melihat ayam, Nandini bakal terbirit-birit tunggang langgang berlari ke arah Icut, lalu mencari perlindungan menelusup di antara kakinya.

Baca Juga  Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar

\”Jangankan melihat, mendengar suara ayam aja Nandini sudah panik. Bisa senewen dia. Pokoknya aneh, deh,\” sergah Icut tentang musang peliharaannya yang hingga kini masih ngedot itu.

Icut bukan satu-satunya pemelihara musang. Karena tren mengurusi \’hewan peliharaan anti mainstream\’ belakangan ini sudah makin digandrungi di Lampung. Bahkan, untuk penggemar musang peliharaan sudah memiliki perhimpunan tersendiri dengan nama Musang Lovers Lampung atau disingkat Malam. Tak heran bila sedang berkumpul ada banyak cerita yang berhamburan seputar musang peliharaan para anggotanya.

Anggi Fillian adalah salah satu di antaranya. Bahkan pria 25 tahun ini, tercatat sebagai Ketua Malam regional Kota Metro. Anggi mengaku sudah bergaul dengan musang sejak 2005. Perkenalan itu melalui seorang karibnya yang sudah lebih dulu memelihara musang. Anggi lalu terinfluense dan mulai juga memelihara musang yang sejenis dengan Nandini yakni musang bulan.

Baca Juga  Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar

Hanya saja musang milik Anggi berkelamin jantan. Maka selaras ketika pemiliknya menyematkan nama tokoh bertopeng di salah satu serial TV Indonesia pada awal 2000-an. \”Saya kasih nama dia Panji. Tapi bukan manusia milenium ya, Mas,\” seloroh Anggi.

Awalnya, dia tidak tahu sama sekali kalau musang bisa dijadikan hewan jinak, layaknya binatang peliharaan lain. Setelah memelihara Panji sejak musang itu berusia 5 bulan, baru dipahami bahwa musang memang bisa dibikin sangat penurut. \”Apalagi sekarang umurnya sudah 13 tahun. Panji sama aku sudah lengket banget,\” tambahnya.

Saking lengket dan jinak, tak pelak Panji kerap menjadi daya magnet setiap kali dibawa ke luar rumah. \”Enaknya musang ini bisa kita ajak main kemana-mana. Panji ini punya pesona tersendiri. Kalau diajak jalan dia anteng. Nah, itu mungkin yang bikin orang gemes lihatnya. Akhirnya aku sama Panji sering jadi pusat perhatian gitu, enggak heran kalau Panji jadi target orang-orang untuk selfi,\” ucap Anggi, sambil mengaku jadi ikut ketiban rezeki lantaran kerap dikerumuni orang yang ngajak foto bareng.

Berita Terkait

Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar
Pemkab Lampung Selatan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otda
Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar
HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah: Pers Harus Berani Kawal Demokrasi
Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov dan DPRD Lampung Soroti Kepesertaan 89 Ribu BPJS PBI 2026
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:20 WIB

Bupati Pringsewu Dorong Kesadaran Masyarakat melalui Sosialisasi Kebijakan Perpajakan Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 20:13 WIB

Bupati Pringsewu Raih Penghargaan Kapolda Lampung atas Dukungan Program Cultural Policing

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:31 WIB

Buron Setahun, Pelaku Penggelapan Kendaraan Ditangkap di Banten

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:26 WIB

Mahasiswa Pascasarjana UMPRI Gelar Seminar Digitalisasi Pembelajaran

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:31 WIB

468 Jamaah Haji Pringsewu Resmi Diberangkatkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:36 WIB

Aipda Triyoto Tutup Usia, Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:20 WIB

Bupati Pringsewu Temui Menteri KKP, Siapkan Strategi Modernisasi Perikanan dan UMKM

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:15 WIB

Maling Mobil di Pringsewu Resmi Diserahkan ke Jaksa, Terancam 9 Tahun Penjara

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Program Tubaba Berkurban 2026 Himpun 7 Sapi dan 477 Kambing

Senin, 18 Mei 2026 - 22:03 WIB

Lampung

DPRD Lampung Soroti Peningkatan Kasus HIV

Senin, 18 Mei 2026 - 21:25 WIB

Lampung

I Made Suarjaya Minta Kisruh Pimpinan Lamteng Diselesaikan

Senin, 18 Mei 2026 - 15:39 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Dukung Percepatan Koperasi Merah Putih

Senin, 18 Mei 2026 - 14:41 WIB

Perwakilan Sekretariat Bersama (Sekber) tiga asosiasi siber konstituen Dewan Pers Provinsi Lampung mendatangi Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG).(Foto: Netizenku.com)

Lampung

Sekber Konstituen Dewan Pers Provinsi Lampung Datangi KPPG

Senin, 18 Mei 2026 - 14:14 WIB