Kabar dari LEIF 2025, Ini yang Disampaikan Gubernur Lampung kepada Investor

Ilwadi Perkasa

Selasa, 4 November 2025 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam paparannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, Lampung siap menjadi pusat hilirisasi lima komoditas strategis, yaitu kelapa, kopi, lada, ubi kayu, dan udang.

Dalam paparannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, Lampung siap menjadi pusat hilirisasi lima komoditas strategis, yaitu kelapa, kopi, lada, ubi kayu, dan udang.

Optimisme ekonomi Lampung kembali menyeruak di panggung nasional. Melalui Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (4/11/2025), Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan ambisinya menjadikan provinsi ini sebagai pusat hilirisasi komoditas strategis di Sumatera. Forum yang diinisiasi bersama Forum Investasi Lampung (FOILA) itu dihadiri lebih dari 58 calon investor dari dalam dan luar negeri. Hadir pula Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto, perwakilan Kementerian Investasi/BKPM, Ketua DPRD Provinsi Lampung, serta sejumlah pemilik proyek strategis daerah.

Kehadiran puluhan investor asing di forum ini dinilai sebagai sinyal meningkatnya minat dan kepercayaan dunia usaha terhadap potensi ekonomi Lampung. “Kami ingin menunjukkan bahwa Lampung bukan hanya lumbung pangan, tetapi juga pusat pertumbuhan baru di sektor energi, industri pengolahan, dan pariwisata berkelanjutan,” ujar Gubernur Rahmat dalam sambutannya.

Lima Komoditas Unggulan

Di hadapan peserta forum, Gubernur Rahmat menegaskan kesiapan Lampung menjadi pusat hilirisasi untuk lima komoditas strategis: kelapa, kopi, lada, ubi kayu, dan udang. Ia menyebutkan, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp483,8 triliun pada 2024—tertinggi keempat di Sumatera—Lampung menawarkan peluang besar bagi investor yang ingin memperkuat rantai nilai sektor riil.

“Fokus kami adalah meningkatkan nilai tambah di daerah. Kami tidak ingin lagi mengekspor bahan mentah, melainkan menciptakan industri pengolahan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Gubernur. Ia menambahkan, arah ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk memperkuat hilirisasi dan kemandirian ekonomi daerah.

Baca Juga  Setahun Mirza–Jihan, IJP Lampung Terbitkan Koran dan Buku Edisi Khusus

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Forum LEIF 2025, yang didukung oleh Bank Indonesia Provinsi Lampung, juga menghadirkan pameran proyek-proyek investasi serta sesi dialog antara calon investor dan pemilik proyek. Dalam forum interaktif ini, berbagai peluang kerja sama, model pembiayaan, dan skema investasi di sektor prioritas Lampung dibahas secara terbuka.

Kepala Perwakilan BI Lampung, Bimo Epyanto, menilai Lampung memiliki keunggulan geografis dan infrastruktur yang solid untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. “Dengan posisi strategis dan kapasitas pelabuhan yang baik, Lampung siap menjadi simpul penting dalam jaringan logistik nasional,” ujarnya.

Dari Energi Hijau hingga Pariwisata

Pemerintah Provinsi Lampung memperkenalkan 11 proyek investasi unggulan di forum ini. Di antaranya, Kemiling Agripark Development Plan, Bakauheni Harbour City, Floating Solar Power Plant, Way Kanan Industrial Park, Rajabasa Dharmacity, Gunung Tiga Geothermal Power Plant, hingga Sebalang Port dan Batu Tumpang Tourism Area.

Ragam proyek tersebut memperlihatkan arah pembangunan Lampung yang semakin beragam, dari industri agribisnis dan energi baru terbarukan hingga pengembangan kawasan pariwisata berkelanjutan.

Baca Juga  DPRD Lampung Dorong Hilirisasi Sawit dan Kopi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Ekspor

Sebagai langkah konkret, forum ini juga menghasilkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PT Bakrie Power untuk pengembangan energi baru terbarukan. Kerja sama ini menjadi langkah awal memperkuat sektor energi hijau, sejalan dengan agenda transisi energi nasional.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi/BKPM, Imam Soejoedi, memuji arah kebijakan investasi Lampung yang berpihak pada sektor berkelanjutan. “Jika ingin berinvestasi di pangan dan energi baru terbarukan, Lampung adalah pilihan tepat,” ujarnya.

