Jelang Nataru, Sejumlah Komoditas Naik

Redaksi

Rabu, 18 Desember 2019 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Menjelang Natal dan Tahun baru (Nataru) Tim satuan tugas (Satgas) Pangan kota Bandarlampung, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa pasar tradisional yang ada di kota setempat, Rabu (18/12).

Dalam sidak tersebut, tim Satgas Pangan Kota Bandarlampung, dibantu Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Lampung, Dinas Kesehatan kota, Polresta dan juga Satpol PP, menemukan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di Pasar Gintung dan Pasar Way Halim.

Kadis Ketahanan Pangan Bandarlampung, Kadek Sumarta, mengatakan harga bawang merah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sementara beras, cabai dan bawang putih sementara ini tetap stabil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Setelah kita turun ke gudang di sini stok cukup. Tadi barusan datang bawang merah, itu yang agak langkah. Sekarang sudah datang mudah-mudahan mengurangi harga di pasar,\” kata Kadek.

Penyebabnya kenaikan ini masih dengan Sebelumnya, yakni faktor cuaca. Sebab beberapa komoditas berasal dari pulau Jawa.

\”Termasuk harga telur mengalami kenaikan, untuk telur ini beda pasar beda harga. Di pasar Way Halim Rp22,5 ribu. Sedangkan pasar Gintung Rp24 ribu per kg,\” jelasnya.

Pihaknya juga mengambil beberapa sample buah untuk dilakukan pengecekan kandungan bebas formalin.

\”Tadi ada juga yang buah, semua sudah kita tes kandungannya dan semua negatif. Jadi layak untuk dikonsumsi masyarakat,\”paparnya.

Sementara untuk hasil komoditas sayuran yang mengalami kenaikan yang signifikan adalah kentang.

\”Kalau sayuran yang mengalami kenaikan, seperti Kentang dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu,\”ujarnya.

Kadek juga mengungkapkan, pada sidak tersebut tim menemukan beberapa produk yang telah kadaluarsa. Penemuan itu didominasi dengan minuman saset. Barang-barang tersebut rencanya akan dimusnahkan oleh BPOM Bandarlampung.

\”Ini ada beberapa sidak kita di pasar yang kita sita karena kadaluarsa. Ini ada toko yang menjual produk yang sudah kadaluarsa. Ini akan dimusnakan di badan BPOM,\” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati membeli produk makanan.

\”Kami mengimbau terkuat kelayakan yang dikonsumsi masyarakat menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Jika ingin membeli makanan harus diperhatikan IRT-nya dan nomor BPOM-nya,\” pungkasnya. (Adi)

Berita Terkait

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi
DPP ABRI Gelar Pelatihan Paralegal Nasional 2025

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:18 WIB

Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Korupsi Kegiatan Bimtek Aparatur Desa Pringsewu

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:13 WIB

Safari Ramadhan Jadi Momentum Sinergi Pemprov dan Pringsewu

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:30 WIB

Pemkab Pringsewu Awali Safari Ramadan 2026 di Kecamatan Ambarawa

Senin, 23 Februari 2026 - 19:27 WIB

Polres Pringsewu Raih Penghargaan Perlindungan Anak

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:03 WIB

Bupati Pringsewu Paparkan Capaian Satu Tahun Kepemimpinan pada Buka Bersama Insan Pers

Jumat, 20 Februari 2026 - 06:46 WIB

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:55 WIB

Berkas Lengkap, Tersangka Jambret Di pringsewu Dilimpahkan Polisi ke JPU

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:54 WIB

Pemkab Pringsewu dan BAPANAS Gelar Rakor Satgas Saber Harga

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Wabup Tubaba Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan

Rabu, 25 Feb 2026 - 22:31 WIB