Jaga Stabilisasi Harga, Bulog Lampung Siap Serap Jagung Petani

Luki Pratama

Rabu, 1 Mei 2024 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani jagung.

Petani jagung.

Bandarlampung (Netizenku.com): Perum Bulog Kanwil Lampung siap turun tangan untuk menyerap panen jagung petani di wilayahnya apabila harga jagung anjlok. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga jagung, terutama di musim panen raya seperti saat ini.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Taufan Akib, menjelaskan bahwa saat ini harga jagung di Lampung masih terjaga di atas HPP (Harga Pembelian Pemerintah) yaitu sekitar Rp5.000 per kilogram. Hal ini dikarenakan tingginya permintaan dari peternak dan Pinsar Petelur Nasional (PPN) di Lampung.

Baca Juga  Gubernur Lampung Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi

“Harga jagung di Lampung masih aman karena banyak diserap oleh peternak dan PPN. Saat ini Bulog belum melakukan penyerapan karena harga masih bagus,” ujar Taufan Akib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun demikian, Bulog Lampung tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penyerapan jagung petani jika harga di pasaran anjlok di bawah HPP.

“Kami siap membantu penyerapan agar petani tidak terbebani jika harga jagung jatuh,” kata Taufan Akib.

Ia menambahkan bahwa Bulog akan bekerja sama dengan PPN dan pihak swasta untuk membantu proses pengeringan jagung hasil panen. Hal ini dikarenakan Bulog tidak memiliki sarana pengering jagung sendiri.

Baca Juga  DPRD Lampung Khawatir Antrean Solar Ganggu Panen dan Distribusi Hasil Pertanian

“Jagung berbeda dengan beras, karena Bulog tidak memiliki sarana pengering. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan PPN dan pihak swasta untuk mengeringkan jagung,” jelasnya.

Taufan Akib juga menyampaikan bahwa pihaknya masih menemukan jagung di tingkat petani dengan harga di bawah HPP, yaitu Rp3.000 per kilogram. Hal ini biasanya disebabkan oleh kualitas jagung yang rendah, seperti kadar air yang tinggi dan tingkat kekeringan yang tidak memadai.

Baca Juga  Batin Wulan Lantik Pengurus PMI Kota Metro 2026–2031, Tekankan Kesiapsiagaan Bencana

“Harga jagung yang rendah bisa jadi karena kualitasnya yang rendah, seperti kadar airnya tinggi dan tingkat kekeringannya tidak maksimal,” ujarnya.

“Kadar air jagung disini rata-rata 30-35 persen, karena kondisi cuaca di Lampung masih hujan sehingga pengeringan tidak maksimal. Dan tidak semua pengusaha punya alat pengering ini jadi salah satu kendala penyerapan juga. Semoga kami bisa membangun corn drying center atau pusat pengeringan jagung karena Lampung ini daerah sentra produksi jagung juga,” tutupnya. (Luki) 

Berita Terkait

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD
Tim Mini Soccer PWI Lampung Menang 7-1 dalam Tiga Laga Trofeo
RSUDAM Lampung Pertama Kali Lakukan Tindakan Neurointervensi DSA
Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi
Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung
Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun
Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan
Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Tim Mini Soccer PWI Lampung Menang 7-1 dalam Tiga Laga Trofeo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:52 WIB

RSUDAM Lampung Pertama Kali Lakukan Tindakan Neurointervensi DSA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Salurkan Bantuan untuk Pesantren

Berita Terbaru