Efisiensi Fiskal dan Ketahanan Ekonomi

Dalam sesi tanya jawab, Gubernur Mirza juga menyinggung isu efisiensi fiskal dan kebijakan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) dari pemerintah pusat. Ia menegaskan, perubahan mekanisme TKDD bukanlah pemotongan dana daerah, melainkan penyesuaian sistem pelaksanaan program pusat di daerah.

“Lampung bukan provinsi dengan APBD besar. Kami tidak punya tambang, tidak punya dana bagi hasil. Tapi kami bertahan dengan sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan,” jelas Gubernur.

Dari total PDRB Lampung senilai Rp483,8 triliun, hanya sekitar Rp32 triliun atau 6 persen yang bersumber dari anggaran pemerintah, termasuk APBN, APBD, dan dana desa. “Separuh dari itu digunakan untuk belanja pegawai. Karena itu, kami dorong pertumbuhan dari sektor usaha dan investasi,” lanjutnya.

Gubernur menekankan pentingnya memanfaatkan infrastruktur yang telah terbangun—mulai dari jalan tol Trans-Sumatera, pelabuhan, hingga jaringan logistik—sebagai modal dasar untuk memperkuat daya saing ekonomi. “Kami ingin Lampung menjadi rumah yang ramah bagi investor, dengan arah pembangunan yang jelas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Lampung Tinjau Perbaikan Jalan Gunung Batin–Daya Murni, Prioritas Fungsional Jelang Lebaran

Produktivitas dan Hilirisasi Pangan

Gubernur juga menyoroti tantangan produktivitas pertanian. “Pertanian Lampung tumbuh 5 persen, tapi produktivitasnya masih setengah dari Vietnam. Ini yang sedang kami dorong agar dalam tiga sampai lima tahun bisa dua kali lipat,” katanya.

Pemerintah pusat kini mendorong leverage komoditas strategis di berbagai daerah. Lampung, kata Gubernur, beruntung karena hampir seluruh komoditas unggulannya masuk dalam agenda nasional penguatan hilirisasi.

“Kami sadar pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. BUMD dan BUMN juga terbatas. Karena itu kami mengundang para investor untuk menjadi mitra dalam membangun hilirisasi yang nyata di Lampung,” tegasnya.

Membangun Masa Depan Ekonomi Hijau

Gubernur menargetkan dalam lima tahun ke depan, Lampung akan mencapai tahap hilirisasi penuh terhadap komoditas unggulan, sekaligus memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku usaha lokal.

“LEIF 2025 bukan sekadar ajang promosi investasi, melainkan ruang untuk menegaskan posisi Lampung dalam peta ekonomi nasional dan global,” ujar Gubernur.

Ia menutup paparannya dengan pesan optimistis: “Forum ini bukan hanya tentang investasi, tapi tentang bagaimana Lampung berkontribusi pada masa depan ekonomi Indonesia.” ***

Berita Terkait

Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Prioritas 2026
IJP Lampung Jajaki Kolaborasi Promosi Wisata dengan Dinas Pariwisata
Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Hadiri Entry Meeting BPK, Tegaskan Komitmen Akuntabilitas
BPBD Lampung Siapkan Sistem Peringatan Dini Banjir di Bandarlampung
BMBK Lampung Tindaklanjuti Rekomendasi Pansus LHP BPK
Sekdaprov Lampung Paparkan Strategi Tekan Pengangguran
Disnakeswan Lampung Raih Peringkat 2 Kematangan Perangkat Daerah
Ketua DPRD Lampung, Ajak Perkuat Gotong Royong di HUT ke-62 Lampung

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 18:21 WIB

Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda Perkuat Akses Desa Sukaraja

Senin, 30 Maret 2026 - 20:06 WIB

Bupati Pesawaran Sampaikan LKPJ 2025

Senin, 30 Maret 2026 - 18:43 WIB

Halal Bihalal Pemkab Pesawaran, Bupati Ajak ASN Tingkatkan Pelayanan

Rabu, 25 Maret 2026 - 18:22 WIB

Bupati Pesawaran Tinjau Destinasi Wisata Lokal Saat Libur Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pemkab Pesawaran Anggarkan Dana untuk Rehabilitasi Gedung DPRD

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:18 WIB

Takbir Keliling Dilarang di Jalan Protokol, Pemkab Pesawaran Imbau Warga

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:07 WIB

Bupati Pesawaran Tinjau Pospam Mudik

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:04 WIB

Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Bupati Egi Tinjau Longsor Gunung Rajabasa

Sabtu, 4 Apr 2026 - 15:39 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Prioritas 2026

Jumat, 3 Apr 2026 - 20:56 WIB