Itera Berhasil Rekam Proses Gerhana Bulan Total

Redaksi

Rabu, 26 Mei 2021 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Observatorium Astronomi Itera Lampung merekam proses Gerhana Bulan Total, yang terjadi pada Rabu (26/5). Foto: Dok. Itera

Tim Observatorium Astronomi Itera Lampung merekam proses Gerhana Bulan Total, yang terjadi pada Rabu (26/5). Foto: Dok. Itera

Bandarlampung (Netizenku.com): Tim Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) berhasil merekam proses Gerhana Bulan Total, yang terjadi pada Rabu, 26 Mei 2021.

Puncak Gerhana Total berhasil direkam melalui teleskop berjenis Refraktor yaitu Baride Optics dengan panjang fokus 900 mm dan diameter 102 mm, f/8.8) dengan kamera DSLR Canon 5D Mark IV pada pukul 18.19. Dari foto yang tertangkap dari teleskop yang digunakan tersebut Bulan tampak berwarna kemerahan, dengan sedikit bayangan, pada fase puncak Gerhana Bulan Total.

Pengamatan dilakukan oleh para peneliti Itera yang terdiri dari dosen, laboran, serta para mahasiswa yang tergabung dalam komunitas astronomi Lampung (KALA) di Stasiun Pengamatan Bulan Internasional Itera atau Astelco Lunar Sighting Station (ALTS-7) di kampus Itera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pengamatan Gerhana Bulan Total, OAIL Itera menggunakan empat teleskop, yaitu teleskop utama berjenis Refraktor yaitu Baride Optics dengan panjang fokus 900 mm dan diameter 102 mm, f/8.8), teleskop Lunt 80ed yang digunakan khusus untuk penelitian dosen, serta 2 teleskop Baride Optics manual yang digunakan para mahasiswa untuk mengamati Gerhana Bulan.

Pengamat OAIL, Aditya Abdillah Yusuf SSi, menyampaikan di awal pengamatan Gerhana Bulan Total, para peneliti sempat mengalami kendala, karena langit sempat tertutup awan. Namun, saat menjelang puncak Gerhana Bulan, langit mulai cerah, sehingga tidak menutupi pengamatan.

Sementara Dosen Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera, Hendra Agus Prastyo SSi MSi, yang juga mengamati dan meneliti proses terjadinya gerhana menyampaikan, dalam pengamatan fenomena Gerhana Bulan Total, tim peneliti Itera melakukan pengambilan citra Bulan dalam berbagai filter (U, B, V, R, I) dan mengukur perubahan kecerlangan langit selama terjadinya GBT.

Citra Bulan yang diambil dari berbagai filter digunakan untuk menghasilkan kurva cahaya pada panjang gelombang yang berbeda, sehingga bisa diketahui filter mana yang optimal digunakan untuk pengamatan gerhana bulan.

“Sementara untuk data perubahan kecerlangan langit kami gunakan untuk mengetahui pengaruh perubahan cahaya Bulan selama terjadinya Gerhana Bulan Total terhadap langit malam yang mempengaruhi kenampakan objek astronomi lain, data ini sangat mendukung penelitian di bidang astronomi yang kami lakukan,” ujar Hendra.

Hendra menambahkan, Gerhana Bulan Total malam ini merupakan Gerhana Bulan Total pertama di tahun 2021 dan Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi, sehingga diameter sudut Bulan relatif lebih besar dibandingkan purnama pada umumnya.

Gerhana bulan akan terjadi lagi pada 19 November 2021, yaitu Gerhana Bulan Sebagian.

Terkait Gerhana Bulan yang terjadi, Hendra menyebut, fenomena astronomi tersebut tidak ada dampak yang signifikan akibat terjadinya Gerhana Bulan Total.

“Harapan kami, dari fenomena astronomi yang terjadi ini, masyarakat menjadi lebih memahami fenomena Gerhana Bulan Total secara ilmiah, dan akan banyak penelitian yang dihasilkan dari fenomena ini,” ujar Hendra, di sela pengamatan. (Josua)

Baca Juga: Observatorium Astronomi Itera Amati Gerhana Bulan Total

Berita Terkait

Refleksi Pendidikan Lampung 2025: Akses Hampir Universal, Kualitas Guru di Hulu Jadi Penentu
TPT SMK Lampung Tertinggi, Kolaborasi Pemprov–CSR Jadi Jalan Baru
Thomas Amirico Raih IWO Award 2025
Gubernur Mirza dan Jembatan Pendidikan Tampang Muda:  Gotong Royong Pemerintah untuk Masa Depan Anak Pelosok
Peminat Sekolah Negeri Menurun, Ini Kata Akademisi ITBA DCC
Kemendikdasmen Berencana ‘Hidupkan’ Kembali Jurusan SMA dan Kurangi Muatan Pelajaran SD-SMA
Satker Mitra Kerja Dilarang Berikan Gratifikasi ke Pegawai Kanwil DJPb Provinsi Lampung
Presiden Prabowo Wanti-wanti Mendikti Agar Mahasiswa Tidak Terhasut

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:25 WIB

Pansus DPRD Lampung Soroti LKPJ 2026, Minim Data dan Indikator Kinerja

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

DPRD Lampung Soroti Pengawasan Lapak Kurban Musiman Jelang Iduladha

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:14 WIB

Korban TPPO Dipulangkan, Dewi Mayang Suri Djausal Apresiasi Polda Lampung

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:43 WIB

Rakerda 2026, Jihan Ajak Pramuka Perkuat Karakter Pemuda

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:42 WIB

DPRD Lampung Dukung Proyek PSEL, Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:12 WIB

MBG Lampung 2026 Diprediksi Datangkan Rp12 Triliun

Senin, 11 Mei 2026 - 20:25 WIB

DPRD Lampung Siapkan Raperda Urban Farming

Senin, 11 Mei 2026 - 20:19 WIB

Gubernur Mirza Kawal Percepatan PSEL Lampung Raya

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Percepat Transformasi Sistem Kerja ASN

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:41 WIB

Lampung Selatan

Lampung Selatan Tuntaskan 99,9 Persen Imunisasi Zero Dose 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:38 WIB

Tulang Bawang Barat

Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:11 WIB