oleh

Isu Kelangkaan Komoditas Picu Penimbunan Barang

Bandarlampung (Netizenku.com): Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menyebutkan isu-isu kelangkaan komoditas bahan pangan justru memicu terjadinya penimbunan barang oleh distributor dan pedagang.

Sejumlah komoditas pangan di Kota Bandarlampung sejak awal 2022 mengalami kelangkaan dan kenaikan harga seperti minyak goreng, kedelai, dan harga daging sapi.

Dan menjelang bulan Ramadan 1443 H pada April mendatang, Eva Dwiana memastikan pasokan gula untuk kebutuhan masyarakat berbuka puasa tetap tersedia.

Baca Juga  Pasar Tradisional di Bandarlampung Diguyur 6 Ton Minyak Goreng Curah

“Bunda kemarin sudah (cek) tidak ada penurunan (pasokan), gula insyaallah kita aman. Jadi isu-isu itu yang Bunda takutkan, malah bikin orang menimbun, dan minyak goreng juga karena isu-isu itu,” kata Eva Dwiana di Graha Wangsa, Selasa (1/3).

Hasil pantauan di Pasar Kangkung, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Telukbetung Selatan, sejumlah toko grosir menjual gula pasir curah di kisaran harga Rp13.000-Rp14.000 per kilogram. Sementara gula pasir kemasan satu kilogram Rp15.000.

Baca Juga  Mabes TNI Apresiasi TMMD Ke-109 di Bandarlampung

Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, menyebutkan harga gula pasir di Bandarlampung mengalami penurunan dari Rp14.000 per kilogram pada 25 Februari 2022 menjadi Rp13.800 per kilogram pada 1 Maret 2022.

Kepala Dinas Perdagangan Bandarlampung, Wilson Faisol, berharap kenaikan harga gula pasir menjelang Ramadan tidak mengalami peningkatan tajam.

“Kebutuhan gula meningkat di bulan puasa untuk bukaan, masyarakat pasti banyak yang pakai gula pasir, mudah-mudahan naiknya standar,” singkat dia. (Josua)

Baca Juga  Dinas Perdagangan Siapkan Grand Desain Penataan Pasar Tradisional di Bandarlampung